Frederikus Gebze, Sosok Pemimpin Yang Sarat Prestasi ( Bagian 2 )

Frederikus Gebze, Sosok Pemimpin Yang Sarat Prestasi ( Bagian 2 )

FREDERIKUS GEBZE, SOSOK BUPATI  YANG RENDAH HATI NAMUN SARAT DENGAN PRESTASI KINERJA FENOMENAL

( BAGIAN 2 )

Oleh : Max Abner Ohee, S.IP

( Ketua DPD BARISAN MERAH PUTIH Provinsi Papua )

Pembangunan Kawasan Perbatasan Sota

Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota di wilayah perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Papua New Guinea (PNG) di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, terus digenjot oleh pemerintah setempat. Bupati Merauke Frederikus Gebze mengaku, pihaknya terus berupaya melaksanakan amanat pemerintah pusat mengenai pembangunan di kawasan perbatasan. Menurutnya, salah satu langkah yang telah berhasil dilakukan oleh pemerintahan yang dipimpinnya mengenai perluasan dan pengembangan wilayah pertanian.

“Untuk pertanian sejauh ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang bermukim di perbatasan,”( FREDERIKUS GEBZE )

Untuk perluasan lahan pembangunan PLBN, lanjutnya, tengah dimatangkan bersama pihak terkait. Hal itu tidak terlepas koordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

“Koordinasi terus dilakukan. Termasuk mendata luasan lahan yang akan digunakan dalam pembangunan,”( FREDERIKUS GEBZE )

Peningkatan status Pos Lintas Batas (PLB) menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Distrik Sota juga dipertegas Danramil 1707-16/Sota Kapten Inf Daniel Ngilawane. Dia menyebutkan, sejauh telah disiapkan lahan seluas 100 meter ke arah kanan dan 100 meter ke arah kiri dari PLB tang sekarang. Secara umum, tambahnya, sebagaimana masterplan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pengembangan pembangunan dibagi dalam 3 zona.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang juga menjabat sebagai Ketua BNPP menekankan, bahwa pembangunan di kawasan perbatasan membutuhkan kerja sama semua pihak, baik dari kementerian, lembaga terkait, TNI, Polri dan masyarakat setempat. Selain PLBN itu sendiri, di kawasan perbatasan juga sangat perlu dibangun pelbagai aspek pendukung yang merupakan kebutuhan dasar seluruh rakyat.

PON XX Papua

Kabupaten Merauke akan mempersembahkan 500 – 1.000 tifa dalam pembukaan PON XX yang rencananya akan digelar di Stadion Papua Bangkit. Tifa merupakan salah satu alat musik pukul dari Papua. Nantinya tifa akan dipukul dan dibawa oleh atlit, official maupun peserta untuk digaungkan dalam upacara pembukaan PON XX. Sebanyak 500 hingga 1.000 tifa akan disusun sepanjang 1 meter lebih.

“Mudah mudahan dengan 500 – 1.000 tifa dapat  menggetarkan semangat Papua,  untuk siap menjadi tuan rumah dan bisa ikut aktif partisipasi dalam PON XX,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Dalam persiapan PON XX, Pemkab Merauke juga menggelontorkan dana Rp150 miliar, untuk pembangunan sarana dan prasarana penunjang PON XX. Dari dana Rp 150 miliar itu, ditambah dengan bantuan dari Pemprov Papua Rp50 miliar. Bupati Merauke, Frederikus Gebze menyebutkan persiapan pembangunan sarana dan prasarana itu telah mencapai 30 persen yang meliputi persiapan tender, kontrak dan pelaksanaan   sirkuit bertaraf nasional.

“Harapannya, pembangunan vanue PON akan selesai pada  20 Mei 2020 yang merupakan momentum kebangkitan Papua, untuk persiapannya, Pemkab Merauke telah melakukan rehabilitasi, rekstrukturisasi dan rekonstruksi terhadap stadion, termasuk melakukan pembangunan infrastruktur jalan pendukung. Termasuk mempersiapkan atlit yang bermain pada beberapa cabang olahraga, diantaranya tinju, wushu, sepakbola, voli dan atletik,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Jalan Perbatasan Merauke-Jayapura

Pada akhir Juli lalu misalnya, Jokowi memamerkan foto yang menggambarkan pembangunan jalan di perbatasan Papua dan Papua Nugini. Setidaknya ada yang menarik dari foto yang ditampilkan Jokowi, selain bentangan alam yang indah Pegunungan Bintang, Papua tapi ada aspek-aspek lain.

