Ryamizar Ryacudu Diangkat Jadi Anak Adat Suku Babrongko, Papua dan Dinobatkan Sebagai BAPAK BELA NEGARA INDONESIA

Ryamizar Ryacudu Diangkat Jadi Anak Adat Suku Babrongko, Papua dan Dinobatkan Sebagai BAPAK BELA NEGARA INDONESIA

Ryamizar Ryacudu Diangkat Jadi Anak Adat Suku Babrongko, Papua dan Dinobatkan Sebagai BAPAK BELA NEGARA INDONESIA

( Laporan Khusus Adrian Indra, S.Sos / Pimred www.juliet1news.com )

 

Hari Rabu, tanggal 18 September 2019, masyarakat sekitar Pantai Yahim dan Kampung Babrongko kedatangan seorang tamu dari Jakarta, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Masyarakat menyambut dengan suka cita dan aktivitas masyarakat di Pantai Yahim sangat ramai baik tua, muda, anak sekolah, pejabat pemerintahan dan juga petugas keamanan. Berbagai umbul-umbul dan bendera merah putih serta spanduk tertata dengan rapih disepanjang Pantai Yahim demikian juga terpasang di speed boat pengiring yang berjumlah sekitar 60 speed boat.

Sekitar Jam 10.00 WIT, Bapak Ryamizar sampai di Pantai Yahim, menyapa masyarakat dengan dan hangat sebelum menaiki kapal yang telah dihiasi oleh Panitia. Dalam perjalanan menuju Babrongko, kapal yang ditumpangi oleh Bp. Ryamizard Ryacudu berjalan pelan karena juga diiringin oleh 60 speed boat dan juga 2 speedboat yang ditumpangi oleh para penari dan musik suling tambur.

Setelah menempuh 30 menit perjalanan, Bp. Ryamizard Ryacudu sampai di Pantai Babrongko dan disambut dengan tarian daerah setempat dan barisan anak sekolah yang melambai-lambaikan bendera merah Putih.

Ondofolo Babrongko, Bp. Albregh Dunto Wally, menyambut kedatangan sang Jenderal Besar ini, yang disebutkan oleh Bp. Albregh Dunto Wally, kedatangan Bp. Ryamizard Ryacudu langsung ke kampung terpencil ini sama seperti yang sering dilakukakan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu Blusukan.

Ya, benar… bisa disebut ini sebagai blusukan langsung ke kampung adat, di daerah terpencil untuk melihat secara langsung situasi keamanan Papua pasca demo anarkis yang baru-baru ini terjadi. Bp. Ryamizard menyadari betul, bahwa masyarakat Papua masih sangat menghormati adat wilayahnya masing-masing, oleh karena itu Bp. Ryamizard langsung turun ke kampung adat agar memastikan bahwa kerusuhan yang sama jangan sampai terulang kembali dan sekaligus untuk menimbulkan rasa cinta RI serta ikut menjaga keutuhan NKRI.

Sang Jenderal Besar kali ini blusukan ke sebuah kampung adat di pinggir Sentani, yang juga sudah menjadi kampung sendiri. Ya, sang Jenderal Besar sudah menjadi anak adat suku Babrongko Papua. Acara penobatan ini dipimpin oleh Yo Ondofolo Ramses Wally, SH dan disanksikan oleh 24 orang Ondofolo dari kampung – kampung sekitar Babrongko, Kab. Jayapura, Provinsi Papua dan juga disaksikan oleh Asistan I Provinsi Papua, wakil Bupati Kab, Jayapura, para Kepala Distrik se Kab. Jayapura, Pejabat dari Polda, Pangdam serta seluruh Kepala suku  Babrongko dan para Kepala Suku disekitar Kampung Babrongko.

Dalam acara ini juga Ramses Wally, Sh dan Albregh Duntuho Wally serta seluruh Kepala suku di Babrongko, mengeluarkan suatu pernyataan sikap yang menyatakan Bp. Ryamizard Ryacudu diberi gelar sebagai ” Bapak Bela Negara Indonesia “. Ramses Wally menyatakan bahwa jasa Bp. Ryamizard Ryacudu sangat besar didalam membangun dan mengembangkan Soft Power masyarakat Indonesia yaitu Program Bela Negara.

Kementerian Pertahanan RI dibawah pimpinan Bp. Ryamizard Ryacudu telah berhasil membentuk sebanyak 83,4 juta kader Bela Negara diseluruh Indonesia. Soft Power berupa mindset rasa cinta negara dan rasa cinta tanah air sangat diperlukan oleh suatu bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman yang nyata, ancaman yang tidak nyata serta ancaman yang tersembunyi.

Mencermati kata sambutan yang disampaikan Bp. Menhan, beliau faham sekali, apa masalah yang sedang dihadapi negeri ini dan juga sangat faham apa solusi yang mesti dilakukan. Berbagai jenis ancaman baik yang bersumber dari dalam negeri maupun luar negeri perlu diantisipasi sejak dini. Insting dan naluri seorang pemimpin  militer senior yang brilyan dari Jenderal Ryamizard Ryacudu  terbukti nyata dengan berjalannya program Gerakan Bela Negara ini. Contoh kecil saja bagaimana serangan dari kelompok ISIS di dunia Internasional dan juga gerakan faham yang ingin mendirikan negara Khilafah yang marak di dalam negeri ini.

Menurut Jenderal(Purn) Ryamizard Ryacudu, bela negara juga diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran dan sikap menjunjung tinggi negara. Karena itu, diharapkan para kader dapat terbangun karakter yang disiplin dan kompak dalam kerja sama. Kader bela negara tersebut diharapkan mampu menyebarkan bela negara kepada masyarakat sekitar agar implementasi kegiatan nasional bela negara sebagai wujud revolusi mental.

Kesadaran bela negara ini penting untuk dilandaskan sebagai bentuk Gerakan Revolusi Mental dan daya tangkal bangsa sebagai wujud ketahanan negara. Dan menjadi modal untuk membangun diri menjadi bangsa yang maju. Gerakan revolusi mental dan Gerakan Bela Negara terbukti berdampak positif terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ditengah-tengah sebahagian besar masyarakat Indonesia yang mulai kehilangan indetitas diri karena perubahan politik di Indonesia, Gerakan Bela Negara hadir bagaikan setitik embun di padang gersang. Program Bela Negara adalah realisasi nyata dari wujud Trisakti dan Nawacita yang dicetuskan oleh Bung Karno dan digali kembali oleh Presiden Joko Widodo.

 

Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai Menteri Pertahanan R.I mengatakan  konsep strategi pertahanan Indonesia harus disesuaikan dengan kondisi terkini dan juga dengan berbagai analisa ancaman yang ada. Sistem itu berupa‎ perang total atau total warfare yang merupakan kombinasi antara pembangunan kekuatan hard power dan soft power.

Kekuatan hard power terdiri atas‎ kekuatan rakyat, TNI dan kesiapan Alutsista. Sementara kekuatan soft power berupa mempengaruhi mindset atau pikiran dan diplomasi pertahanan kawasan. sistem smart power ini untuk mengantispasi tiga acaman yaitu:

  1. Ancaman fisik yang nyata.
  2. Ancaman nyata.
  3. Ancaman nonfisik yakni merusak mindset bangsa.

Jadi, tidak salah jika banyak pihak yang pada saat ini baru menyadari bahwa program Gerakan Bela Negara yang dicanangkan oleh Jenderal Ryamizard Ryacudu tersebut adalah suatu konsep program gerakan yang sangat berguna dan sangat dibutuhkan oleh negeri ini, untuk indetitas kebangsaan masyarakat negeri ini dan untuk ketahanan nasional terhadap ancaman yang datang baik dari luar ataupun dari dalam negeri ini.

Dukungan agar Pemerintah Pusat memberikan gelar sebagai Bapak Bela Negara Indonesia kepada Bp. Ryamizard Ryacudu ternyata juga datang dari berbagia daerah di Indonesia seperti dari tokoh masyarakat Aceh, H. Amirullah Abdullah, Tokoh Masyarakat Minang Atman Dt Rajo Penghulu, tokoh Pemuda Sulawesi Utara Melki Tendean, tokoh Pemuda Maluku Utara Abduh Badar, tokoh muda Riau Imtias Putra, tokoh masyarakat Jawa Tengah Dr. Endro Yuwuno, dan Tokoh Pemuda Jawa Timur Yohannes Unggul.

Ramses Wally. SH dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa dia sudah menulis sebuah buku yang berjudul ” RYAMIZARD RYACUDU, PERTAHANAN NEGARA DAN PAPUA “. Dalam buku Ramses Wally, SH memaparkan bahwa apa-apa yang sudah dikerjakan oleh Bp, Ryamizard Ryacudu ada terdatakan secara nyata dan bukan suatu retorika. Tujuannya dengan adanya buku itu, agar seluruh masyarakat Indonesia dan generasi muda Indonesia berikutnya, bisa membaca tentang perjuangan seorang Jenderal Besar Indonesia didalam membangun suatu Soft Power masyarakat Indonesia yang bernama Program Bela Negara.


Menhan Ryamizard Ryacudu mengucapkan terimakasih atas pengangkatan sebagai Anak Adat Kampung Babrongko, Papua ini. Beliau merasa terharu dan merasa bangga karena telah menjadi bagian dari suatu suku Papua.

