Potret Masalah Pendidikan di Papua

Potret Masalah Pendidikan di Papua

 

Besarnya aliran dana Otonomi Khusus (Otsus) ke Papua belum diikuti dengan peningkatan kualitas pendi­dikan, infrastruktur, pereko­nomian, dan kesehatan. Meski sejak tahun 2001 mendapatkan kewenangan khusus kondisi pendidikan di Papua belum menunjukkan kemajuan signi­fikan. Buruknya kondisi pen­didikan ini berdampak serius terhadap rendahnya kinerja pembangunan daerah.

Butuh solusi luar biasa untuk meningkatkan sektor pendidikan di Papua. Bukan karena ketertinggalan sarana prasarana, melainkan pola pikir (mindset) masyarakat di sana belum menempatkan pendidikan sebagai prioritas tertinggi.
“Butuh solusi out of the box untuk Papua, karena berbeda (masalahnya) dengan provinsi lainnya. Mereka lebih senang berburu. Dengan berburu mereka dapat daging untuk dijual. Daripada ikut sekolah, mending mereka bisa makan,” sebut Kepala Staff Kodam XVII/ Cendrawasih Brigjen TNI Irham Waroihan saat FGD di Markas Besar Angkatan Darat Jakarta, kemarin. FGD ini terkait dengan sinergi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan TNI-AD terkait pelibatan prajurit dalam membantu pengajaran di daerah tapal batas. Selain pola pikir, menurut Irham, minimnya tenaga pendidik masih jadi problem. Alasan keamanan dan tingginya kebutuhan hidup di Papua menjadi pemicunya. Perjuangan untuk mencapai lokasi terdalam di Papua luar sangat berat dan mahal.

Masalah lainnya adalah tentang masih ada beberapa sekolah yang sering dipalang masyarakat pemilik lahan karena belum diselesaikannya ganti rugi atau pembayaran pembelian tanah untuk sekolah tersebut. Juga tentang sarana dan prasarana yang belum memadai dalam hal proses belajar mengajar.

Para pejabat di daerah dan di Pusat harus bias menyelesaikan berbagai permasalahn yang ada yang berkaitan dengan masalah-masalah dalam bidang Pendidikan di tanah Papua ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat menjelaskan beberapa program khusus pemerintah untuk mewujudkan percepatan pembangunan pendidikan di Papua dan Papua Barat. “Saya harus tekankan, di Papua dan Papua Barat ini, pendidikan tidak bisa berjalan dengan baik tanpa kerja sama dengan sektor lain khususnya kesehatan. Kita tidak mungkin mencerdaskan anak-anak kalau gizinya tidak baik dan tingkat kesehatannya rendah,” disampaikan Mendikbud, di Jayapura,

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via