Max Abner Ohee, S.IP ” BAGAIMANA KESIAPAN PENYELENGGARAAN PON XX PAPUA ?”

Max Abner Ohee, S.IP ” BAGAIMANA KESIAPAN PENYELENGGARAAN PON XX PAPUA ?”

Max Abner Ohee, S.IP ” BAGAIMANA KESIAPAN PENYELENGGARAAN PON XX PAPUA ?”

Ketua Umum DPP Aliansi Masyarakat Peduli PON Papua ( AMP3 ) Max Abner Ohee, S.IP, yang didampingi oleh Sekjend DPP AMP3 Adrian Indra, S.Sos, mengadakan jumpa pers untuk menyampaikan rasa kekuatirannya tentang PON XX Papua tahun 2020 ini, apakah  bisa terlaksana pada tepat waktu atau ditunda.

Menurut Max Abner Ohee, PON XX ini merupakan salah satu ajang  Kegiatan Nasional yang sangat penting dan juga akan menjadi pertaruhan harga diri masyarakat Papua.

Dalam iven pelaksanaan PON ini, harga diri masyarakat Papua yang dipertaruhkan adalah selain dalam hal raihan Prestasi juga adalah dalam hal sukses penyelenggaraannya. Oleh karena itu, Max meminta semua pejabat yang bertanggung jawab dalam kepanitiaan PON tersebut bekerja secara maksimal dan professional.

Max Abner Ohee sangat mendukung berbagai upaya keras yang telah dilaksanakan oleh Gubernur Papua, Bp. Lukas Enembe sebagai Ketua Umum Penyelenggara PON XX/2020 agar PON bisa berjalan dengan baik dan tepat waktu di Papua. Namun ada beberapa kendala yang memang sangat berat yang harus dikejar seiring dengan semakin dekatnya waktu penyelenggaraan PON tersebut. Seperti pembangunan berbagai venue, penyiapan berbagai sarana Olahraga di venue tersebut, juga tentang persoalan dana.

Oleh karena itu, Max Abner Ohee meminta perhatian dan bantuan dari Presiden Joko Widodo dan Kementerian Pemuda Olahraga, agar kendala kendala yang ada didalam rangka persiapan penyelenggaraan PON XX tersebut dapat teratasi dengan baik.

AMP3 sebagai wadah tempat berkumpulnya masyarakat Papua dan anak-anak Adat Papua dari berbagai suku diseluruh Papua yang peduli terhadap penyelenggaraan PON XX Papua akan terus memantau dan mengkritisi jika ada para pejabat yang ditunjuk dalam Pantia Penyelenggara PON XX yang tidak bekerja secara maksimal. AMP3 juga nantinya akan melaksanakan kunjungan dan saling komunikasi dengan para Bupati/Walikota yang mana didaerahnya yang akan dilaksanakan berbagai pertandingan PON XX nanti.

Ajang PON XX nantinya akan didatangi oleh lebih kurang 10.000 atlet dan official dari seluruh Indonesia. Tentunya kesiapan masyarakat Papua, khususnya yang berada di wilayah adat MAMTA, harus juga diberikan berbagai pelatihan agar bisa memamfaatkan moment ini untuk bisa menciptakan dan menjual berbagai produk ekonomi kerakyatan yang kreatif seperti souvenir, cindera mata, makanan dan berbagai sarana penunjang lainnya.

Lokasi-lokasi wisata seperti yang disekitar Danau Sentani juga harus dibenahi, diperindah, dijaga kebersihannya serta ditambahkan beberapa sarana dan fasilitas sehingga nantinya para tamu PON yang datang bisa dengan nyaman menikmati indahnya Danau Sentani.

Tentang adanya wacana penundaan pelaksanaan PON, Max Abner Ohee sepenuhnya mendukung apa yang diputuskan oleh Gubernur Papua. Karena menurut Gubernur bukannya tanpa alasan adanya wacana penundaan pelaksanaan PON tersebut, mengingat untuk pembangunan infrastruktur PON saja semuanya harus dibangun dari nol.

Belum lagi untuk persiapan alat alat pertandingan yang seharusnya dipersiapkan satu tahun sebelum hari pelaksanaan. Lalu kesiapan atlet dari seribu atlet baru 800 yang terdata untuk PON saja, Pemprov Papua masih butuh anggaran Rp 4 triliun, kecuali negara mau turun tangan untuk membantu.

