Frederikus Gebze, Sang Pemimpin Fenomenal Papua Selatan

Frederikus Gebze, Sang Pemimpin Fenomenal Papua Selatan

Pandangan Tokoh Pemuda Papua Terhadap Frederikus Gebze

Max Abner Ohee, S.IP :

” Frederikus Gebze, Sang Pemimpin Fenomenal Papua Selatan “

 

Frederikus Gebze. Dipenghujung tahun 2019 ini, dinamika Politik dan Pembangunan di Papua terus menggeliat sesuai dengan rentak musik yang dimainkan oleh masing-masing para Tokoh dan Pemimpin di Tanah Papua ini. Dan, para pejabat di Jakarta melihat dan memantau rentak musik dan gerakan tarian yang dimainkan tersebut. Semenjak kejadian kerusuhan di Wamena dan demo anarkis di Jayapura dan Papua Barat, sepertinya para pejabat Jakarta juga mulai memainkan rentak dan warna musik yang menyesesuaikan dengan keadaan itu.

Dalam tulisan kali ini, saya Max Abner Ohee, S.IP seorang Putera Papua dan juga Ketua Umum AMP3 ( Aliansi Masyarakat Pemantau Pembangunan Papua ) agak tercengang melihat berbagai prestasi-prestasi pembangunan yang telah berhasil dikerjakan oleh seorang Bupati Kabupaten Meurake, yang bernama Frederikus Gebze, S.E., M.Si.

Prestasi Kinerjanya sudah berlevel Nasional dan bahkan bisa menembus level Internasional, karena bisa mengeksport beras Merauke ke kawasan Pasific dan Papua Nugini.  Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Papua itu adalah suatu daerah yang serba kekurangan dalam hal sumber daya Manusia jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Jadi, jika  seorang pemimpin atau kepala daerah di Papua bisa merealiasikan suatu program pembangunan di Papua dengan  hasil yang wao atau luar biasa, pastilah seseorang pemimpin itu bisa disebut sebagai seorang Pemimpin Fenomenal Papua Selatan.

Saya mencatat ada 15 jenis keberhasilan hyang menonjol dari Program Kerja yang berhasil dicapai selama Bp. Frederikus Gebze, S.E., M.Si memimpin Merauke selama 4 tahun ini. Dan hubungan yang baik serta harmonis dengan pemerintah pusat juga bisa dibangun dan dijaga dengan baik oleh Bupati Frederikus Gebze. Adapun keberhasilan-keberhasilan pembangunan di Kabupaten Merauke yang telah diukir dengan tinta emas oleh Bupati Frederikus Gebze, adalah sbb :

1. Bersama Pemerintah Pusat, Kerja Membangun Kawasan Perbatasan Sota, Merauke

Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota di wilayah perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Papua New Guinea (PNG) di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, terus digenjot oleh pemerintah setempat. Bupati Merauke Frederikus Gebze mengaku, pihaknya terus berupaya melaksanakan amanat pemerintah pusat mengenai pembangunan di kawasan perbatasan. Menurutnya, salah satu langkah yang telah berhasil dilakukan oleh pemerintahan yang dipimpinnya mengenai perluasan dan pengembangan wilayah pertanian.

2. Bersama Pemerintah Pusat Kerja Membangun Jalan Perbatasan Merauke-Jayapura

Pada akhir Juli lalu , Presdien Jokowi memamerkan foto yang menggambarkan pembangunan jalan di perbatasan Papua dan Papua Nugini yang berada diwilayah Kabupaten Meurake. Setidaknya ada yang menarik dari foto yang ditampilkan Jokowi, selain bentangan alam yang indah Pegunungan Bintang, Papua tapi ada aspek-aspek lain.

“Ini pemandangan satu ruas jalan perbatasan di Pegunungan Bintan, Papua. Meliuk-liuk di antara hutan dan lereng gunung, jalan selebar tujuh meter ini bagian dari 1.098 kilometer jalan perbatasan dari Merauke ke Jayapura, hingga Papua Nugini. Indah, bukan?” ( Presiden Jokowi )

Aspek lain dari foto yang ditampilkan Presiden Jokowi, adalah tak mudah membuka jalan di tengah medan yang berat demi membangun konektivitas di Papua.

“Tantangan pembangunan jalan di Papua tidak mudah karena kondisi alam, cuaca, dan material konstruksi yang terbatas,”  ( Presiden Joko Widodo )

Presiden Jokowi mengatakan keberadaan jalan, kendati masih berupa jalan tanah, telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di Papua. Apalagi apabila sudah dibangun keseluruhan atau sudah diaspal.

3. Bersama Pemerintah Pusat Membangun Bandara Mopah Merauke

Lokasi Bandara Mopah sangat dekat dari Kota Merauke. Akses menuju bandara pun lancar dengan kondisi jalan yang mulus. Kalian yang ingin menginap, hanya dibutuhkan 15-20 menit perjalanan dari bandara untuk menemukan hotel representatif. Dengan kondisinya sekarang, Bandara Mopah sudah sangat ramah buat wisatawan. Berbagai fasilitas pun ada di sana. Namun salah satu yang paling menarik perhatian adalah foodcourt yang berada di bagian luar bandara. Penjemput, pengantar, atau pengunjung yang tidak sedang buru-buru, bisa bersantai di sana. Sembari minum kopi panas tentunya.

4. KERJA MENGEMBANGKAN SAGU MERAUKE

Frederikus Gebze  kembali mengembangkan sagu sebagai  salah satu keunggulan Kabupaten Merauke dari sektor pangan, dan menjadikannya sebagai hutan sagu. Hal itu, seiring dengan kondisi belakangan ini dimana pohon sagu sudah jarang dijumpai karena selain adanya kebakaran lahan dan hutan beberapa waktu lalu termasuk dengan adanya perluasan areal  persawahan. Sagu merupakan salah satu makanan lokal yang menjadi primadona bagi masyarakat termasuk masyarakat di Kabupaten Merauke.

Sagu memiliki gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya dan memiliki keunggulan lainnya, sehingga sagu banyak dicari untuk dijadikan bahan pangan pengganti beras. Salah satu sentra produksi sagu yang ada di kabupaten Merauke, yakni di Kampung Tambat Distrik Tanah Miring, dikelola oleh putra asli Merauke yakni Jakobus, sejak tahun 2003. Jakobus  menjelaskan, awal mula memulai usaha Sagu hanya dilakukan secara manual, sehingga hasilnya tidak maksimal. Namun berkat ketekunannya secara bertahap usaha yang dikelola meningkat seiring dengan pemberian bantuan dari Pemerintah.

5. Bersama Pemerintah Pusat Kerja Membangun Palapa Ring Di Merauke

Menara tertinggi Proyek Palapa Ring yang berada di puncak ‘Batas Batu’, kawasan Taman Nasional Lorentz, tepatnya di Kabupaten Nduga, Distrik Mbua. Ketinggiannya mencapai 4.200 meter.  Jokowi melakukan pengecekan langsung kualitas sinyal Palapa Ring yang telah diresmikan Senin (14/10/2019) kemarin di Istana Negara. Usai acara peresmian, Jokowi menggelar video conference dengan ‎beberapa kepala daerah. Satu diantaranya Bupati Merauke, Frederikus Gebze.

“Yang di Merauke masih ‎lemot atau sudah baik Pak Bupati?” ( Presiden Joko Widodo )

“Kami atas nama Pemda, jajaran TNI/Polri, BUMN/BUMD sampaikan terima kasih atas perhatian bapak untuk Papua dan Papua Barat. Untuk Kabupaten Merauke dan Papua Selatan komunikasi sudah baik pak. Jaringan cukup baik dan tidak lemot lagi Pak Presiden,” ( Frederikus Gebze )

6. Kerja Pengembangan Industri Pakan Ternak Pada Tahun 2019 Untuk Mendukung Program Ternak Bangkit Merauke

Pengembangan ternak sapi di Kabupaten Merauke dalam tahun 2019 ini akan dioptimalkan melalui program yang mengarah ke perbaikan pakan ternak. Kabupaten Merauke saat ini menjadi Kabupaten yang memiliki populasi ternak sapi terbesar di Provinsi Papua namun pengembangan ternak sapi dinilai masih belum optimal meski pemerintah pusat telah meluncurkan Program sapi betina wajib bunting atau Siwab.

7. Bersama Pemerintah Pusat Kerja Membangun Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal di Kabupaten Merauke

Kedeputian bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Ekonomi Lokal di Kabupaten Merauke. Rakor dibuka oleh Wakil Bupati Merauke Sularso dan dihadiri oleh Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Bappeda dan Litbang, Organisasi Perangkat Daerah, perwakilan Bank Indonesia (BI), Kepala Kampung, tokoh masyarakat, pendamping desa dan kawasan, dan pengelola BUM Kampung.

Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK Mustikorini Indrijatiningrum menyampaikan arahan agar potensi alam yang Tuhan anugerahkan kepada Papua  dapat dikelola dengan baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. “Masyarakat Papua dikaruniai Tuhan YME dengan sumber daya alam yang sangat melimpah. Tanah Papua yang subur menjadi aset produk pertanian dan peternakan. Demikian pula dengan kekayaan lautnya. Masing-masing kampung tentunya memiliki potensi produk unggulan. Seluruh potensi jika dikelola dengan baik akan mampu menguatkan ekonomi masyarakat lokal dan memberikan kemakmuran serta kesejahteraan rakyat”, tegasnya.

8. Kerja Membangun Sumber Daya Alam Merauke

Bupati Frederikus Gebze mengatakan Pengelolaan sumber daya alam Papua masih sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Papua. Dengan pertimbangan ini, iklim investasi perlu dijaga dengan baik, sebagaimana penurunan investasi juga dapat berdampak pada tingkat pendapatan daerah.

Harus diciptakan sinergi penanganan faktor-faktor penghambat, yang kemudian akan mampu mendorong iklim investasi menjadi lebih kondusif. Demikian kesimpulan diskusi yang diisi oleh sejumlah pakar, di Universitas Cendrawasih Jayapura, tentang Pengembangan Potensi SDA bagi masyarakat Papua, yang digelar dalam rangka bagian Dies Natalis ke-55. Dalam diskusi tersebut, Rektor Uncen Apolo Safanpo menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk dapat mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan potensi SDA Papua sehingga dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

“Diperlukan pemahaman atas prospek dan potensi sumber daya alam, keselarasan regulasi atas investasi dalam kerangka kepastian hukum, kepastian fiskal, hingga stabilitas bisnis dan investasi,” ujar Apolo di Hotel Grand Abe, Abepura

9. Kerja Membangun  Pariwisata Merauke

Dalam rangka mengembangkan Beberapa Objek wisata di Kabupaten Merauke. Bupati Frederikus Gebze, telah menjalin kerjasama dengan Universitas Udayana. Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke menyusun master plan pengembangan pembangunan kawasan pariwisata Pantai Lampu Satu, Jumat (01/10) di Bapedda- Balitbang Merauke.

Latar belakang pengembangan Lampu Satu Beach adalah dalam pembangunan pariwisata memiliki kontribusi signifikan bagi ekonomi, sebagai instrumen meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan kualitas hubungan antarmanusia dan antarbangsa, wahana pelestarian budaya dan lingkungan hidup dan mendorong pengembangan infrastruktur, prasarana umum dan fasilitas umum.

Konsepnya adalah mengadopsi nilai-nilai masyarakat lokal yang didasari dengan kearifan lokal. Berdasarkan petunjuk tokoh-tokoh masyarakat, nama kawasan menjadi Lampu Satu Marind-Amai Merauke Papua. Dari Marind Amai diturunkan menjadi lima konsep yaitu Marind Ecotourism, Marind Bassed Community, Marind Etnic, Marind Private dan Marind Moderen.

9. Kerja Membangun Pendidikan  Merauke

Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof.Dr.H.Muhadjir Effendi tiba di Bandara Mopah Merauke dengan menggunakan pesawat Garuda, kedatangan Mendibud RI merupakan kunjungan kerja di Kabupaten Merauke dan disambut oleh Bupati Merauke, Frederikus Gebze. Tujuan Kunker ini guna mengecek fisik di Sekolah-sekolah yang ada di Papua termasuk Merauke sekaligus mengecek keadaan Guru-guru, juga ingin mempelajari peta Pendidikan karena Merauke yang berada di ujung timur menjadi perhatian khusus oleh Presiden RI.

Kabupaten Merauke menjadi prioritas pembangunan pendidikan karena juga berada di daerah 3T yang menjadi fokus oleh bapak Presiden Joko Widodo” ungkap Mendikbud, Kamis (6/10). Selain itu Mendikbud juga akan membagikan Kartu Indonesia Pintar untuk semua siswa-siswi di seluruh Indonesia juga termasuk Papua dengan jumlah keseluruhan 19 juta KIP.

Mendikbud juga melakukan kunjungan di SD YPPK Santo Agustinus Bambu Pemali, SMA KPG Khas Papua, Sekolah Satu Atap Wasur dan meninjau asrama SMK 1 Distrik Sota.Mendikbud menegaskan, akan menerima saran dan usulan dari Bupati Kabupaten Merauke dan kepala Dinas Provinsi Papua.

”kita akan bangun SMK yang dibutuhkan masyarakat setempat, saya berharap ada beberapa penambahan SMK disini dan saya pesan kepada Kepala Dinas Provinsi dan para guru pentingnya pendidikan karakter dan menciptakan rasa Nasionalisme kepada muridnya agar menjadi satu kesatuan Indonesia” unggahnya.

