Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan Nasional serta Mendagri Mohon Perhatikan Masalah Pendidikan di Papua

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan Nasional serta Mendagri Mohon Perhatikan Masalah Pendidikan di Papua

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan Nasional serta Mendagri Mohon Perhatikan Masalah Pendidikan di Papua

Masalah Pendidikan di Papua Umumnya dan di kota Jayapura khususnya masih memprihatinkan dan masih banyak yang harus dibenahi. Apalagi didalam periode 2019-2024 Presiden Joko Widodo akan memprioritaskan sektor pembangunan Sumber Daya Manusia ( SDM ) Indonesia. Salah satu contohnya ialah tentang permasalahan yang melilit permasalah ganti rugi tanah SMA PGRI Waena yang sampai saat ini belum di bayar oleh Pemerintah Provinsi Papua, sehingga SMA PGRI tersebut di palang oleh pemilik hak ulayat tanah tersebut. Yang mana jumlah uang ganti rugi tersebut sebesar rp 8 Milyar lebih yang sudah berkali-kali dibuatkan surat pengajuannya kepada Pemerintah Provinsi Papua oleh pemilik ulayat tanah tersebut.

Dengan adanya pemalangan sekolah SMA PGRI Waena, Jayapura tersebut tentunya akan menghambat proses belajar mengajar dan menimbulkan keresahan bagi para murid dan guru. Jika keadaan seperti ini tidak diperhatikan dan diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Papua, bagaimana kualitas pendidikan di Papua bisa maju ?

Karena masalah ini sudah lebih dari 16 tahun belum terselesaikan juga, ( SMA PGRI Waena dibangun tahun 2003 )pemilik ulayat meminta Pemerintah Pusat ( Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan Nasional serta Mendagri ) untuk turut membantu menyelesaikannya.

Kinerja dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua juga dipertanyakan dalam hal kepeduliannya terhadap kasus pemalangan sekolah SMA PGRI Waena ini.

SMA PGRI yang terletak di Waena Distrik Heram Kota Jayapura. Sekolah ini berada ditengah jantung kota Jayapura, yang adalah barometer bagi provinsi Papua, namun sangat disayangkan tidak memiliki fasilitas yang cukup seperti laboratorium dan fasilitasnya lainnya, untuk menunjang kelancaran proses kegiatan belajar mengajar. Sekolah ini juga, menampung 100 persen anak-anak Papua yang berada di daerah pedalaman Papua, seperti; Yahukimo, Pegunungan Bintang, Yalimo, Nduga, Tolikara, Mamberamo, Wamena dan sejumlah kabupaten lainnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via