FREDERIKUS GEBZE : PEMBANGUNAN SEKTOR PERTANIAN

FREDERIKUS GEBZE : PEMBANGUNAN SEKTOR PERTANIAN

Masa kepemimpinan Bupati Merauke, Frederikus Gebze dengan Wakilnya Sularso pada tahun 2020 memasuki tahun kelima. Oleh karena itu, di sisa masa jabatannya itu, Frederikus berharap capaiannya selama memimpin Merauke dapat dilanjutkan kembali pada periode selanjutnya.

Selama empat tahun menjabat sejak dilantik awal 2016 lalu, dirinya fokus membenahi tatakelola admistrasi dan manajemen pemerintahan. Pasalnya, tata kelola admistrasi di dalam tubuh pemerintahan jika dilaksanakan dengan baik akan menunjang pembangunan lainnya.

Bupati Frederikus Gebze mengungkapkan capaian dan keberhasilan menata sistem di internal Pemerintahan baik administrasi maupun dari segi sumberdaya manusianya,  itu tidak luput dari dukungan masyarakat dan media massa.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman media baik cetak, online, dan elektronik yang telah membantu melaksanakan pembangunan daerah dengan sebaik-baiknya. Saya juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada masyarakat kabupaten Merauke yang memberikan amanah memimpin Merauke ini sudah tahun ke empat dan akhir tahun memasuki tahun kelima,” kata Frederikus, dalam wawancara khusus dengan otonominews melalui telepon, Kamis (26 Desember 2019).

Memasuki tahun 2020, dirinya baik atas nama Bupati, Wakil Bupati dan keluarga menyampaikan harapan, meminta dukungan dan doa supaya bisa melanjutkan delapan program prioritas pembangunan yang telah mereka janjikan kepada masyarakat.

Dirinya meminta dukungan masyarakat, bahwa pembangunan selama lima tahun itu hanya mampu berjalan efektif tiga tahun, itupun kalau tidak ada hal-hal atau situasi yang terjadi.

“Sehingga, diperlukan waktu lagi untuk membangun, oleh karena itu 2020 kami memohon dukungan kepada masyarakat kabupaten Merauke untuk melanjutkan pembangunan sesuai keinginan dan harapan masyarakat Merauke,” harapnya.

Frederikus menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antar kampung di sejumlah pelosok daerah pada 2020 mendatang itu bisa merata di semua daerah. Meski diketahui bahwa kabupaten Merauke merupakan kabupaten terluas.

“Untuk pembangunan infrastruktur itu memerlukan waktu yang panjang. Tetapi kita tetap berusaha mewujudkan itu semua. Selain itu kita melakukan pembangunan pemerataan di semua wilayah hingga pelosok kampung,” katanya lagi.

Menurut Bupati Merauke ini, dari delapan misi atau program prioritasnya, ada enam item program misi yang sudah memenuhi harapan sesuai yang diinginkan. Mulai dari penataan kelembagaan pemerintahan, sektor pertanian, kesehatan, pendidikan dan pariwisata sudah memenuhi harapan.

“Kami juga sudah dibangunkan pos lintas batas negara di kota dan juga patung Anim Ha (manusia sejati) jadi ikon kedepannya. Patung itu bisa dikunjungi wisatawan yang melambangkan kultur dan orang marind,” katanya.

Baca Juga :  MEMBANGUN MERAUKE : BERSAMA PEMERINTAH PUSAT MEMBANGUN SKPT

Diketahui, patung yang berdiri kokoh setinggi tujuh meter tepat di halaman kantor Bupati Merauke ini dibuat oleh seniman rupa dari Merauke. Bupati Freddy yang menginisiasi kembali dibangunnya patung Anim Ha dengan filosofi angka kramat 742 yang berarti tujuh marga besar yaitu Gebze, Kaize, Samkakai, Ndiken, Mahuze, Balagaize, dan Basik-basik. Empat penjuru mata angin dan dua sendawi.

“Kalau hanya sendirian, kita tidak akan mampu membangun Merauke sesuai dengan yang kita inginkan, tetapi kita membagi dengan baik agar semua berjalan dengan baik. Lebih baik masyarakat yang menilai kita berhasil membangun daripada kita memaksa masyarakat untuk menilai kita berhasil membangun,” katanya merendah.

Bupati Frederikus meski dikenal suka merendah namun dia juga dikenal sebagai seorang pekerja keras dan rajin. Hal itu dibuktikan dengan berbagai terobosan dan yang diberikan selama memimpin Merauke.

Salah satu penghargaan yang diperoleh yakni penghargaan penggunaan keuangan dengan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) selama tiga kali berturut-turut. Prestasi tersebut tentunya patut diacungi jempol.

Namun Bupati bersikap merendah, ketika  ditanya tentang prestasi yang luar biasa ini.  Menurutnya,  penerimaan penghargaan WTP ini merupakan kerja keras semua masyarakat Kabupaten Merauke yang ikut mendukung dan mendorong jalannya pemerintahan sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Selain mendapat penghargaan predikat WTP, Kabupaten Merauke diberikan penghargaan lain atau hadiah berupa dana insentif daerah senilai Rp31 miliar.

Dan yang lebih spetakuler lagi, tampak banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia, Merauke bahkan bisa berhasil mengekspor beras, Minyak CPO, Kayu Gaharu, dan Plywood, kepiting Bakau ke berbagai negara. Untuk kedepannya Kabupaten Merauke dibawah pimpinan Frederikus Gebze mulai mencanangkan akan mengembangkan tanaman Lada/Merica, Jagung Hybrida, serta Kakao Hybrida Unggul.

Baca Juga :  Potret Kinerja Frederikus Gebze Membangun Kab. Merauke Tahun 2016 ( 6 )

Selain maju dalam bidang Pertanian, Peternakan serta Perikanan, Merauke yang cukup berhasil, dalam bidang pembangunan Indfrastruktur Kota, Pariwisata, Pendidikan, Kesehatan juga sangat terlihat kemajuannya. Oleh karena itu tidaklah heran, jika Presiden Joko Widodo dan Mendagri Tito Karnavian menyetujui merauke untuk menjadi ibukota Propinsi Papua Selatan.( Sri )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap