FREDERIKUS GEBZE  : TEKAD DAN SEMANGAT SAYA MEMBANGUN MERAUKE DARI SEJAK TAHUN 2016

FREDERIKUS GEBZE : TEKAD DAN SEMANGAT SAYA MEMBANGUN MERAUKE DARI SEJAK TAHUN 2016

QOUTES FREDERIKUS GEBZE 29 : TEKAD DAN SEMANGAT SAYA MEMBANGUN MERAUKE DARI SEJAK TAHUN 2016  ( By : Adrian Indra )

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 thun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah, salah satu syarat untuk membentuk provinsi baru adalah minimal memiliki lima kabupaten atau kota. 

Untuk (calon) Provinsi Papua Selatan sendiri sampai saat ini baru memiliki cakupan empat kabupaten saja. Ini artinya harus ada setidaknya satu kabupaten atau kota lagi untuk memastikan kelahiran provinsi baru tersebut. Kabupatan Merauke menjadi opsi wilayah yang dikenai pemekaran menjadi Kota Merauke guna melengkapi syarat minimal tersebut. Berikut adalah empat kabupaten tersebut yang akan berada dalam naungan provinsi ke-35 ini. Namun ada kabar gembira, yaitu Kabupaten pengunungan Bintang bersedia untuk bergabung ke Propinsi Papua Selatan.

Kabupaten Mappi:
Merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke pada tahun 2002. Berpenduduk sekitar 76.295 jiwa, yang terdiri dari 12 suku asli dan 4 suku besar (Suku Awyu, Suku Yaghai, Suku Wiyagar, Suku Kuruway Citak). 

Akses wilayah baru bisa diakomodir oleh transportasi laut dan udara, sedangkan jalur darat masih belum dibuka jalan aksesnya. Saat ini Kabupaten Mappi dipimpin oleh Bupati Kristosimus Yohanes Agawemu dan Wakil Bupati Jaya Ibnu Su’ud untuk masa kepemimpinan 2017 — 2022.  

Kabupaten Boven Digoel:
Kabupaten Boven Digoel terkenal sebagai tempat buangan tokoh pribumi yang menentang pemintahan Hindia Belanda pada zaman penjajahan seperti Sayuti Melik, Bung Hatta, Sutan Syahrir, dan lain-lain. Berpenduduk 78.256 jiwa (tahun 2014) dengan kondisi daerah yang berbukit-bukit. Kabupaten ini sekarang dipimpin oleh Bupati Benediktus Tambonop S.STP dan Wakil Bupati H.Chaerul Anwar ST untuk periode2016 — 2021.  

Kabupaten Asmat:
Memiliki suku paling populer di Papua, Suku Asmat, yang merupakan suku terbesar di Papua. Suku ini sangat terkenal dengan adat istiadat mereka yang khas dan unik. Merupakan pemekaran dari Kabupaten Merauke, dan mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai situs warisan dunia. 

Kabupaten ini terkenal dengan karya seni ukirnya yang unik. Kabupaten Asmat untuk saat ini dipimpin oleh Elisa Kambu, S.Sos Bupati dan Wakil Bupati Thomas E. Safanpo ST untuk periode 2016 — 2021.

Kabupaten Pegunungan Bintang

Adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Oksibil.

Kabupaten Pegunungan Bintang menjadi salah satu kabupaten di Pegunungan Jayawijaya yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini. 90% wilayahnya terletak di dataran tinggi pegunungan dengan ketinggian 400 s.d. 4.000 meter dpl. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 14.655,36 km² yang terbagi menjadi 34 kecamatan dan Oksibil sebagai ibu kota kabupaten.[2]

Wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang berbatasan dengan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom di sebelah Utara, Kabupaten Boven Digoel di sebelah Selatan, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Yahukimo di sebelah Barat dan Negara Papua Nugini di sebelah Timur. Hampir disetiap distrik terdapat lapangan terbang, tetapi hanya lapangan terbang di Oksibil dan Batom saja yang bisa didarati pesawat Twin Otter.

Kabupaten Merauke:
Kabupaten Merauke berada diujung timur Indonesia. Sempat mengalami pemekaran wilayah pada tahun 2002 menjadi Kabupaten Merauke (Kabupaten Induk), Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Asmat. 

Saat ini pun Kabupaten Merauke sedang menuju tahap pemekaran wilayah menjadi Kota Merauke guna melengkapi syarat kelengkapan berdirinya Provinsi Papua Selatan. 

Kabupaten ini berpenduduk 278.200 jiwa (tahun 2017) dan memiliki 20 distrik. Dikepalai oleh Bupati Frederikus Gebze, SE, MS.i dan Wakil Bupati Sularso SE untuk periode kepemimpinan 2016 — 2021.  

Meskipun belum secara resmi terbentuk, akan tetapi Provinsi Papua Selatan ini hampir pasti terbentuk. Asalakan memang didasari niatan tulus untuk membangun Bangsa Indonesia yang produktif dan kondusif, maka kelahiran provinsi baru ini patut untuk kita sambut dengan gembira. Mari kita sambut “saudara” baru provinsi ke-35 Indonesia, Provinsi Papua Selatan. Semoga lahirnya provinsi baru ini kelak benar-benar mampu menciptakan pembangunan yang optimal di Papua serta meminimalisir potensi konflik yang seringkali terjadi disana.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link