Frederikus Gebze Deklarasi Pernyataan Sikap Pembentukan Provinsi Papua Selatan

Frederikus Gebze Deklarasi Pernyataan Sikap Pembentukan Provinsi Papua Selatan

Frederikus Gebze : Asosiasi Bupati Selatan Papua Gelar Deklarasi Pernyataan Sikap Pembentukan Provinsi Papua Selatan

Lima Bupati yang tergabung dalam Asosiasi Bupati Selatan Papua, mendukung pemekaran Provinsi Papua Selatan (PPS). Pernyataan sikap bersama Daerah Otonomi Baru (DOB) ini disampaikan di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Rabu (27/11/2019). Momen ini disaksikan Drs. Johanes Gluba Gebze, salah seorang tokoh masyarakat Selatan Papua, serta para tokoh agama, tokoh adat dan tamu undangan. Kelima kabupaten yang menjadi bagian dari rencana DOB adalah Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Pegunuangan Bintang.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze dalam sambutannya menyampaikan, pernyataan sikap itu juga merupakan dukungan atas perjuangan selama 17 tahun yang dilakukan Johanes Gluba Gebze, serta para tokoh masyarakat lainnya dalam membentuk DOB.

“Jika ada pernyataan bahwa daerah otonom baru (DOB) untuk siapa? Saya perlu tegaskan bahwa untuk orang asli Papua di [wilayah] selatan Papua. Kalau kita masih hidup dalam satu piring dan saling berebutan nasi, maka itu akan susah dan mungkin kita akan terus mendapatkan tulang,”( Frederikus Gebze, S.E., M.Si )

“Hari ini kami lima kabupaten mendeklarasikan PPS untuk diakui. Masyarakat Selatan Papua memerlukan wahana dan visi baru untuk maju dan berkembang. Suara ini merupakan langkah pertama, langkah emas, untuk mengubah tatanan hidup di Selatan Papua,” ( Frederikus Gebze, S.E., M.Si )

Untuk itu, lanjut Frederikus Gebze, orang di Papua Selatan butuh visi dan masa baru guna mengangkat harkat serta martabat masyarakat di wilayah selatan Papua.

“Hari ini kita bentuk suatu kesejatian di wilayah selatan Papua, dan itu adalah harga mati,” ( Frederikus Gebze, S.E., M.Si )

Atas nama kelima bupati, Frederikus Gebze menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada pemerintah Indonesia yang memprioritaskan pembentukan Provinsi Papua Selatan.

Frederikus Gebze
Pernyataan Frederikus Gebze

“Kami berlima adalah jembatan, temasuk suara kenabian, suara adat, dan tokoh untuk hadirnya Provinsi Papua Selatan. Pemerintah akan memfasilitasi, memediasi dan membuat regulasi,” ( Frederikus Gebze, S.E., M.Si )

” Sebagai tuan rumah, kami siap menjadikan Kabupaten Merauke sebagai ibu kota Provinsi Papua Selatan. Pihaknya juga sudah menyurat kepada MRP untuk mendapatkan dukungan. Usai deklarasi, tugas selanjutnya adalah menyiapkan SDM di Papua, honorer dari anak asli Papua diprioritaskan diangkat menjadi PNS “( Frederikus Gebze, S.E., M.Si )

Sementara pencetus PPS, Johanes Gluba Gebze menceritakan perjuangan awal pemekaran hingga adanya sinyal positif dari pemerintahan pusat. Dikatakan, yang diusulkan sejak awal hanya empat kabupaten, yakni Merauke, Mappi, Boven Degoel dan Asmat. Selanjutnya, para bupati dari lima kabupaten diminta menyampaikan permintaan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Papua sebagai satu syarat administrasi yang harus dimiliki.

“Kita mau daerah ini harus definitif, bukan persiapan. Jangan negeri ini jadi surplus komentar, tapi jadilah agen-agen perubahaan. Mari kita sama-sama membangun, jangan ribut, berjalan damai saja,” ( Johannes Gluba Gebze )

Bupati Asmat, Elisa Kambu mengatakan, Kabupaten Asmat sudah melakukan persiapan dan hadir untuk Papua Selatan. Di Kabupaten Asmat sudah bentuk tim, mempersiapkan dokumen, dan secara keseluruhan masyarakat Asmat menghendaki Provinsi Papua Selatan. Sementara Bupati Mappi Cristosimus Agawemu menambahkan, pertemuan tersebut adalah untuk menyatukan semangat persaudaraan demi membawa Papua Selatan menuju Provinsi Papua Selatan.

“Kita harap dalam waktu tidak terlalu lama segera ke Provinsi, menindaklanjuti kekurangan administrasi. Kami akan memberikan sumbangsih untuk bangsa dan negara,” ( Cristisimus Agawemu )

“Komitmen bersama untuk PPS harus diwujudkan hingga menjadi defenitif. Orang Asli Papua harus berpikir untuk maju ke depan dengan mendukung pemekaran PPS,” ( Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambanob )

Sedangkan Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka menyampaikan, memilih masuk ke Selatan Papua adalah solusi dalam percepatan pembangunan di Pegunungan Bintang. Sebab, selama ini masih daerah tersebut masih terisolir, tertinggal dan biaya hidup sangat mahal.

“Bagi kami ini adalah jawaban dari Tuhan atas sulitnya semua pergumulan hidup yang ada di daerah kami,” ( Constan Oktemka )

Tingkat kemahalan mempengaruhi seluruh aspek pembangunan di kabupaten tersebut. Bagi mereka, bergabung di PPS adalah jalan keluar terbaik. Sejauh ini kabupaten tersebut merasa kurang mendapat perhatian dalam percepatan pembangunan infrastruktur untuk meminimalkan semua tingkat kesulitan di sana.

“Kami harap dengan provinsi baru, kami mendapatkan perhatian serius oleh Pemerintah Provinsi. Kami siap menyesuaikan diri dengan saudara-saudara kami yang ada untuk percepatan pembangunan,” ( Constan Oktemka )

Lebih lanjut dikatakan, masih ada pihak atau sekelompok orang Pegunungan Bintang yang tidak menyetujui bergabung di PPS. Meskipun begitu, tujuan mulia ini akan tetap diwujudkan karena untuk kepentingan umum bukan pribadi atau golongan. ( Jeje Sri Rejeki )

Table of Contents

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap