Ramses Wally, SH : ” Presiden Jokowi Adalah Laki-Laki Pemimpin Indonesia Sejati “

Ramses Wally, SH : ” Presiden Jokowi Adalah Laki-Laki Pemimpin Indonesia Sejati “

Ramses Wally, SH : ” Presiden Jokowi Adalah Laki-Laki Pemimpin Indonesia Sejati “

Juliet1news/Jakarta. Ketua Dewan Pimpinan Provinsi PKPI, Papua Ramses Wally, SH beserta Ketum dan Sekjend serta 45 orang pengurus PKPI, diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada hari Senin, tanggal 29 Juli 2019 pukul 14.00. Ketum PKPI Bapak Diaz Hendro Priyono mengawali pertemuan itu dengan melaporkan pada Bp. Presiden tentang hasil kerja PKPI diseluruh Indonesia dalam Pilpres 2019.

Dalam kesempatan itu, Ramses Wally menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, bahwa kemenangan pasangan Jkw-MA dalam Pilpres 2019 tidak terlepas dari perjuangan Bp. Lukas Enembe, PKPI serta juga dari Timses Jkw-MA lainnya yang ada di Papua.

Ramses Wally menyampaikan bahwa dari hatinya yang paling dalam, baru sekali ini melihat Presiden Indonesia seperti “ Laki-Laki Sejati “. Karena jika ada setiap persoalan di negara ini, Presiden Jokowi selalu berada dibarisan yang terdepan dan selalu dekat dengan rakyatnya. Ketika mengunjungi Kabupaten Ndunga di Papua yang notabene adalah daerah rawan dan daerah merah dari para pemberontak OPM, Presiden Jokowi juga tidak mengenal rasa takut akan resiko kehilangan nyawanya. Dan merupakan Presiden Indonesia satu-satunya yang berani berkunjung ke Ndunga dan bahkan berkeliling dengan menaiki motor Trail.

Kecintaaan Presiden Jokowi terhadap Papua juga sangat luar biasa, dengan 10 kali mengunjugi Papua dan membangun banyak insfrastruktur memberikan harapan kepada masyarakat Papua, agar kesejahteraan masyarakat Papua bisa diwujudkan dalam periode ke 2 Pemerintahan Jkw-MA ini.

Tentang Program Visi Indonesia Maju 2019-2024, menurut Ramses Wally, itu konsep Program yang briliyan yaitu bagaimana membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang maju serta dengan meneruskan pembangunan Insfrastruktur Indonesia, Reformasi Birokrasi dan permudah investasi untuk lapangan kerja.

Sebagai seorang pemimpin negara yang besar, Presiden Jokowi harus mempunyai visi besar dan strategik untuk kesejahteraan masayarakat Indonesia di kemudian hari. Visi ini yang akan menjadi menjadi pedoman bagi Presiden Jokowi dan pembantunya dalam menjalankan kebijakannya demi mencapai kemajuan Indonesia. Visi memberi panduan ke arah mana pemimpin bangsa menakhodai perahu negerinya.

Indonesia maju ialah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-cita, Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat, Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum, Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia, Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Presiden Jokowi menjadikan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas dalam visinya di periode kedua kepemimpinannya. Penekanan pada peningkatan kualitas SDM kiranya tepat setelah pada periode pertama pemerintahannya, Presiden Jokowi menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur.  Presiden Jokowi juga berkomitmen menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien.

Presiden Jokowi bakal memangkas birokrasi yang bertele-tele. Ia bahkan akan membubarkan lembaga atau badan yang tidak diperlukan. Infrastruktur terintegrasi, birokrasi efektif dan efisien, plus SDM berkualitas yang punya daya saing tentu akan menarik investasi yang pada gilirannya membuka lapangan pekerjaan.

Ramses Wally Menyampaikan, bahwa Presiden Jokowi mengajak kita untuk tak alergi dengan investasi. Ramses Wally juga berharap seluruh komponen masyarakat Indonesia dapat bersama-sama untuk mendukung pencapaian Visi dari Presiden Jokowi ini.

NawaCita

 

Pondasi dasar pembangunan Indonesia telah dimulai oleh Presiden Jokowi dengan NAWACITA-nya, keberhasilan dari pembangunan pondasi dasar ini sudah terbukti dan sudah dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan berbagai pengalaman yang sudah dilewati oleh Presiden Jokowi di Periode I Pemerintahannya, Presiden Jokowi sudah sangat mengetahui tentang apa kelemahan dan apa peluang yang ada didalam Pemerintahannya dan para pembantunya.

Hasil gambar untuk negara Vanuatu

Hasil gambar untuk Benny Wenda

Ramses Wally menyoroti satu hal, tentang propaganda dan gerakan dari Benni Wenda dan beberapa negara Pasific seperti negara Vanuatu yang terus mengusik keberadaan Papua dalam pangkuan NKRI. Negara-negara di Pasific tersebut adalah orang-orang yang nenek moyangnya satu Ras dengan masyarakat Papua, yaitu Banga Melanisia. Menurut Ramses Wally, untuk menekan gerakan dan manuver dari Benni Wenda dan negara-negara Pasific itu, harus diadakan pendekatan dan lobi-lobi dengan cara Papua dan cara Melanesia. Selama ini Pemerintah Pusat seperti terlihat agak kerepotan dalam menekan manuver kelompok Benni Wenda dan negara-negara Pasific tersebut.

Isue petisi yang digulirkan pimpinan organisasi pembebasan Papua Barat Benny Wenda tidak boleh didiamkam begitu saja, harus dicounter, karena jika didiamkan itu sama saja dengan membiarkan rakyat Papua terjebak oleh upaya penggiringan opini dan juga propaganda oleh pihak yang tidak menyetujui adanya NKRI. Strategi mereka adalah tetap dengan menggunakan petisi modus lama. Cara itu dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dan dukungan dari dunia Internasional. Kegiatan dan gerakan ini harus bisa dicegah dari sejak dini, dari sejak kegiatan didalam negeri ketika mengumpulkan tanda tangan petisi itu.

Ketika kelompok separatis the United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) mengklaim telah mengumpulkan 1,8 juta tanda tangan menuntut referendum kemerdekaan Papua Barat lewat petisi. Kemudian petisi itu selanjutnya diserahkan ke Ketua Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Michelle Bachelet. Menurut Ramses Wally, bahwa Pemerintah Indonesia sudah kecolongan dalam hal ini. Pemerintah kurang bisa mencegah petisi ini ditanda tangan di Papua oleh Rakyat Papua dan juga tidak bisa mencegah seorang Benni Wenda yang bisa berkeliaran di luar negeri dengan terus merongrong kewibawaab Pemerintah Indonesia.

Menurut Ramses Wally, SH dirinya siap untuk membantu Presiden Jokowi didalam hal untuk mengadakan pendekatan kepada negara-negara Pasific agar tidak lagi mendukung kegiatan OPM dan ULMWP ke PBB. Dukungan ini bisa sebagai dalam kapasitas Dubes di Negara Pasific atau Dubes Indonesia Untuk Amerika/PBB di Washington.
Dengan demikian dunia juga akan tau bahwa ada Putra Asli Papua yang bisa membela kepentingan Indonesia di luar negeri.
Hasil gambar untuk Vanuatu Pacific

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link