Selain perhelatan PON, Provinsi Papua juga akan menjadi tuan rumah beberapa agenda nasional seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Oktober 2019 dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2020 mendatang.

Max Abner Ohee mengulang kembali apa yang pernah disampaikan oleh Gubernur Papua, Bp. Lukas Enembe yang menyatakan bahwa, pembangunan di Papua masih tertinggal karena masih ada yang memandang masyarakatnya dinomorduakan.

“Guna menepis semua anggapan itu PON XX merupakan momentum yang tepat bagi bangsa Indonesia dalam mempercepat pemerataan pembangunan Papua dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia, selain itu, diharapkan ekonomi kreatif tumbuh, dunia pariwisata hidup dan semakin bergeliatnya pergerakan barang dan jasa di Papua “

( Lukas Enembe, S.IP., M.H )

Dikatakan oleh Gubernur, pembangunan prasarana dan sarana cabang-cabang olahraga di berbagai titik daerah, tentu diikuti oleh dukungan pembangunan infrastruktur dasar lain, yang akan mendukung pengembangan wilayah Papua, seperti perumahan, jalan dan jembatan, jaringan air bersih, daya listrik dan telekomunikasi maupun ruang terbuka hijau yang tertata.

Gubernur Papua juga menjelaskan, proses menuju PON XX ini semakin memperkuat solidaritas sosial antar anak bangsa dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia, maupun solidaritas sosial di internal penduduk Papua yang kini berjumlah sekitar 3,5 juta jiwa.

“Julukan Papua sebagai Indonesia Mini menjadi modal sosial, sekaligus modal kultural penduduk yang beragam dalam memperkuat Kasih Menembus Perbedaan,”

( Lukas Enembe, S.IP., M.H )

Dalam skenario pelaksanaan PON XX 2020, Gubernur Enembe menjelaskan skenario cluster (tersebar) menjadi pilihan dari KONI Provinsi Papua. Ada 5 titik kawasan sebagai tempat pelaksanaan pertandingan, yakni kawasan Jayapura, Merauke, Jayawijaya, Mimika dan Kawasan Biak Numfor.

Pola distribusi ini sejalan dengan pendekatan kewilayahan adat dalam pembangunan Papua, baik kawasan adat Saireri, Mamta, Mee Pago, Laa Pago, dan Animha. Dengan cara ini derap pembangunan akan dirasakan secara merata di semua kawasan adat, dan soliditas maupun kebanggaan rakyat Papua tumbuh secara inklusif.

“PON XX 2020 juga dijadikan momentum dalam strategi akselerasi pembangunan pariwisata Papua. Saat ini, Pemprov Papua dan Kabupaten-Kabupaten terus merevitalisasi produk-produk wisata dan destinasi wisata yang berbasis lingkungan dan sosial budaya,” ( Lukas Enembe, S.IP., M.H )

Untuk itu, Gubernur Enembe menguraikan bahwa Pemprov Papua sedang meningkatkan aksesibilitas udara, darat dan laut. Hal ini diikuti oleh penyiapan pusat-pusat kerajinan, ouvenir dan akomodasi di berbagai daerah. Dalam konteks marketing, Pemerintah Provinsi Papua menetapkan program Visit Papua Year 2018.

“Bagi rakyat Papua, PON dimaknai secara khusus, yakni hutuf P sebagai Pariwisata dengan Visit Papua Year 2018. Huruf O dimaknai Olah Raga menuju sukses Papua sebagai tuan rumah PON, dan huruf N adalah NKRI yang dimaknai sebagai aktualisasi potensi kepemudaan dalam memperkuat semangat nasionalisme Indonesia,”  ( Lukas Enembe, S.IP., M.H )

Dalam penutup jumpa Persnya, Max Abner Ohee, mengajak seluruh masyarakat Papua umumnya dan masyarakat dari wilayah Adat Mamta khususnya, agar benar-benar bisa mendukung seluruh hal yang berhubungan dengan penyelangaraan PON ini nantinya. Max Abner Ohee juga menyampaikan bahwa AMP3 siap juga untuk saling bekerjasama dengan para Relawan PON yang selama ini telah bekerja. Dan jika diperlukan untuk berkoordinasi dengan para pelaksana PON XX, AMP3 siap membantu dan berpartisipasi.

( Report By : Adrian Indra/ Sekjend DPP AMP3 )

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link