“Ini pemandangan satu ruas jalan perbatasan di Pegunungan Bintan, Papua. Meliuk-liuk di antara hutan dan lereng gunung, jalan selebar tujuh meter ini bagian dari 1.098 kilometer jalan perbatasan dari Merauke ke Jayapura, hingga Papua Nugini. Indah, bukan?” ( Presiden Jokowi )

Aspek lain dari foto yang ditampilkan Presiden Jokowi, adalah tak mudah membuka jalan di tengah medan yang berat demi membangun konektivitas di Papua.

“Tantangan pembangunan jalan di Papua tidak mudah karena kondisi alam, cuaca, dan material konstruksi yang terbatas,”  ( Presiden Joko Widodo )

Aspek lain adalah meski jalan itu belum maksimal dibangun tapi, telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Presiden Jokowi mengatakan keberadaan jalan, kendati masih berupa jalan tanah, telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di Papua. Apalagi apabila sudah dibangun keseluruhan atau sudah diaspal.

“Jarak antar pusat ekonomi wilayah yang ditempuh berminggu-minggu dengan berjalan kaki, sekarang dalam hitungan hari setelah dapat dilintasi kendaraan. Bahkan nantinya, semakin singkat dalam hitungan jam,”( Presiden Joko Widodo )

Ia mencontohkan ada ruas jalan yang menghubungkan distrik Limarum dengan Kota Oksibil yang sedang dibangun. Juga ada ruas jalan Sota – Erambu – Bupul sepanjang 111 kilometer sudah diaspal. Selain itu ada ruas jalan Bupul – Muting sampai Boven Digoel sepanjang 233 kilometer yang juga diaspal. Dari total jalan perbatasan dari Merauke – Jayapura sepanjang 1.098 kilometer, hingga akhir tahun 2018 sudah tersambung 919 kilometer.

SKPT MERAUKE

Kabupaten Merauke adalah salah satu kabupaten yang berada pada wilayah Provinsi Papua, dimana secara geografis posisi terletak antara 137⁰ –141⁰ BT dan 5⁰ –9⁰ LS. Hal ini menjadikan Kabupaten Merauke merupakan salah satu kabupaten yang wilayahnya menghadap Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.54/MEN/2014, estimasi potensi sumber daya ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Negara Republik Indonesia 718 terdiri dari ikan pelagis besar, ikan pelagis kecil, ikan demersal, udang, ikan karang konsumsi, lobster dan cumi-cumi.

Diantara potensi tersebut, ikan pelagis kecil merupakan potensi yang terbesar, sedangkan produksi terkecil adalah lobster. Dari potensi diatas, Kabupaten Merauke baru memanfaatkan potensi sebesar 15% saja dari potensi lestari (potensi berkelanjutan) di WPP 718, maka masih ada peluang untuk memanfaatkan potensi sebesar 85%. Pemanfaatan potensi yang sangat prospektif dapat dijadikan sebagai penggerak ekonomi maritim di Kabupaten Merauke maupun secara nasional untuk tujuan kemakmuran masyarakat setempat.

Permasalahan yang dihadapi pemerintah sampai saat ini, dikarenakan kondisi sarana dan prasarana yang belum mendukung; kondisi pendidikan dan kemampuan sumberdaya manusia setempat; jenis alat tangkap dan perahu yang digunakan masih tradisional; dan belum tersedia prasarana perikanan berupa pelabuhan perikanan. Di samping itu, potensi yang sangat besar di WPP 718 dimanfaatkan oleh kapal asing (illegal fishing) yang kemampuan dan jumlahnya lebih besar. Berkaitan dengan rencana pembangunan PKKPT, strategi konsep pengembangan perikanan di Kabupaten Merauke diarahkan menjadi dua peruntukan kawasan yaitu kawasan pendukung PKKPT dan kawasan pusat PKKPT.

Kawasan pendukung PKKPT berada di wilayah pesisir berada di Distrik Tabonji, Ilwayab, Kimaam, Waan, Okaba, Tubang, Malind, Naukenjerai, dan Semangga. Kawasan pusat PKKPT berada di Distrik Merauke. Dalam rangka pengembangan Kelautan dan perikanan, lokasi sentra-sentra produksi perikanan tangkap yang potensial untuk dikembangkan di kawasan pendukung berada di Distrik Tabonji, Ilwayab, Kimaam, dan Waan. Kemudian sebagai pusat kawasan berada di Merauke yang berfungsi sebagai kawasan industri pengolahan; pemasaran dan distribusi kelautan dan perikanan terintegrasi yang dirancang dengan pendekatan konektivitas antar kawasan.

Berdasarkan pembagian diatas, konsep pengembangan perikanan di PKKPT berbasis inti dan plasma yang dinamis. Kawasan sentra-sentra produksi perikanan tangkap sebagai “plasma” artinya kawasan tersebut sebagai sumber produksi perikanan tangkap bagi pengembangan perikanan, meliputi wilayah Distrik Merauke, Tabonji, Ilwayab, Kimaam, dan Waan.

Untuk mendukung kinerja kawasan plasma ini dibangun pelabuhan perikanan yang dilengkapi dengan berbagai sarana (dermaga, cold storage, pabrik es, suplai air, energi listrik). Sedangkan untuk mendukung kegiatan nelayan dibantu dengan sarana penangkapan ikan (perahu dan alat penangkapan ikan). Secara faktual, masyarakat Pulau Kolepon yang perlu dibantu dalam penyediaan armada kapal adalah sebesar 10.358 nelayan. Untuk memanfaatkan potensi hasil tangkapan perikanan sebesar 69.750 ton, maka diperkiraan membutuhkan motor tempel 5 GT dengan kapasitas 2 ton/motor tempel sebanyak 34.875 unit motor tempel.

Oleh sebab itu, masing-masing lokasi pelabuhan perikanan membutuhkan 159 unit motor tempel/lokasi/tahun. Selain itu, alat tangkap yang digunakan antara lain pukat udang, tramell net, gill net, jaring insang hanyut, jaring insang tetap, jaring insang angkat, pancing, bubu dan jala.  Kemudian daripada itu, peluang eksport berupa ikan dan udang sudah sampai di Tiongkok, Taiwan, Vietnam, Thailand, Eropa dan Australia. Peluang tersebut perlu ditingkatkan produksi dengan mengembangkan armada kapal 10-30 GT, sedangkan untuk kapal insulated) untuk melakukan kegiatan collecting (mengumpulkan) produksi dari masing-masing sentral produksi.

Sedangkan Distrik Merauke yang berada di kawasan pelabuhan perikanan Merauke dan sekitarnya, ditetapkan sebagai “inti” artinya sebagai pusat kawasan industri pengolahan hasil perikanan, pengembangan produk perikanan, pendaratan ikan, pintu gerbang pasar luar daerah termasuk ekspor beserta pelayanannya. Sebagai Kawasan Inti dilengkapi dengan sarana industri pengolahan (cold storage, pabrik es, suplai air, energi listrik, pasar ikan) dan prasaran pelabuhan perikanan (dermaga, kawasan industri, jalan komplek).

Dalam operasionalisasinya, produksi hasil penangkapan para nelayan ditampung di pelabuhan perikanan pada masing-masing sentra produksi. Pada periode tertentu, kapal pengangkut mengumpulkan produksi dimasing-masing pelabuhan perikanan dan dibawa ke Kimaam (alternatif pertama) dan/atau ke Wanam (alternatif kedua). Selanjutnya, semua produksi yang sudah terkumpul diangkut melalui laut dan udara menuju Merauke.

Aktivitas perikanan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Merauke terus bergeliat menunjukkan kemajuan dan peningkatan yang signifikan. SKPT yang dipecepat pembangunannya sejak 2017 dengan luas 749.164 meter persegi ini, kini telah semakin memadai dengan adanya berbagai fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang untuk mendukung aktivitas perikanan.

