Jokowi Digoda Ibu-Ibu, dari Pujian Ganteng sampai Minta Duit

Jokowi Digoda Ibu-Ibu, dari Pujian Ganteng sampai Minta Duit

Jakarta, Titi Suharti, warga Kepulauan Bangka Belitung, merasa seperti bermimpi bisa bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo. Titi mengaku selama ini hanya bisa melihat Jokowi dari balik layar televisi.

Titi merupakan seorang ibu penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang diminta maju oleh Jokowi. Ia berdiri tepat di sisi kiri Jokowi saat berdialog dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

“Kayak mimpi ketemu sama bapak presiden, soalnya sering lihat di tv, ini ketemu kelihatan aslinya. Deg-degan rasanya,” kata Titi disambut tawa hadirin.

Titi memuji Jokowi. Menurutnya, Jokowi lebih ganteng ketimbang yang terlihat selama ini di layar kaca. Mantan walikota Solo itu tersenyum mendapat sanjungan dari Titi.

“Ah ibu ini loh. Begitu bulan Januari (dana PKH) ditransfer langsung muji ganteng. Kalau di tv enggak ganteng?” tutur Jokowi.

“Kalau aslinya ganteng, kalau di tv enggak. Hampir 55 tahun baru bisa ketemu. Kayaknya (seperti) dapat bintang di langit. Berdegup jantung. Apa pertanyaannya?” timpal Titi.

Pernyataan Titi itu sontak mengundang tawa Jokowi serta hadirin dalam sosialisasi penyaluran PKH di Graha Sasana Kasih, Kompleks Kampus Atma Luhur, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (14/3).

Titi mengucapkan terima kasih mendapat bantuan dari pemerintah. Ia mengaku juga menerima bantuan BPJS Kesehatan. Menurut Titi, dengan kartu itu dirinya bisa membawa anaknya berobat ke Rumah Sakit Darmais, Jakarta.

Titi menyatakan bila tak memiliki kartu BPJS Kesehatan dirinya harus membayar Rp64 juta untuk biaya berobat sang anak. Namun, kata Titi, anaknya kini sudah meninggal. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan sosial yang diberikan Jokowi.

“Sedih, tapi banyak-banyak mengucapkan terima kasih untuk kartus sehat dan PKH. Banyak-banyak makasih, semoha bapak sehat panjang umur, dilindungi Allah SWT,” ujarnya.

Jokowi lantas menanyakan saldo dalam tabungan PKH Titi yang tersisa Rp568 ribu. Dengan jujur Titi mengaku tak bisa mengetahui jumlah dalam saldo miliknya.

Meskipun demikian Titi tetap bangga meski tak bisa menulis karena tak pernah mengenyam bangku pendidikan dirinya bisa membaca.

Ia pun ‘pamer’ kepada Jokowi pernah masuk stasiun televisi swasta dalam sebuah acara musik.

“Jadi ibu dan Oky Lukman diajak goyang dikasih duit?” timpal Jokowi.

“Iya, bisa goyang,” kata Titi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu langsung meminta Titi bergoyang di atas panggung.

Awalnya Titi mengaku malu lantaran di belakang panggung ada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Jokowi tetap merayu Titi untuk menunjukkan aksinya. Namun, kali ini Titi menanyakan apakah dirinya akan diberikan uang.

“Dapat uang enggak?” kata Titi.

“Aduh suruh goyang minta bayaran. Masyaallah,” ujar Jokowi.

Percakapan mereka berdua kembali membuat hadirin yang berada di dalam ruangan tertawa, termasuk Ibu Negara Iriana, yang duduk persis di belakang Jokowi dan Titi.

Titi mengatakan membutuhkan uang untuk membeli televisi. Menurutnya, sebentar lagi akan masuk bulan puasa Ramadan, sehingga butuh televisi untuk menonton acara selama waktu sahur.

“Kan mau bulan puasa, mau liat sahur enggak punya tv, kalau dikasih hadiah goyang mau,” tutur wanita yang mengaku sudah menjadi janda selama 12 tahun.

“Woalah berat berat berat. Sudahlah ibu enggak usah goyang. Pinter banget ibu ini, pinter banget. Nanti ditransfer lagi (PKH) April. Yang penting saya titip pemakaian uang PKH ini hati-hati, yang penting bisa mengendalikan,” kata Jokowi.

“Jangan lupa ibu-ibu ingat sama bapak, 01 ya. Semoga bapak terpilih lagi. Mudah-mudahan bapak tetap sama ibu (Iriana). Itu jangan lupa. 01 Jokowi,” kata Titi.

“Jangan kampanye, hei hei, jangan kampanye. Ini enggak boleh kampanye ini. Ini enggak boleh kampanye,” tutur Jokowi meminta Titi tak melanjutkan ucapannya.

Pada tahap pertama, Provinsi Bangka Belitung tahun ini mendapat bantuan total sebesar Rp33.934.130.000, dengan rincian PKH untuk 22.221 keluarga sebesar Rp29.153.750.000 dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 43.458 keluarga sebesar Rp4.780.380.000.

Jokowi mengingatkan kepada para ibu-ibu agar uang bantuan tersebut digunakan untuk kepentingan pendidikan dan gizi anak. Calon presiden petahana itu mewanti-wanti agar uang bantuan sosial tak dipakai untuk kepentingan pribadi orang tua.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link