Bp. Ryamizard Rycudu menyatakan hampir selama 2 minggu tidak nyenyak tidurnya karena memikirkan kasus kerusuhan anarkis yang terjadi di Papua baru-baru ini. Bp. Ryamizard Ryacudu dalam sambutannya menyampaikan akhirnya tuhan mengirimkan seorang anak Papua yang bernama Ramses Wally, yang menghadap beliau dan menyampaikan berbagai solusi yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan berbagai masalah di Papua.

Konsep solusi yang diberikan oleh Ramses Wally, tersebut berupa suatu Surat Terbuka kepada Menhan RI, setebal 80 halaman. Dana salah alternatif solusinya adalah dengan menggerakan program Bela Negara di Papua melalui sistem zona suku per suku. Kemenhan harus gencar menberikan sosialisasi dan pelatihan Bela Negara kepada tiap-tiap suku/Kampung adat di Papua. Sebagaimana di ketahui bahwa di Papua ada 7 wilayah adat dan terdapat 253 suku/ kampung adat. Untuk wilayah adat Mamta saja ada terdapat 24 suku/kampung.

Jika konsep seperti ini bisa dijalankan, berbagai pandangan keliru dari masyarakat Papua tentang sejarah integrasi Papua ke RI dan Iming-iming Papua Merdeka bisa ditangkal. Memang…ini merupakan suatu pekerjaan yang tidak ringan, tapi Papua sangat memerlukan Program Bela Negara. Dan yang paling efektif adalah yang bisa dilaksanakan ditiap-tiap Kampung adat. Dengan demikian seluruh masyarakat dan tokoh masyarakatnya bisa timbul rasa cinta NKRI dan cinta akan negara juga siap untuk membela Negara dari berbagai ancaman yang datang.

Secara garis besar Ramses Wally, S.H menyampaikan kepada Bapak Ryamizard Ryacudu, ada 3 bidang solusi yang dapat dilakukan untuk membangun Papua kedepannya.

I. BIDANG IDEOLOGI (Oleh Kemenhan)

Penanaman Ideologi Kebangsaan secara besar-besarn dan terus menerus di Papua, melalui Program BELA NEGARA yang dilakukan per zona kampung adat/suku.

II. BIDANG PEMERINTAHAN (Oleh Kemendagri dan DPR RI)

Sempurnakan UU No. 21 tahun 2001 dengan cara menerbitkan PP yang mendukung Perdasi/Perdasus yang telah dibuat oleh Pemprov Papua.

Atau izinkan berlakunya UU Otsus Plus di Papua.

III. BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ASLI PAPUA (Oleh Kemendes PDT, Kemenaker, Kemen BUMN)

Arah pembangunan Papua difokuskan langsung kepada individu masyarakat miskin Papua dan para pemuda Papua yang masih mengganggur. Dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan usaha sampai mereka bisa mandiri.

Berikan pelatihan keahlian khusus seperti pelatihan Ahli Las Listrik, pelatihan ahli Montir, pelatihan ahli sablon dan digital printing, pelatihan usaha kuliner dll kepada masyarakat asli Papua.

Berikan kesempatan magang maupun bekerja di BUMN-BUMN seluruh Indonesia kepada orang asli Papua.

 

 

SURAT PERNYATAAN SIKAP

MASYARAKAT ADAT BABRONGKO, KAB. JAYAPURA, PAPUA

Pada hari ini  Rabu, Tanggal 18, Bulan September, Tahun 2019, kami dari Masyarakat Adat Babrongko, Kab. Jayapura, Papua menyatakan suatu Sikap dan Kebulatan Tekad : Untuk Memberikan suatu Gelar kepada Jenderal (Purn) Ryamizard  Ryacudu, sebagai;

“ BAPAK BELA NEGARA INDONESIA ”

Adapun pertimbangan kami dalam memberikan gelar tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Jasa-jasa Yang besar dari Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu, didalam mencetuskan dan melaksanakan Program Bela Negara di Indonesia umumnya dan di Papua khususnya.
  2. Keberhasilan dari Kementerian Pertahanan R.I yang telah mencetak sebanyak 83,4 juta kader Bela Negara sampai dengan tahun 2019.
  3. Bahwa Program Negara sangat dibutuhkan untuk masa-masa yang akan datang didalam hal menumbuhkan kesadaran cinta akan kehidupan berbangsa dan bernegara di dada dan jiwa setiap masyarakat Indonesia.
  4. Bahwa Program Bela Negara sangat mempunyai suatu peranan penting didalam menjaga keutuhan NKRI.

Demikian surat Pernyataan Sikap dan Kebulatan tekad kami ini, disampaikan dengan sebenarnya.

 

Babrongko, 18 September 2019

Yang Menyatakan:

 

 

 

 

 

        DUNTHO WALLY                                                                                       RAMSES WALLY, S.H

Ondofolo Babrongko-Umandrow                                                 Yo Ondofolo Babrongko-Umandrow

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link