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Merauke yang berada di dalam kawasan SKPT memiliki fungsi strategis dalam memberikan pelayanan kepada kapal perikanan Indonesia, khususnya di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNR) 718 yang meliputi Laut Aru, Arafura, dan Laut Timor bagian Timur. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah dan nilai produksi perikanan yang didaratkan di PPN Merauke mengalami peningkatan yang signifikan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap menguraikan, hingga Juli 2019 jumlah ikan yang didaratkan mencapai 4.205 ton. Tangkapan dominan adalah ikan kuro sebanyak 1.210 ton atau 29% dari total ikan yang didaratkan. Umumnya ikan-ikan tersebut tertangkap oleh alat penangkapan ikan berjenis gillnet.

“Sebelumnya, pada tahun 2018, jumlah ikan yang didaratkan mencapai 13.458 ton senilai Rp490,6 miliar. Jumlah ini meningkat sebesar 12% dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 12.000 ton. Sedangkan nilai produksinya meningkat sebesar 63% dari total nilai ikan yang didaratkan pada tahun 2017, yaitu sebesar Rp300,45 miliar. Kita yakin, pada tahun 2019 ini akan didapatkan nominal yang lebih tinggi lagi karena ikan banyak, nelayan tidak mencari ikan tapi menangkap ikan,” ( M. Zulficar Mochtar, S.T, M.Sc )

Frekuensi kunjungan kapal perikanan juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, tercatat 1.164 kunjungan kapal di PPN Merauke. Jumlah ini meningkat 4% dari tahun 2017 yang mencatat 1.117 kunjungan kapal. Sebanyak 41% dari total kunjungan tersebut atau 483 kunjungan kapal merupakan kapal-kapal berukuran >30 GT.

Sementara itu, per Juli 2019, jumlah kunjungan kapal sudah mencapai 691 kali atau 59% dari total kunjungan pada tahun 2018. “Diperkirakan trend positif ini akan berlanjut dan melampaui pencapaian di tahun 2018,” ( M. Zulficar Mochtar, S.T, M.Sc )

Lebih lanjut M. Zulficar Mochtar, S.T, M.Sc  mengungkapkan, Merauke memiliki potensi sumber daya alam yang strategis untuk menyokong pasar perikanan nasional. Perairan Papua dan Merauke pada khususnya, dikaruniai dengan ekosistem perairan tropis yang memiliki karakteristik dinamika sumber daya perairan yang luar biasa.

“Untuk itulah SKPT Merauke hadir untuk mengembangkan sektor perikanan di Indonesia Timur. Sumber daya ikan yang melimpah tersebut, tentu saja harus dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan nelayan. Ke depannya, SKPT semakin menjadi pelecut pengembangan ekonomi kawasan dengan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utamanya,”( M. Zulficar Mochtar, S.T, M.Sc )

Optimalkan Fasilitas Pelabuhan Perikanan

Sampai dengan saat ini, fasilitas pokok, fasilitas fungsional, dan fasilitas penunjang yang sudah beroperasi di PPN Merauke antara lain dermaga sepanjang 287 meter atau seluas 4.874,5 m2, kolam pelabuhan (60 ha), trestle, alur pelayaran, turap, jalan utama, drainase, kantor pelabuhan, TPI (800 m2), suplai air bersih (200 m3/hari), gudang beku terintegrasi yang dapat menampung 200 ton ikan, sentra pengolahan ikan (375 m2), mess karyawan, kios perbekalan, masjid, shelter nelayan, MCK, dan pos jaga.

Direktur Pelabuhan Perikanan, Frits P. Lesnussa sebagai penanggung jawab pembangunan dan pengelola SKPT Merauke mengatakan, sejak akhir tahun 2018 lalu SKPT Merauke juga telah melakukan ekspor perdana gelembung ikan (fish maw) tanpa harus melalui kota lain. Sebanyak 431,5 kg gelembung ikan dikirim ke Singapura melalui CV Bintang Fahri Internasional.

“Ekspor perdana ini merupakan awal yang baik untuk kemandirian SKPT Merauke. Melalui koordinasi antarberbagai stakeholder baik pengelola maupun pelaku bisnis perikanan, diharapkan akan semakin banyak industri perikanan yang masuk dan berkembang di SKPT Merauke,”( Frist P Lesnussa )

Pemerintah pun terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan di PPN Merauke. PPN Merauke diharapkan dapat melayani nelayan dan pelaku usaha dengan cepat, tepat, dan efisien.

“Petugas di SKPT Merauke juga kami siapkan dalam memberikan pelayanan kepada kapal-kapal ikan yang berlabuh. Pelayanan tersebut meliputi penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI), dan pelaporan logbook penangkapan,” ( Frist P Lesnussa )

Dengan total luas area yang mencapai 74 Ha, kawasan PPN Merauke juga menyediakan 20 Ha kawasan industri perikanan terpadu yang dapat digunakan oleh pelaku usaha perikanan melalui mekanisme sewa lahan. Sampai dengan pertengahan 2019, luas kawasan industri yang siap digunakan telah mencapai 2 Ha. Sementara itu, sisa lahan industri yang tersedia sebesar 18 Ha dilakukan akselerasi untuk dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Bandara Mopah Merauke Siap Sambut Pengunjung Festival Crossborder Sota 2019

Lokasi Bandara Mopah sangat dekat dari Kota Merauke. Akses menuju bandara pun lancar dengan kondisi jalan yang mulus. Kalian yang ingin menginap, hanya dibutuhkan 15-20 menit perjalanan dari bandara untuk menemukan hotel representatif. Dengan kondisinya sekarang, Bandara Mopah sudah sangat ramah buat wisatawan. Berbagai fasilitas pun ada di sana. Namun salah satu yang paling menarik perhatian adalah foodcourt yang berada di bagian luar bandara. Penjemput, pengantar, atau pengunjung yang tidak sedang buru-buru, bisa bersantai di sana. Sembari meminum kopi panas tentunya.

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani, Bandara Mopah sudah sangat siap menyambut wisatawan atau pengunjung Festival Crossborder Sota.

“Akses yang dimiliki Merauke sangat luar biasa. Meski berada di ujung timur Indonesia, Merauke tidak tertinggal. Justru, mereka memiliki akses yang akan memanjakan setiap wisatawan yang hadir. Apalagi, pengembangan sedang dilakukan di Bandara Mopah. Ada bangunan bandara yang lebih modern yang akan dihadirkan. Luar biasa,” (M. Ricky )

Yup, tepat di samping bandara lama, sudah berdiri megah bangunan baru yang akan membuat Mopah menjadi lebih modern.

“Kita hanya berharap nantinya bandara baru itu tetap menonjolkan ciri khas Merauke. Seperti patung rusa dan lainnya. Identitas Merauke tidak boleh hilang. Karena hal itu yang juga dicari wisatawan saat pertama turun dari pesawat,” (M. Ricky )

Bandara Mopah sendiri memiliki cerita yang cukup panjang. Bandara ini menjadi bagian dari sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Bandara Mopah berdiri sejak 1943. Saat itu, Mopah difungsikan sebagai keperluan darurat perang. Juga tempat didropnya keperluan logistik di masa itu. Namun, fokus pembangunan dari perbatasan yang dilakukan Presiden Joko Widodo, membuat bandara ini terus berbenah. Pesawat Boeing Tipe 737 series pun sudah hilir mudik. Beberapa maskapai yang melayani penerbangan ke Merauke adalah Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan beberapa bandara lain.

“Saya memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Perhubungan. Karena, sekarang akses di Indonesia menjadi lebih lancar. Baik akses darat maupun udara. Dan salah satu yang paling terasa adalah di daerah perbatasan, seperti Merauke. Akses kesana sangat mudah dan tidak ada kendala. Bahkan, terus berkembang,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Bupati Frederikus Gebze menambahkan, bandara adalah wajah bangsa. Keramahan, pelayanan yang baik, serta keindahan sudah bisa dirasakan wisatawan saat pertama kali menjejakkan kaki di bandara.

“Hal itu, juga bisa mereka rasakan di Bandara Mopah. Sebagai bandara yang berada di ujung timur Indonesia, Mopah nyaman dan ramah buat wisatawan. Keindahan khas Papua pun sudah bisa dirasakan wisatawan sejak awal mereka menjejakkan kaki di sana. Bandara ini memang luar biasa,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Penghargaan Yang Pernah Diterima Bupati Frederikus Gebze

Bupati Merauke Frederikus Gebze Menerima Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018. Inovasi Dinas Komunikasi dan Informatika  (diskominfo) Kabupaten Merauke ‘Layanan Freehotspot/Layanan Internet gratis untuk masyarakat’ menerima penghargaan tingkat nasional. Berupa penghargaan Top 99 Top 99 Inovasi Pelayanan Publik (IPP) 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Penghargaan diserahkan Menpan RB Syafrudin dan diterima Bupati Kabupaten Merauke Frederikus Gebze di Surabaya, Rabu malam (19/9). Dalam sambutannya  Menpan RB Syafruddin menerangkan,  pemerintah mendorong inovasi-inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional dan dijadikan program nasional.

