MAX ABNER OHEE, S.IP : MENCIPTAKAN DAN MENJAGA KEDAMAIAN DI PAPUA

MAX ABNER OHEE, S.IP : MENCIPTAKAN DAN MENJAGA KEDAMAIAN DI PAPUA

MENCIPTAKAN DAN MENJAGA KEDAMAIAN DI PAPUA

Hasil gambar untuk rusuh Papua

 

Kerusuhan demi kerusuhan terus terjadi di Bumi Cenderawasih, berbagai hal kecil yang terjadi bisa menimbulkan suatu gerakan massa yang besar dan terjadi perusakan serta bahkan saling membunuh. Seakan-akan apa yang telah dilakukan oleh para pimpinan di Pusat, di daerah dan tokoh masyarakat seakan tiada berdampak untuk menciptakan suatu kedamaian dan keharmonisan di tanah Papua. Adrian Indra, seorang Journalis senior yang sudah puluhan tahun tinggal di Papua dan hidup bersama masyarakat asli Papua, mencoba menggali akar permasalahan yang sebenarnya. Jumlah korban karena kerusuhan tersebut masih simpang siur, antara 16 orang sd 21 orang.

Kondisi seperti ini akan berdampak kurang baik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo, baik dimata nasional maupun dimata dunia Internasional. Mereka tidak akan faham apa sebenarnya penyebabnya. yang mereka lihat dan mereka nilai adalah Output dari terjadinya kerusuhan itu.

Oleh karena itulah, dalam tulisan ini saya akan mewancara seorang Tokoh Pemuda Adat Papua dari Suku Tabi Max Abner Ohee, S.IP yang saat ini menjabat sebagai Panglima Tinggi/Ketua Umum GARDA PEMUDA ADAT ( GPA ) Papua yang  didampingi oleh Paus Kogoya, Neri Elupere ( Pemuda Adat Wilayah Lapago ), Santos Fonataba ( Pemuda Wilayah Adat Sareri ), Michel Sawak ( Pemuda Adat Meepago), Atanasius Koknat ( Pemuda Adat Anim Ha ), Pieter Stone Awi ( Pemuda Adat Tabi ), Yowel Baransano ( Pemuda Adat Domberay/Papua Barat ).

Tokoh Pemuda Adat yang dimaksudkan dalam tulisan ini, adalah seorang tokoh yang benar-benar keturunan langsung dari seorang Kepala Suku Besar/Ondoafi, yang memang ketokohannya berkapasitas diakui didalam masyarakat adatnya masing-masing.

Berikut Petikan Wawancaranya :

Red Juliet1news.com : Siang Kk Max Ohee..Kenapa Kondisi Papua seperti ini terus ? seolah tidak pernah berhenti rusuh…..dan terjadi pengrusakan bahkan banyak korban jiwa

Ketum GPA PAPUA        : ” Selamat Siang juga Abangku….hormat, ya saya pusing melihat kondisi seperti ini, dari kemarin saya terus rapat dan koordinasi dengan para tokoh adat dan tokoh Pemuda adat di Posko GPA Papua ini, di Pantai Klim Bay, Batas kota, Waena ini. Yang paling sangat saya pusingkan, selain terjadi di Wamena, kerusuhan ini juga terjadi di tanah adat saya, di Waena, Jayapura “

Red Juliet1news.com     : ” Melihat kenyataan yang terjadi dilapangan, sepertinya solusi yang baru-baru diambil oleh Pemerintah Pusat untuk menciptakan kedamaian di Papua, apakah belum terlihat efektif ? “

Ketum GPA PAPUA        : ” Inilah suatu contoh bahwa bagaimana Pihak Jakarta melihat permasalahan Papua dari ” kaca mata ” Jakarta. Seharusnya lihatlah masalah Papua itu dari ” kaca mata ” Papua. Dan tolong dibantu agar bisa diselesaikan atau minimal dicegah agar jangan jangan terjadi rusuh lagi,  dengan ” cara Papua “.

Red Juliet1news.com     : ” Apa bisa dijelaskan secara lebih rinci, apa yang dimaksud dengan ” kaca mata ” dan ” cara Papua ” itu, KK Max……..

Ketum GPA PAPUA        : ”  Jawabannya agak sedikit panjang…..yang  saya maksudkan adalah, bahwa karakter dan sifat sebahagian besar masyarakat Papua itu Ego Sentris kesukuannya atau adatnya dari dulu memang sangat kental sekali. Pada zaman dahulu, perang suku dikalangan suku di Papua, bukanlah hal yang aneh. Berbagai sumber masalah yang kecil, bisa menyebabkan terjadinya perang suku.

Dalam perkembangan setelah Papua bergabung dengan NKRI, terjadi masalah gesekan lain seperti  konflik yang bersifat vertikal antara masyarakat dengan aparat negara. Kekerasan dalam konteks ini intensitas kejadiannya cukup tinggi sehingga berpengaruh besar membawa rakyat papua menuju ketidak pastian hidup kedepannya.

Hasil gambar untuk Perang suku Papua

Kembali kepada perang suku bahwa dimasa dulu , perang suku adalah bagian dari ciri khas kekuasaan politik tradisional orang Papua. Setiap suku di Papua ( 253 suku ) memiliki pandangan perang masing – masing. Tetapi bagi orang Papua umumnya hakekat perang suku merupakan unjuk ketangguhan, keberanian dan keperkasaan suku atau seorang kepala suku dalam wilayah aliansi perang sekaligus mendongkrak derajat seseorang kepala suku atau seorang tertentu sebagai tokoh panutan atau tokoh yang berpengaruh dan disegani masyarakat lain.

Membunuh orang ( musuh ) dalam perang adalah prestisius besar dicapai oleh seorang ( pembunuh ) karena itu prinsip orang Papua perang adalah ajak merebut derajat sosial maka setiap orang laki-laki dituntut harus berani berani berperang dan harus berani membunuh musuh.

Red Juliet1news.com     : ” Lanjutkan penjelasannya KK MAx………”

Ketum GPA PAPUA        : ” Relevansi dari karakter asli sebahagian besar masyarakat Papua itu, bergeser sesuai dengan berjalannya waktu. Pengaruh perkembangan politik yang berita Hoax serta Propaganda oleh Organisasi yang berhubungan dengan Papua Merdeka, menyebabkan bangkitnya nasionalisme Papua Merdeka. Dalam kaitan ini orang Papua dalam beberapa tahun terakhir tengah dihadapkan aktivitas politik yang menjurus kekerasan dan perang melawan musuh. Hal ini memicu naluri perang orang Papua kembali dan mulai mempersiapkan diri dengan peralatan perang tradisional entah, busur panah, tombak , pisau dan kampak lalu turun ke jalan dan membuat suatu kerusuhan yang anarkis dan tanpa mereka sadari, itu sangat melawan hukum “

Akibatnya, mereka harus berhadapan dengan Kepolisian dan TNI, dan jika ini terjadi apalagi sampai timbul korban jiwa, semua pihak dirugikan dan nama Indonesia akan menjadi jelek dimata dunia Internasional. Dunia Internasional akan menilai pihak TNI/Polri melanggar HAM dan berbuat Kekerasan. Padahal kenyataannya kejadian yang sesungguhnya dilapangan sangat brutal. Bagi pihak Organisasi yang berafliasi ingin mendirikan negara Papua Merdeka, kejadian ini merupakan suatu kemenangan bagi mereka dan mereka akan “menggorengnya” dengan berbagai berita dan maklumat untuk Propoganda mereka ke PBB>

Red Juliet1news.com     : ” Benar sekali analisanya KK Max……jadi apa langkah-langkah yang harus diambil Pemerintah Pusat dan Aparat keamanan untuk tahap awal ini KK Max “

Hasil gambar untuk hoax OPM

Ketum GPA PAPUA        : ” Saya ingin sampaikan disini.. sehubungan dengan banyaknya account di media sosial dari simpatisan Papua Merdeka..bahwa Pemerintah Pusat gagal untuk membendung atau memblok account yang ada baik di Twitter,Facebook, Instagram, Blog, Website.  Saya belum melihat ada upaya dari Kemenkominfo untuk memblok account-account tersebut. Atau upaya dari pihak Kepolisian dan TNI menangkap para penyebar kebencian dan kebohongan serta penyebar rasa permusuhan yang terus menghasut masyarakat Papua tersebut.” Ini sangat penting sekali, karena ini ANGIN-nya atau KOMPOR-nya yang terus mengkipas-kipas bara api kecil sehingga menjadi besar.”

Red Juliet1news.com     : ” Terus bagaimana upaya selanjutnya KK Max…? “

Ketum GPA PAPUA        : ” Begini…….saya balik bertanya, apakah dengan cara Presiden mengumpulkan para tokoh-tokoh di Papua atau Panglima TNI/Ka.Polri datang dan berkantor selama 1 Minggu di Papua, atau apakah dengan dibangun jalan Trans Papua, BBM 1 harga, Pembangunan Bandara dan infrastruktur lainnya, bisa menciptakan suatu ketenangan dan kedamaian di Papua ? ” Kenyataan menjawab bahwa semua itu belum cukup untuk bisa menciptakan kedamain di Papua. Jika tidak ditemukenali solusi yang tepat, kejadian rusuh seperti ini akan terus terjadi dan terjadi lagi.”

Ini saatnya saya harus turun ikut membantu Presiden Jokowi, Menteri Pertahanan RI, dan Pangdam XVII Cenderawasih untuk menjaga dan menciptakan kedamaian di Papua. Saya akan membantu dalam dalam akar rumput. Karena selama ini, peran pemuda Adat kurang dilibatkan untuk bisa membantu mengatasi berbagai permasalahan kerusuhan di Papua. Karena yang terjun di lapangan itu adalah para pemuda, bukan tokoh yang tua-tua.

Jikapun nantinya di Papua dibangun Istana Presiden, hal tersebut bukan jawaban atas masalah yang ada. Inti masalahnya adalah telah tertanamnya suatu Mindset difikiran dan jiwa sebahagian besar orang Papua, bahwa suatu saat Papua bisa Merdeka. Dan juga adanya suatu Mindset bahwa Papua bergabung kedalam NKRI tidak sah. Bahkan ada suatu Mindset yang lebih extrem, yaitu Indonesia itu adalah penjajah Papua.

Mengenal Pecalang, Sosok Keamanan Penjaga Khidmat

Upaya pertama yang bisa dilakukan adalah dengan cara Preventif, yaitu di tiap-tiap wilayah adat dan ditiap Kabupaten di Papua dibentuk GARDA PEMUDA ADAT ( GPA). Para pimpinan GPA inilah yang harus mencegah kerusahan yang terjadi ditiap kabupatennya dan sekaligus bisa meredam jika kerusuhan terjadi. Konsep pembentukan GPA ini sama seperti pembentukan PECALANG di Provinsi Bali.

Hasil gambar untuk PEcalang Bali

Pecalang adalah Polisi Adat Bali, atau Penjaga Kemanan secara Adat Bali. Warga Bali selalu merasa peranan pecalang begitu penting, oleh karena itu pecalang selalu dilibatkan dalam dalam setiap kegiatan adat. Bukan sebatas menjaga keamanan, mereka juga penanggung jawab di luar kegiatan. Meski menjadi seorang pecalang tidak dibayar, namun sebagian besar dari mereka menjalani pekerjaan tersebut dengan serius dan ikhlas. Mereka juga mengaku menjalani pelatihan, seperti mengatur lalu lintas,  latihan bela diri khusus. Sebagai pecalang mereka kadang juga berhadapan dengan hal yang berbahaya seperti adanya warga yang bentrok atau perusuh.

Namun khusus untuk GARDA PEMUDA ADAT ( GPA ) PAPUA yang saya bentuk ini, saya juga ingin mereka dibekali dengan Pelatihan BELA NEGARA dan juga sekaligus nantinya mereka bisa menjadi kader yang mensosialisasikan bela BELA NEGARA dan PERUBAHAN MINDSET kepada masyarakat Papua. Mereka juga perlu dibekali ilmu ANTI PROPAGANDA.

Tidak hanya sampai disitu, Garda Pemuda Adat inilah nantinya yang juga bisa dijadikan salah satu Lembaga sebagai partner Pemerintah Pusat jika ada program-program yang berhubungan dengan Pelatihan Keterampilan anak-anak muda Papua yang belum mempunyai pekerjaan. Dan juga jika da bantuan untuk usaha guna perbaikan ekonomi keluarga mereka. Karena faktor ekonomi juga adalah salah satu biang kerok masalah yang ada di Papua selama ini.

Red Juliet1news.com     : ” Apakah yang terjadi di Papua ini adalah sebagai wujud bagian dari Perang Semesta ( Total Warfare ) KK Max “

Ketum GPA PAPUA        : ” Sangat tepat….banyak orang tidak menyadari, bahwa ini adalah perang tidak nyata, ini adalag perang ideologi dan juga bisa termaktub didalamnya ada cyber war. Kondisi di Papua ini tidak bisa dianggap remeh, para tokoh yang hebat-hebat di luar negeri yang juga didukung secara tidak langsung oleh negara asing ikut bermain dalam perang ini. Dan memang benar, seperti disampaikan oleh Bp. Menteri Pertahanan RI ( Jenderal Ryamizard Ryacudu, pihak ISIS juga bermain dalam perang kali ini.”

Apa yang telah dilakukan oleh Menteri Pertahanan RI ( Bp. Ryamizard Ryacudu ), baru-baru ini dengan datang langsung ke kampung Adat Babrongko Papua, adalah suatu langkah yang sangat Briliyant. Hal itu belum pernah dilakukan oleh pejabat pemerintah pusat RI manapun., yang mau datang ke kampung kecil terpencil dan membaur bersama masyarakat. Dan memang sudah sangat tepat, Bp. Ryamizard Ryacudu diangkat sebagai anak adat suku Tabi/ Mamta dari Kampung Barongko Umandrow, Kabupaten Jayapura.

Red Juliet1news.com     : ” Baik …Kk Max…….Luar Biasa penjelasannya, semoga para pejabat Pemerintah RI di Jakarta bisa mendengar apa yang KK Max Ohee paparkan ini, dan bisa mendukung untuk gerakan dari GARDA PEMUDA ADAT ( GPA ) PAPUA.  oke nanti kita sambung kembali wawancaranya, hormat KK “

Ketum GPA PAPUA        : ” Siaaaaap…..Hormat Abang…..Foi….”

( AI/Juliet1news.com/IX/2019 )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link