Langkah Cepat Pembangunan Perumahan Korban Banjir Bandang Sentani

Langkah Cepat Pembangunan Perumahan Korban Banjir Bandang Sentani

Langkah Cepat Pembangunan Perumahan Korban Banjir Bandang Sentani

Arahan Presiden Jokowi, ketika meninjau korban banjir bandang Sentani yaitu,  Presiden Jokowi meminta penanganan bencana banjir bandang di Sentani dengan jangka pendek dan jangka panjang dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir bandang. Saat berdialog dengan pengungsi, sejumlah warga berharap segera mendapatkan kepastian tentang relokasi tempat tinggal mereka. Sebab, rumah yang mereka huni sebelumnya telah habis disapu banjir.

“Kita mau membangun kalau membangun di tempat yang lama tidak mungkin, memungkinkan karena akan terjadi bencana lagi, berulang lagi sehingga di lokasi di tempat yang dipastikan aman dari bencana,” ( Presiden Joko Widodo )

Sejauh ini, lokasi relokasi belum ditemukan. Namun, Presiden memastikan, pembangunan hunian segera dilaksanakan bila lokasi baru yang ditentukan telah ditemukan.

Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Kerja (Satker) Penyediaan Perumahan Provinsi Papua , Malikidin Soltif berkomitmen untuk secepatnya bisa merealisasikan apa  yang diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo tersebut.

Seperti sudah diketahui bersama tentang kendala pembangunan perumahan di Papua adalah tentang masalah tanah ulayat yang sering jadi masalah. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang turun langsung ke BTN Nauli, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, mengatakan pihaknya akan melakukan dua hal untuk mengantisipasi adanya bencana susulan.

Pendekatan struktural dan non-struktural akan dilakukan pemerintah untuk mengatasi dampak banjir bandang yang terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengutarakan rencana pembangunan sabo dam untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat banjir. Pembangunan tersebut dilakukan guna menahan laju material yang ikut terangkut saat banjir seperti batang kayu, batu besar hingga pasir. Material-material tersebut berasal dari sejumlah sungai yang berada di sekitar Pegunungan Cycloops seperti Sungai Dobokurung, Sungai Kemiri, dan Sungai Kertosari.

“Pertama, yang akan kami analisa cepat ini adalah membuat bangunan untuk mengarahkan air ke aliran sungai aslinya. Yang kedua, karena ini materialnya masih terbawa, nanti kami bikin seperti di (gunung) Merapi, kami akan buat sabuk dam, airnya bisa mengalir, materialnya bisa tertahan,” ( Basuki Hadimuljono )

Untuk mencarikan solusi terbaik, pada tanggal 30 April 2019 Satuan Kerja (Satker) Penyediaan Perumahan Provinsi Papua , Malikidin Soltif mengadakan pertemuan dengan Pdt Alberth Yoku sebagai kepala Percepatan Pembangunan Kab. Jayapura, Max Abner Ohee Tokoh Masyarakat dan Marlin Sianturi Dewan Pembina DPP Juliet One For Jkw-MA. Untuk pembangunan rumah bagi korban yang terdampak,  hanya bisa lokasinya harus di tempat yang aman sesuai dengan tata ruang milik pemerintah daerah setempat, dan tersedia fasilitas air dan listrik, kemudian sekolah maupun tempat ibadah.

Data  rumah yang rusak sejumlah 3023 rumah. Jumlah itu mencakup rumah KPR rumah, non KPR maupun rumah terendam karena luapan air di Danau Sentani. Sebanyak 1.956 rumah rusak berat, 253 rusak sedang dan 814 rusak ringan. Kerusakan paling banyak karena luapan air danau. Sebanyak 1.568 rumah di Danau Sentani rusak berat karena terrendam air dalam waktu cukup lama.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via