‘’Saat ini sudah banyak inovasi dari pemerintah pusat maupun daerah yang mendapat penghargaan internasional.  Hal itu sejalan dengan kebijakan Kemenpan RB yang terus berupaya mendorong terciptanya terobosan untuk meningkatkan pelayanan publik,’’ ( FREDERIKUS GEBZE )

Kebijakan tersebut, lanjut Syafrudin, antara lain dengan membentuk jaringan inovasi pelayanan publik (JIPP) dan pembentukan mal pelayanan publik (MPP).

Mantan Wakapolri itu menegaskan, kuatnya pilar perekonomian daerah bertumpu pada dua hal. Yaitu masuknya investasi ke Indonesia dan iklim perekonomian yang sehat. Keduanya bertopang pada penyelenggaraan kemudahan investasi dan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB).

‘’Oleh karenanya, untuk percepatan EoDB dibutuhkan pelayanan publik yang mudah, biaya ringan dan tidak berbelit. Salah satu terobosannya dengan mal pelayanan publik,’’( FREDERIKUS GEBZE )

Adapun penerima penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik terdiri atas 16 inovasi dari 11 kementerian, 10 inovasi dari lima lembaga, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kemudian 18 inovasi dari 13 pemerintah provinsi, 39 inovasi dari 32 pemkab, serta 16 inovasi dari 12 pemkot.

Bupati Merauke, Mendapat Penghargaan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan

Dalam sambutan Gubernur Institut Pemerintahan Dalam Negeri Prof. DR. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS pada saat upacara bendera dalam rangka pemberian penghargaan tanda kehormatan Astha Brata kepada Bupati Merauke. Prestasi hari ini bukan untuk memegahkan diri tapi untuk lebih lagi bertanggung jawab karena amanah ini menjadi tanggung jawab besar sebagai seorang pamong untuk melindungi, membina dan memberikan pelayanan untuk daerah dan masyarakat.

Patut Diacungi Jempol, Kabupaten Merauke Tiga Kali Berturut-turut Terima Predikat WTP

Selama masa jabatan Bupati Merauke Frederikus Gebze dan Wakil Bupati Merauke Sularso, Kabupaten Merauke mendapatkan penghargaan penggunaan keuangan dengan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) selama tiga kali berturut-turut. Ini patut diacungi jempol.

Namun Bupati Merauke Frederikus Gebze,  bersikap merendah, ketika  ditanya tentang prestasi yang luar biasa ini.  Menurutnya,  penerimaan penghargaan WTP ini merupakan kerja keras semua masyarakat Kabupaten Merauke yang ikut mendukung dan mendorong jalannya pemerintahan sehingga dapat terlaksana dengan baik.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh ASN yang telah bekerja dengan maksimal sehingga pennggunaan anggaran di Kabupaten Merauke diberi predikat wajar tanpa pengecualian,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Selain mendapat penghargaan predikat WTP, Kabupaten Merauke diberikan penghargaan lain atau hadiah berupa dana insentif daerah senilai Rp 31 miliar. Freddy menyebut,  hal ini merupakan sebuah prestasi, dimana ada pendobelan penghargaan yang diterima yang harus disyukuri dan dibanggakan.

“Kita boleh berbangga dan berterima kasih karena ada kabupaten lain di Papua yang mendapatkan WTP lima kali berturut-turut tidak mendapatkan dana insentif. Sedangkan Kabupaten Merauke baru tiga kali tapi diberikan dana insentif daerah,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Dana insentif daerah ini akan terus meningkat jumlahnya yang akan diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang tetap menjaga tata kelola keuangan pemerintah dengan baik dan benar.