10. Kerja Memasarkan Terasi Produk Asli Merauke

Masyarakat Merauke saat ini sudah dapat menikmati olahan terasi asli produk Kota Rusa dengan brand ‘Terasi Merauke’ yang diproduksi langsung oleh warga Merauke, Abraham Leonale. Pria yang menjalankan usaha terasi di kawasan Gudang Arang ini mengakui bahwa produk dengan merek khusus ini memang belum begitu lama hadir. Namun ia sudah mulai gencar mencari tempat pemasaran yang strategis sehingga terasi olahannya semakin dikenal oleh masyarakat luas. Awalnya ia sudah mengelola terasi milik sendiri yakni terasi udang Wakin.

11. Kerja Mengembangkan Peternakan Merauke

Frederikus Gebze terus bekerja dengan Kasih dan Hati secara keras dan Cerdas untuk membangun Kabupaten Merauke. Merauke menjadi salah satu Kabupaten yang akan mendukung percepatan peningkatan populasi sapi di dalam negeri. Untuk mewujudkannya, cara yang dilakukan adalah melakukan kegiatan penyerentakan berahi (sinkronisasi berahi) untuk kemudian dilaksanakan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi dan kerbau milik masyarakat. Merauke memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar berupa lahan dan sumber pakan yang cukup besar.Potensi ini sangat baik untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sub sektor peternakan, khususnya untuk pengembangan sapi potong dengan cara membuat kawasan penggembalaan ternak.

“Pengembangan usaha peternakan sapi potong memiliki peran strategis dalam pembangunan perekonomian masyarakat di Papua umumnya dan masyarakat Merauke khususnya, termasuk juga untuk pemenuhan pangan asal ternak yang merupakan kebutuhan dasar utama manusia,” (  FREDERIKUS GEBZE )

12. Kerja Membangun Aplikasi Simpatik di Merauke

Dengan Aplikasi Simpatik, Desa di Merauke Bisa Proses Dokumen dalam 30 Detik

Desa Amun Kay, Kabupaten Merauke adalah salah satu desa yang memiliki kendala dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif. Keterbatasan sumber daya manusia yang belum menguasai teknologi adalah salah satu faktornya. Tak mau ketinggalan dengan daerah lain, Pemerintah Kabupaten Merauke mengakselerasi pemanfaatan teknologi di Desa Amun Kay. Pemkab Merauke menciptakan inovasi Sistem Pelayanan Tiga Puluh Detik (Simpatik), yang memungkinkan pengerjaan dokumen atau surat dalam waktu 30 detik. Cukup singkat waktunya 30 detik karena semua database kependudukan sudah ada di aplikasi itu, sehingga ketika si A misalnya mengurus surat, tinggal ketik A keluar semua datanya.

13. Kerja Membangun Perikanan Merauke

Berkaitan dengan rencana pembangunan PKKPT, Bupati Frederikus Gebze menjalankan strategi konsep pengembangan perikanan di Kabupaten Merauke diarahkan menjadi dua peruntukan kawasan yaitu kawasan pendukung PKKPT dan kawasan pusat PKKPT. Kawasan pendukung PKKPT berada di wilayah pesisir berada di Distrik Tabonji, Ilwayab, Kimaam, Waan, Okaba, Tubang, Malind, Naukenjerai, dan Semangga. Kawasan pusat PKKPT berada di Distrik Merauke.

Dalam rangka pengembangan Kelautan dan perikanan, lokasi sentra-sentra produksi perikanan tangkap yang potensial untuk dikembangkan di kawasan pendukung berada di Distrik Tabonji, Ilwayab, Kimaam, dan Waan. Kemudian sebagai pusat kawasan berada di Merauke yang berfungsi sebagai kawasan industri pengolahan; pemasaran dan distribusi kelautan dan perikanan terintegrasi yang dirancang dengan pendekatan konektivitas antar kawasan.

Berdasarkan pembagian diatas, konsep pengembangan perikanan di PKKPT berbasis inti dan plasma yang dinamis. Kawasan sentra-sentra produksi perikanan tangkap sebagai “plasma” artinya kawasan tersebut sebagai sumber produksi perikanan tangkap bagi pengembangan perikanan, meliputi wilayah Distrik Merauke, Tabonji, Ilwayab, Kimaam, dan Waan.

Untuk mendukung kinerja kawasan plasma ini dibangun pelabuhan perikanan yang dilengkapi dengan berbagai sarana (dermaga, cold storage, pabrik es, suplai air, energi listrik). Sedangkan untuk mendukung kegiatan nelayan dibantu dengan sarana penangkapan ikan (perahu dan alat penangkapan ikan). Secara faktual, masyarakat Pulau Kolepon yang perlu dibantu dalam penyediaan armada kapal adalah sebesar 10.358 nelayan.

Untuk memanfaatkan potensi hasil tangkapan perikanan sebesar 69.750 ton, maka diperkiraan membutuhkan motor tempel 5 GT dengan kapasitas 2 ton/motor tempel sebanyak 34.875 unit motor tempel.

13. Kerja Membangun Pertanian Merauke

Didukung Infrastruktur dan Inovasi, Merauke Bisa Panen 3 kali Setahun

Pada Penghujung tahun 2018, Dinas Pertanian Merauke melaksanakan panen padi bersama (17/12/1018) di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua. Panen ini merupakan bagian kegiatan pengembangan padi organik, Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor Wilayah Perbatasan (LPBE-WP).

Untuk mendukung program tersebut, tahun ini Kementerian Pertanian mengalokasikan kegiatan pengembangan padi organik untuk Merauke seluas 800 ha yang disebar delapan distrik yaitu Merauke, Naukenjerai, Semangga, Tanah Miring, Kurik, Malind, Waan, dan Sota.

Secara simbolis Bupati Merauke Frederikus Gebze didampingi oleh Penanggung Jawab UPSUS Pajale Papua/Kepala BPTP Balitbangtan Papua Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Sc, Kepala Dinas Pertanian Merauke Edi Santoso, B.Sc, Kepala Bulog Sub Divisi Regional Merauke Ir. Yudi Wijaya, dan Kepala Stasiun Klimatologi Tanaha Miring Sulaiman, S.Si melakukan panen padi varietas Inpari 32 HDB di lahan kelompok tani Tabur Tuai, yang sehari sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan ubinan di lahan tersebut diperoleh hasil 8,04 ton/ha GKP.

Dalam sambutannya, Frederikus Gebze menyampaikan bahwa, panen hari ini membuktikan bahwa Merauke mampu tanam-panen hingga tiga kali setahun pada lahan tadah hujan, menepis keraguan akan potensi besar Merauke. Tidak ada alasan tidak menanam padi pada musim kemarau, jangan biarkan sejengkal tanah diterlantarkan tanpa tanaman. Dengan dukungan infrastruktur pengairan dan mesin olah tanah-panen yang optimal, indeks pertanaman wilayah lain dapat ditingkatkan. Saat ini luas baku lahan sawah di Merauke tercatat 34.357 ha, dengan luas tanam padi setahun (2018) mencapai 56.000 ha.

Dengan pendekatan perbaikan infrastruktur pengairan dan dukungan alat-mesin (alsin), maka indeks pertanaman dapat meningkat serta luas tanam padi setahun dapat naik 70.000-100.000 ha. Peningkatan luas tanam ini akan berkorelasi dengan produksi beras per tahun, surplus untuk kebutuhan lokal sehingga dibutuhkan pasar untuk beras Merauke. Papua New Guinea (PNG) yang wilayahnya berbatasan darat dengan Merauke merupakan potensi besar untuk perdagangan beras Merauke.

Jarak antar kedua wilayah yang berdekatan menyebabkan efisiensi dalam pemasaran beras dan hasil pertanian lainnya. Membangun Merauke, membangun Indonesia dari pinggiran, penguatan serambi ujung timur Indonesia melalui sektor pertanian. Kemajuan pangan di daerah ini menjadi penopang ketahanan pangan dari wilayah timur.

Jokowi Ingin Sawah 1,2 Juta Ha

Baca Juga :  Bupati Merauke Frederikus Gebze Memberikan Bantuan Mobil Fortuner

Soal potensi lahan di darat, Merauke adalah penghasil tanaman padi terbesar di Provinsi Papua. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi mencapai 153.661,09 ton pada 2015. Kurik adalah salah satu distrik penghasil padi terbesar di Merauke. Ada pula Distrik Tanah Minging, Semangga, hingga Malind yang juga menghasilkan padi dari sawah-sawah yang luas. Merauke menjadi lokasi pengembangan industri tanaman pangan berskala raksasa atau food estate.

Merauke Kembali Ekspor Beras Ke Mancanegara

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah Kabupaten Merauke bersinergi tingkatkan ekspor non migas. Sebanyak 12 ton beras yang berasal dari kota di ujung timur negeri tersebut dilepas menuju negara Papua Nugini. Selain itu ada juga ekspor plywood 6.126 m3 tujuan Oman dan UEA. Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (Barantan), Sri Yulianto mengatakan bahwa Merauke adalah salah satu lumbung padi di tanah cendrawasih.

“Diawali saat pak Mentan, eksport perdana beras ke Papua Nugini pada 2017, produksi padi di Merauke terus meningkat,”  ( Sri Yulianto )

Menurut Sriyanto, dari data yang tercatat di Barantan bahwa selain padi, Merauke juga memiliki produk unggulan ekspor diantaranya gambir, kopra dan gaharu. Potensi tersebut pada 2018 tercatat sebesar 2.646,15 ton atau senilai Rp 66 M untuk komoditas gambir. Sementara itu untuk kopra, dalam triwulan pertama tahun 2019, tercatat 89 ton dengan nilai Rp 3,1 M. Sedangkan ekspor gaharu pada triwulan pertama juga tercatat sebanyak 6,9 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 2 M.

Secara keseluruhan, Provinsi Papua sendiri punya banyak potensi komoditas pertanian yang dapat optimalkan. Potensi tersebut menurut data Kementan, pada tahun 2018 Provinsi Papua telah melakukan ekspor komoditas pertanian dengan nilai 8.200.925,6 USD atau sekitar Rp. 114,81 M. Yang terdiri dari komoditas unggulannya diantaranya kelapa sawit, gandum, biji moster, susu, kacang mede, lemak, pakan hewan, gula tebu, kakao dan kedelai bahkan hingga komoditas tomat, cabai, jagung dan umbi kayupun diekspor hingga mancanegara.

14. Kerja Membangun Olah Raga Merauke PON XX Papua

Baca Juga :  Bupati Merauke, Frederikus Gebze, S.E., M.Si Membagikan Bantuan Sosial Untuk Anak-Anak di 7 Panti Asuhan

Kabupaten Merauke akan mempersembahkan 500 – 1.000 tifa dalam pembukaan PON XX yang rencananya akan digelar di Stadion Papua Bangkit. Tifa merupakan salah satu alat musik pukul dari Papua. Nantinya tifa akan dipukul dan dibawa oleh atlet, official maupun peserta untuk digaungkan dalam upacara pembukaan PON XX. Sebanyak 500 hingga 1.000 tifa akan disusun sepanjang 1 meter lebih.

“Mudah mudahan dengan 500 – 1.000 tifa dapat  menggetarkan semangat Papua,  untuk siap menjadi tuan rumah dan bisa ikut aktif partisipasi dalam PON XX,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Dalam persiapan PON XX, Pemkab Merauke juga menggelontorkan dana Rp150 miliar, untuk pembangunan sarana dan prasarana penunjang PON XX. Dari dana Rp 150 miliar itu, ditambah dengan bantuan dari Pemprov Papua Rp50 miliar. Bupati Merauke, Frederikus Gebze menyebutkan persiapan pembangunan sarana dan prasarana itu telah mencapai 30 persen yang meliputi persiapan tender, kontrak dan pelaksanaan   sirkuit bertaraf nasional.

15. Bersama Pemerintah Pusat Kerja Membangun KAPSUL WAKTU Merauke

Hari Jumat, 16 November 2018, Presiden Jokowi meresmikan monumen di tanah selatan Papua itu. Bernama Monumen Kapsul Waktu, bangunan ini menyimpan impian, harapan, dan cita-cita anak bangsa akan Indonesia 70 tahun mendatang. Memiliki bentuk yang menyerupai markas Avengers, ternyata Monumen Kapsul Waktu punya cerita tersendiri dalam masa penentuan desainnya. Hal ini diungkapkan oleh Yori Antar, sang arsitek Monumen Kapsul Waktu. Gagasan desain Monumen Kapsul Waktu terinspirasi dari berbagai elemen pertahanan suku-suku di Papua yang akan menjaga cita-cita bangsa Indonesia.

Secara garis besar, ada dua elemen utama yang penting bagi pertahanan suku di Papua, yaitu tombak dan tameng (perisai). Di puncak Monumen Kapsul Waktu, terdapat sebuah spot bertajuk Watching Tower yang menjadi tempat persemayaman kapsul waktu. Kapsul waktu akan ditempatkan di sebuah mangkuk besi berbentuk bulat yang dikelilingi mahkota menara kayou, yang di bawahnya akan diisi relief kronologi pembentukan Pancasila.

Walaupun ada kritik atau ketidakpuasan dari beberapa oknum masyarakat Merauke, itu adalah hal yang biasa di Papua, bahkan di Indonesia sendiri, Kinerja Presiden Joko Widodo yang sudah sangat baik, tidak luput dari kritik. Dan rata-rata, kritik ini bukanlah kritik yang murni, tetapi sebagian besar dilontarkan oleh lawan politik yang tidak senang dengan suatu “keberhasilan” yang dicapai oleh lawan Politiknya itu.

Bupati Frederikus Gebze, juga akan mengejutkan para pemimpin daerah di Papua, dengan suatu statement dari Mendagri, Bapak Jenderal ( Pol ) Tito Karnavian, yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo sudah menyetujui terbentuknya Provinsi Papua Selatan. Seperti biasa, pro dan kontra di masyarakat muncul, ada yang mendukung dan ada yang menolak tentang pemekaran Propinsi Papua Selatan itu.

Sepertinya kali ini, Pemerintah Pusat Jakarta sangat tegas dan konsisten dalam pembentukan Propinsi Papua Selatan tersebut, seluruh pemimpin Papua sangat mengenal sosok seorang Jenderal(Pol) Tito Karnavian, yang memang sangat disegani oleh para tokoh masyarakat dan pemimpin daerah di Papua.

Menurut analisa saya, pembentukan propinsi Papua Selatan ini, bukan ujuk-ujuk, tetapi sudah melalui pertimbangan dan penilaian-penilaian yang matang dari para pejabat di Jakarta, khususnya dari Mendagri Tito Karnavian. Dan juga pasti ada pertimbangan dari keberhasilan kepemimpinan Bupati Frederikus Gebze, S.E., M.Si selama memimpin Kabupaten Merauke.

Semoga apa yang berhasil dicapai oleh Kabupaten Merauke ini, bisa menjadi contoh bagi pemimpin daerah lainnya di Papua. Dan. kami dari DPP AMP3 dalam kesempatan ini juga menyatakan akan memberikan Award kepada Bupati Frederikus Gebze, S.E., M.Si dengan kategori Penghargaan sebagai Pemimpin Fenomenal Papua Selatan 2019. Yang mana kami nantinya akan membuat suatu acara khusus di Waena, Jayapura untuk penyerahan Plakat dan Certifikat Piagamnya sebagai Pemimpin Fenomenal Papua 2019 tersebut.

Frederikus Gebze Membangun Merauke

Frederikus Gebze. Kota Merauke terus berbenah diri untuk mempersiapkan segala hal menjelang ditetapkannya sebagi Ibukota Propinsi Papua Selatan. Dibawah kepemimpinan Frederikus Gebze, S.E., M.Si secara nyata berdasarkan fakta dan data, bahwa insfrstruktur jalan yang ada di kota Merauke sudah sangat baik dan merata diberbagai kelurahan dan kampung. Dengan jumlah anggaran APBD yang sama seperti tahun sebelumnya, hasil yang dicapai oleh Bupati Frederikus Gebze didalam pembangunan jalan 90% lebih baik kualitas dan lebih merata kuatitasnya.

PEMBANGUNAN JALAN DI DISTRIKDISTRIK JUGA DIBANGUN OLEH BUPATI FREDERIKUS GEBZE.

  •  
  1. Kampung Welbuti, Distrik Tubang
Baca Juga :  Frederikus Gebze Optimis Pembangunan Sirkuit Balap Motor PON XX Rampung

Bukan hanya di dalam kota Merauke, Bupati Frederikus Gebze juga membangun jalan yang menuju ke distrik-distrik juga dibuka dan dibangun serta ditingkatkan kualitas jalannya, seperti contohnya pada rahun 2019 ini dibangun perbaikan jalan di kampung Welbuti, distrik Tubang dengan anggran APBD Kab. Merauke sebesar Rp 6.4 Milyar.

Frederikus Gebze
Membangun Jalan

2. Kampung Baad, Distrik Animha

Di Kampung Baad, Distrik Animha

Bupati Frederikus Gebze, mengelontorkan dana APBD Kabupaten Merauke 2019 sebesar rp 9 Milyar, untuk membangun peningkatan jalan yang ada di Kampung Baad, Distrik Animha. Dengan demikian, Bupati Frederikus Gebze berharap proses lalulintas dan kegiatan perputaran roda ekonomi masyarakat Merauke yang menghubungkan antara Kampung, Distrik serta Kota Merauke dapat lebih lancar.

3. Distrik Ngguti

Distrik Ngguti juga diadakan peningkatan jalan pada tahun 2019, sebesar rp 3,7 Milyar.

4. Distrik Semangga

Di Distrik Semangga ( Semangga III ) juga digelontorkan dana sebesar Rp 2 Milyar dari APBD Kabupaten Merauke 2019.

5. Distrik Animha

Di Kampung Wayau, Distrik Animha juga dikerjakan proyek peningkatan jalan dari APBD Kab. Merauke rahun 2019 dengan nilai sebesar rp 2, 5 Milyar.

Baca Juga :  Frederikus Gebze (Tajuk Pemikiran ) : ” JATI DIRI BANGSA dan GLOBALISASI DUNIA”

6. Distrik Elikobel

Pekerjaan peningkatan jalan juga dilaksanakan pada tahun 2019 dengan nilai pekerjaan sebesar 2 Milyar, yaitu jalan di Sp. Tanas – Tanas (Bupul kampung )

7. Distrik Merauke

Di Distrik Merauke, pekerjaan peningkatan jalan yang dilaksanakan adalah jalan Missi-Biak sebesar Rp 1,5 Milyar yang dananya digelontorkan dari APBD Merauke 2019.

Bupati Frederikus Gebze juga membangun beberapa Infrastruktur Fisik lainnya di Merauke pada tahun 2019 inisebagai berikut :

  1. Pembangunan Jembatan kali Kumb Belbeland ( Muting IX) Ulilin Tahap I Rp 8.000.000.000,00
  2. PENINGKATAN JALAN JAWA – KAMPUNG TIMUR Distrik Merauke Rp 7.000.000.000
  3. PENINGKATAN JALAN SP. JALAN PEMBANGUNAN – JALAN PETERNAKAN Rp 2.700.000.000
  4. PENINGKATAN JALAN KAMPUNG MARGA MULYA . Distrik ANIMHA Rp 4.000.000.000
  5. Pengadaan Sarana dan Prasarana Penangkapan Ikan Bagi Nelayan di Kampung Wanam, Wogikel, Bibikem, Padua Distrik Ilwayab Rp 4.100.000.000
  6. Pengadaan Perahu/Kapal Penangkap Ikan berukuran <3GT beserta mesin, alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkap ikan Rp 1.100.000.000

Secara fisik, karakter permukaan tanah di Kota Rusa ini sangat mudah dipengaruhi musim. Bila musim kemarau, struktur jalan keras, mudah retak, namun lebih mudah dilalui. Bila musim hujan, struktur jalan menjadi padat tapi tidak stabil. Pembangunan jalan beraspal jenis latasir (lapis tipis aspal pasir), dipastikan Frederikus, hanya bertahan dua tahun saja, setelah itu rusak lagi.

Untuk lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke, dia mengatakan sudah ada perbaikan jalan, dari latasir menjadi hotmix (aspal beton) alias jenis yang lebih kuat. Sebenarnya, karakteristik tanah di Merauke memang tidak bisa sekadar diaspal.

“Ini membutuhkan teknologi jalan bertulang, harus dicor, dan sebagainya. Kalau ini tidak dilakukan, setiap dua tahun pasti mengalami kerusakan, hujan-panas, hujan-panas,” ujarnya.

Baca Juga :  FREDERIKUS GEBZE : SEMARAK NATAL dan BERBAGI KASIH DI MERAUKE

Soal anggaran, Frederikus Gebze mengatakan pihaknya kekurangan dana untuk membangun jalan. Total APBD Kabupaten Merauke pada 2017 sebesar Rp 2,1 triliun. Namun anggaran kabupaten banyak terserap untuk menggaji pegawai. Dia berencana memangkas alokasi belanja pegawai ini demi membiayai pembangunan infrastruktur jalan.

“Kita itu habiskan anggaran kita lebih banyak kepada belanja modal. Yaitu belanja pegawai, kurang-lebih Rp 600 miliar. Habis saja untuk belanja orang yang kerjaannya administrasi thok. Jadi juga ini yang mau diperbaharui. Supaya anggarannya bisa dipakai untuk infrastruktur jalan,” tuturnya.

Citra Indonesia di mata negara tetangga dapat dilihat, salah satunya lewat kondisi kawasan terdepan. Apalagi, kata Frederikus, masyarakat Papua Nugini dan Merauke sering saling mengunjungi. Mobilitas masyarakat sering terjadi karena masih ada hubungan kekerabatan. Citra antarnegara mudah didapat masyarakat kedua belah pihak

Dan masih banyak pembangunan lainnya yang dapat dilihat dan diawasi oleh masyarakat, yang mana datanya dapat di lihat di http://lpse.merauke.go.id/eproc4/lelang

Tag : Frederikus Gebze, Bupati Merauke, Bupati Kabupaten Merauke

 

( AI/J-OneNews/2019 )

Table of Contents

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap