Frederikus Gebze : Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal di Kabupaten Merauke

Frederikus Gebze : Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal di Kabupaten Merauke

Frederikus Gebze : Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal di Kabupaten Merauke

Kedeputian bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Ekonomi Lokal di Kabupaten Merauke.  Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK Mustikorini Indrijatiningrum menyampaikan arahan agar potensi alam yang Tuhan anugerahkan kepada Papua dapat dikelola dengan baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Masyarakat Merauke dikaruniai Tuhan YME dengan Sumber Daya Alam yang sangat melimpah. Tanah Merauke yang subur menjadi aset produk pertanian dan peternakan. Demikian pula dengan kekayaan lautnya. Masing-masing kampung tentunya memiliki potensi produk unggulan. Seluruh potensi jika dikelola dengan baik akan mampu menguatkan ekonomi masyarakat lokal dan memberikan kemakmuran serta kesejahteraan rakyat” ( Mustikorini Indrijatiningrum )

Gambar terkait

Untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat lokal, BI telah memfasilitasi UMKM, literasi internet, inklusi keuangan dan aplikasi pencatatan transaksi keuangan serta bekerjasama dengan PT Pos untuk memperoleh harga spesial untuk distribusi produk Papua. Beberapa masukan dan usulan rekomendasi Rakor yaitu bahwa untuk peningkatan kapasitas SDM perlu pendampingan secara rutin, untuk peningkatan usaha masyarakat perlu akses permodalan dari perbankan dan penambahan alsinta (alat mesin pertanian), penerapan teknologi tepat guna, kerjasama BUMKam dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), perlu dibangun unit pengolahan hasil pertanian dan sinergi program kementerian dan lembaga dengan program pemda dan kampung.

 

Bupati Frederikus Gebze sangat menyambut baik dengan adanya RAKOR tersebut. Ketika diwawancarai oleh reporter www.juliet1news.com, Bupati Merauke menyampaikan bahwa Pemerintah Kab. Merauke berkomitmen mendukung pembangunan kampung diantaranya memberikan bantuan akses KUR kepada Bank Papua dan BRI tanpa jaminan dan mendorong penyerapan pasar hasil pertanian terutama beras yang telah surplus untuk mencukupi pangan wilayah Papua dan diharapkan dapat dieksport ke negara tetangga.

Baca Juga :  Frederikus Gebze : Galery 3 Kinerja Membangun Merauke

” Pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat bersinergi Pengembangan Ekonomi masyarakat maupun berbagai Insfrastruktur lainnya  di Kabupaten Merauke. Program Nawacita Presiden Jokowi ke Tiga adalah membangun dari pinggiran sudah dirasakan masyarakat di daerah perbatasan RI-PNG Kabupaten Merauke ” ( Frederikus Gebze )

“Dengan keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Merauke, dalam rangka mengejar ketertinggalan pembangunannya, Pemerintah Kabupaten Merauke memang banyak mengajukan berbagai Program yang berasal dari APBN untuk mempercepat Pembangunan Merauke “ ( Frederikus Gebze )

” Jika tanpa adanya support dari program pembangunan yang berasal dari Pemerintah Pusat, saya bisa katakan, kemajuan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Merauke belum tentu semaju sekarang ini ” ( Frederikus Gebze )

Tim Kemenko PMK juga melakukan monitoring (24/06) pada 2 (dua) kampung di Kabupaten Merauke yaitu Kampung Ivimahat dan Kampung Telagasari Kecamatan Kiruk. Tujuannya untuk melihat kondisi perekonomian masyarakat lokal secara langsung dan berdialog dengan aparatur kepala kampung, pendamping desa, ketua Gapoktan dan tokoh masyarakat serta pengelola Badan Usaha Milik Kampung (BUM Kam).

Kampung Ivimahat berpenduduk orang asli Marind, merupakan kampung tertua Suku Marind. Sedangkan Kampung Telagasari berpenduduk eks-transmigrasi. Masing-masing masyarakat ini memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pendekatan penguatan ekonomi masyarakatnya juga berbeda.

Kegiatan ekonomi masyarakat sebagian besar bertani. Kelembagaan ekonomi dilakukan oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). Untuk BUMKam di Ivimahat mempergunakan dana desa salah satunya untuk membeli mobil angkutan pertanian sebagai usaha transportasi hasil pertanian. Sementara BUMKam Telagasari sudah cukup berkembang didukung kegiatan usaha penyewaan alsinta, toserba dan simpan pinjam.

Diakhir kunjungannya Tim Kemenko PMK menyempatkan untuk meninjau ke Distrik Soeta, perbatasan dengan PNG. Tim Kemenko PMK diterima kedua penjaga negara yaitu penjaga wilayah Indonesia dan penjaga wilayah PNG yang merupakan suku asli setempat. Pembangunan Pos Lintas Batas masih sedang berlangsung. Pasar lintas batas yang berada di Distrik Soeta menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sarana untuk saling berinteraksi antara masyarakat Indonesia dan masyarakat PNG.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap