Pengangkatan Jenderal(Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai anak Adat Babrongko, Adalah Bagian Dari Suku Tabi

Pengangkatan Jenderal(Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai anak Adat Babrongko, Adalah Bagian Dari Suku Tabi

Pengangkatan Jenderal(Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai anak Adat Babrongko Umandrouw, Secara Otomatis Adalah Bagian Dari Anak Adat Suku Tabi

Ketua Dewan Presidium Pemuda Adat Tabi Papua  ( DP PATP )/Forum Masyarakat Tabi Bersatu  Max Abner Ohee, S. IP, menyatakan bahwa Pengangkatan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai anak Adat Kampung Babrongko, Kab. Jayapura mempunyai keterkaitan yang erat dengan Suku Tabi seluruh Papua, Seluruh Indonesia maupun seluruh Dunia. Secara Adat, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu Khelu Babaronko Umandrow, adalah juga sebagai anak Adat suku Tabi.

Max Ohee yang juga anak kandung dari Ramses Ohee (Ondofolo Waena) dan cucu kandung dari Abner Pureou  Ohee ( Tokoh Pejuang Papua ) berharap agar ada tindak lanjut kegiatan dari pengangkatan sebagai anak adat ini. Max menginginkan, ada suatu kegiatan yang berupa peningkatan Sumber Daya Manusia Pemuda Tabi dengan berupa pelatihan-pelatihan keahlian seperti ahli las, ahli Montir mobil, ahli Elektronik, Ahli srvis HP maupun ahli dalam bidang perikanan danau, peternakan dll.

Sehingga nantinya para pemuda Tabi tersebut, khususnya yang masih belum mempunyai pekerjaan, bisa berusaha secara Mandiri guna meningkatkan ekonominya. Dan tentunya sangat mendesak juga untuk dilaksanakan suatu pelatihan Bela Negara secara besar-besaran di wilayah Adat Mamta. Dengan demikian akan tercipta suatu ” RASA” yang nyaman dan tenteram hidup sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

Max Ohee berharap, Kementerian Pertahanan RI dan Pangdam XVII Cenderawasih bisa membuatkan suatu kerjasama lintas Kementerian guna mewujudkan Program Peningkatan SDM dan juga ekonomi masyarakat Tabi ini pada khususnya dan masyarakat Papua pada umumnya. Apalagi, pada saat ini jabatan Pangdam XVII Cenderawasih dijabat oleh Putera Papua Asli, Bp. Mayjend Herman Asaribab.

Adalah sesuatu yang sangat membahagiakan dan mendamaikan masyarakat Papua ketika Menteri Pertahanan RI,  Bp. Ryamizard Ryacudu menyampaikan bahwa untuk menyelesaikan masalah di Papua, harus mempergunakan hati. Dan, Jenderal ( Purn) Ryamizard Ryacudu juga melakukan suatu gebrakan dengan mengunjungi kampung Adat Suku Tabi di daerah terpencil di seberang Danau Sentani ( Kampung Babrongko ). Sudah sangat tepat sekali jika didalam memulai suatu kegiatan, mulailah dari kampung Adat. Karena masyarakat Papua itu, masih sangat menjunjungi tinggi nilai serta kebanggaan adat yang ada di wilayah adatnya, masing-masing. Rasa Ego sentris secara kesukuan, memang masih sangat kental dan melekat di jiwa masyarakat Papua.

Sang Jenderal Besar Blusukan langsung ke masyarakat dan mengunjungi kampungnya. Di Kampung itu, Sang Jenderal Besar bisa melihat kehidupan masyarakat secara langsung dan berkomunikasi dengan masyarakat tentang berbagai hal yang menyangkut untuk menciptakan kedamaian di tanah Papua.

Rasa antusias dan kegembiraan masyarakat terpancar menyambut kedatangan sang Jenderal yang dalam hal ini adalah juga sebagai anak adat mereka. Sang Jenderal berhasil menghapus STIGMA bahwa Militer itu identik dengan tindakan kekerasan kepada masyarakat Papua. Sang Jenderal telah menanamkan suatu pendekatan yang Soft kepada masyarakat Papua dengan cara membaur bersama Adat dan budayanya serta menjadi bagian dari masyarakat adat Suku di Papua.

Ketua Dewan Presidium Pemuda Adat Tabi Papua  ( DP PATP ) Max Abner Ohee, S. IP menyatakan bahwa pengangkatan Jenderal( Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai anak Adat Babrongko, secara otomatis, beliau sudah menjadi anak Suku Tabi dari wilayah Adat Mamta. Siapapun tidak bisa memungkiri atau membantah hal itu, karena pengangkatan sebagai anak Adat Kampung Babrongko Umandrow adalah hak kewenangan penuh dari para Ondofolo dan para Kepala Suku di Kampung adat tersebut.

Max mengingatkan kembali, bahwa di Propinsi Papua itu ada 5 wilayah adat yaitu, Mamta, Lapago, Meepago, Anim Ha, Sereri. Wilayah adat Mamta adalah wilayah Adat yang terbesar di Papua  dengan jumlah 87 suku yang mempuyai Kampung Adat masing-masing. Wilayah Adat Mamta terdiri dari: 1.   Port Numbay, 2.   Sentani,  3.   Sarmi,  4.   Memberamo Raya,  5.   Keroom

Pengangkatan Jenderal Ryamizard Ryacudu yang telah dilaksanakan secara resmi dan sah menurut Adat, di kampung Adat Babrongko, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua,  tentunya berdampak positif secara langsung kepada suku Tabi dan Wilayah Adat Mamta. Dampaknya ialah bahwa Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu sudah menjadi bagian dari suku Tabi secara sah.  Max Abner Ohee, juga menyampaikan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan beberapa Ondofolo perihal pengangkatan yang dilaksanakan di Kampung adat Babrongko tersebut.

Dalam kata sambutannya ketika acara pengangkatan tersebut, Jenderal ( Purn) Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa sangat terharu dan bangga diangkat menjadi anak adat Kampung Babrongko dan suku  Tabi  serta berjanji akan menjaga kehormatan dan martabat Adatnya tersebut.

Bagi Max Ohee, hal ini merupakan suatu moment bersejarah dan juga suatu kebanggaan juga bagi suku Tabi secara otomatis tentunya akan membawa dampak yang positif bagi suku Tabi. Jika ada hal-hal yang krusial yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, para Kepala Suku Tabi maupun para Bupati dan Walikota bisa mendiskusikan hal tersebut dengan KK Besar  Mizard ( Khelu Babrongko-Umandrow ).

Max Ohee sudah merancang desain suatu Patung/ Tugu Peringatan KK Jenderal Besar Ryamizard Ryacudu yang bisa dibangun di Babrongko atau di Pantai Klim Bay ( Batas Kota ) Waena, Kota Jayapura. Patung/Tugu tersebut sangat berguna sebagai simbol sejarah kepada anak cucu tentang seorang Jenderal Besar yang menjadi anak Adat suku Tabi. Jika disetujui dibangun di Pantai Klim Bay, Max Ohee sudah menyediakan lahan untuk pembangunan Patung/Tugu tersebut secara gratis di Klim Bay, Batas Kota.

Pantai Klim Bay, Waena, Jayapura, Papua. Lokasi Untuk Pembangungan Tugu/Patung Sang Jenderal Besar Ryamizard Ryacudu.

Maksud dan tujuan lainnya pembangunan Tugu dan Patung ini, karena di Kab. Jayapura sudah ada Tugu Jenderal Douglas Mc. Arthur. Max Ohee menginginkan bahwa sudah seharusnya juga harus ada Patung/Tugu Jenderal Besar Indonesia yang adalah anak Adat Tabi. Max Ohee menyampaikan bahwa nantinya dia akan berkoordinasi dengan Walikota Jayapura dan Bupati Kab. Jayapura serta Pangdam XVII Cenderawasih maupun Kementerian Pertahanan RI,  untuk bisa mewujudkan pembangunan Tugu atau Patung tersebut. Semoga pihak terkait dapat mendengar dan bisa mewujudkan usulan kami ini kata Max Ohee, menutup bincang-bincangnya bersama team redaksi www.Juliet1news.com ( IP )

Foi….KK Besar Mizard……Hormat…..

 

https://juliet1news.com/wp-content/uploads/2019/02/Sekolah-adat-Hawe-Permai-di-kampung-Hobong-Sentani-Tengah-Tabloid-WANI-1.jpg

 

 

 

 

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link