“Selanjutnya akan naik menjadi 54 miliar rupiah. Jadi ini target, kami berusaha mengejarnya melalui kerjasama dalam pemerintahan yang baik,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Disebutkan, selain Merauke ada tiga daerah lainnya di Provinsi Papua yang juga diberikan dana insentif. Diantaranya Kabupaten Nabire, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Dana insentif daerah ini selanjutnya akan diatur peruntukannya dan kemudian akan dilaporkan laporan pertanggungjawaban atas pemanfaatan dana tersebut. Penghargaan WTP dan dana insentif daerah itu, diterima langsung oleh Bupati Merauke kemarin di Jayapura.

Inovasi Simpatik dari Merauke raih penghargaan

Sebuah aplikasi inovasi pelayanan publik SIMPATIK (sistim pelayanan tiga puluh detik) dari kampung Amunkai Distrik Tanah Miring, mengantarkan Pemerinthan Kabupaten Merauke meraih penghargaan inovasi terbaik. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menpan-RB Syafruddin di Hotel Gumaya, Semarang Kamis (18/7/2019). 99 Inovasi tersebut dilahirkan oleh kementerian, lembaga, Pemprov sampai Pemkab dan Pemkot. Dari 3.156 proposal yang terdaftar. 1.627 lolos seleksi administrasi dan akhirnya tim evaluasi menetapkan 99 proposal. Dari 99 peraih penghargaan itu, inovasi dari Merauke terpilih dari sekian banyak inovasi yang ada baik dari Pemkab/Pemkot dan Pemprov.

Menurut Bupati Frederikus Gebze, ini merupakan catatan sejarah untuk kedua kalinya sejak digelar pada 2014.

“Ini menjadi sebuah prestasi yang patut dibanggakan dan di kembangkan agar semua bisa berkompetisi secara sehat dan bisa mengembangkan halhal positif bagi pelayanan masyarakat di kampung-kampung dan saya sebagai Bupati Merauke tentu sangat berterimaksih dan mengapresiasi bagi Kampung Amunkay dan Kepala Distrik Tanah Miring yang sudah Berbuat dan berinovasi dan menghadirkan Merauke berprestasi di Ajang Nasional ini dan Masyarakat Puas dengan Pelayanan,” ( FREDERIKUS GEBZE )

 

BUPATI KABUPATEN MERAUKE MERAIH PENGHARGAAN DARI Okezone

Bupati Merauke Frederikus Gebze kategori Pelayanan Publik berhasil meraih penghargaan ‘Sang Pemimpin 2019’ yang diberikan Portal Berita Okezone.com di Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2019. Bupati Frederikus Gebze, dinilai telah berhasil dalam mengelola dan menggarap potensi daerah sehingga memacu pertumbuhan dan kemajuan berbagai sektor pembangunan daerahnya. Secara khusus, Bupati Frederikus Gebze berhasil melibatkan masyarakat adat dalam pemerintahan maupun pembangunan. Portal berita Okezone.com yang tergabung dalam MNC Digital Indonesia (MDI) memberikan apresiasi kepada kepala daerah berprestasi.

Kepala daerah yang berhasil mengelola potensi di daerahnya masing-masing.

Setidaknya, ada 18 kepala daerah berprestasi yang akan diberikan penghargaan yang terdiri dari delapan Bupati, lima Wali Kota dan lima Gubernur. Pemberian apresiasi bertajuk ‘Sang Pemimpin’ dilaksanakan Hotel Kemphinzki Jalan M.H Thamrin  Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

Setidaknya, ada tujuh kategori yang akan diberikan kepada 18 kepala daerah.

Kategori itu, meliputi sektor pariwisata, pelayanan publik, kebijakan publik, sosial dan budaya, tata kelola pemerintah, investasi dan ekonomi kreatif. CEO Okezone.com Daniel Hartono mengatakan, penghargaan Sang Pemimpin merupakan bentuk apresiasi Okezone.com kepada kepala daerah berprestasi dalam memajukan daerahnya dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

“Sehingga pembangunan dapat terlaksana dengan cepat, terukur, dan memberikan efek positif, sehingga kesejahteraan masyarakat juga diratakan,” kata Daniel dalam sambutannya. Daniel Hartono berharap penghargaan Sang Pemimpin bisa motivasi kepala daerah di Indonesia untuk terus menunjukkan prestasinya dalam membangun daerahnya.

Table of Contents

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap