FREDERIKUS GEBZE  SEMARAK PEMBAGIAN BINGKISAN NATAL EXCLUSIVE UNTUK ANAK  dan MASYARAKAT MERAUKE

FREDERIKUS GEBZE SEMARAK PEMBAGIAN BINGKISAN NATAL EXCLUSIVE UNTUK ANAK dan MASYARAKAT MERAUKE

SEMARAK PEMBAGIAN BINGKISAN NATAL DAN BAHAN MAKANAN OLEH BUPATI MERAUKE, Frederikus Gebze ( 1 )

Bupati Merauke Merauke, Frederikus Gebze, menyampaikan, makna Natal adalah Berbagi Kasih dan Keceriaan,  khususnya kepada anak-anak di Merauke. Keceriaan dan kesukacitaan menyambut Natal juga ditandai Kerlip lampu di pohon cemara itu begitu indah. Hijau, biru, merah bahkan ada yang putih cemerlang dan kidung nyanyian pujaan rasa Syukur. Apalagi ketika melantunkan lagu “Silent Night” pada malam Natal di Gereja, biasanya suasana terasa hening plus cahaya lilin yang menerangi gelapnya malam.

Lanjut Frederikus Gebze, Natal merupakan momen dimana umat Kristen merayakan hari kelahiran Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus telah hadir ke dunia dalam wujud manusia dan menjadi sama dengan manusia. Yesus Kristus telah menjalani kehidupan layaknya manusia pada umumnya, namun Dia tidak kehilangan kuasaNya dan hal ini terbukti dengan mujizat-mujizat yang telah dilakukanNya. Dia juga telah mengorbankan diriNya untuk disalibkan agar manusia selamat dari dosa-dosanya.

BACA JUGA : HARAPAN FREDERIKUS GEBZE TERHADAP BANDARA UDARA MOPAH

Frederikus Gebze juga menyampaikan bahwa Natal merupakan momen buat umat Kristen untuk bersyukur atas kehadiran dan penyelamatan oleh Yesus kepada umat manusia. Natal merupakan momen perenungan atas apa saja yang telah Tuhan Yesus berikan kepada manusia. Natal adalah momen Kristus memberi diriNya kepada dunia agar dunia ini selamat. Karena Natal itu menyambut hadirnya Yesus.

“Orangtua dapat mengajak anaknya menelaah sifat-sifat Yesus yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti Yesus yang membawa kedamaian, penuh belas kasih, tidak membedakan orang, menghargai orang lain, dan sebagainya,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Sebenarnya, manfaat perayaan Natal adalah membangun religiusitas anak.

“Anak-anak yang mengenal dan merasakan kasih Tuhan lebih memiliki sikap yang postif. Anak yang religius memiliki rasa aman, tahu bahwa dirinya tidak sendiri dan ada dukungan. Perasaan seperti ini membangun rasa percaya diri dan berani mengaktualisasikan diri, sehingga mereka biasanya lebih bahagia,” ( FREDERIKUS GEBZE )

Natal juga identik dengan momen berbagi kasih.

”Libatkan anak memberi usul kemana akan berbagi kasih pada tahun ini. Diskusi kegiatan Natal tidak hanya melatih kepekaan anak kepada orang lain, empati, mengembangkan rasa syukur, tetapi juga melatih anak bagaimana mengemukakan dan mendengar pendapat orang lain, ” ( FREDERIKUS GEBZE )

Natal kini telah tiba dengan sejuta kejutan yang tak terduga, Dia datang begitu cepat bagaikan kilat yang datang menerpa. Natal membawa kasih menyapa kita semua dengan sukacitanya yang begitu luar biasa setiap tahunnya Setiap orang bernyanyi, bersorak dan bergembira ria merayakan lahirnya Yesus Sang Juruselamat, ucap Frederikus Gebze.

Baca Juga :  FREDERIKUS GEBZE : MERAUKE MEMBANGUN : MENGEMBANGKAN POTENSI WISATA MERAUKE
frederikus gebze
frederikus gebze Bupati Merauke membagikan hadiah natal dan tahun baru

Frederikus Gebze Berpesan, Natal milik kita Natal adalah kehadiran Juruselamat yang menyelematkan manusia dari belenggu dosa Siapkan hatimu, siapkan pikiranmu dan siapkan rumahmu karena Dia akan hadir menyapamu dengan sejuta kado indah yang tak terlupakan. Natal penuh kasih dan sukacita, karena itu rasakanlah Dia dalam hati dan pikiran dengan penuh penghayatan dan pemaknaan.

Rasa terimakasih juga disampaikan oleh Bupati Frederikus Gebze kepada Ibu Yenni Wahid, Putri tokoh muslim dunia, Kiai Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengucapkan selamat Natal dan tahun baru kepada umat beragama yang merayakannya. Dalam akun Instagramnya @yennywahid,  putri Gus Dur tersebut mengatakan, dalam perjumpaanya dengan para kepala negara, pemuka agama dunia, termasuk para ulama di dunia, mereka berkomitmen untuk menjaga keutuhan umat beragama.

Frederikus Gebze mengingatkan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Indonesia mencontoh keteladanan para tokoh bangsa, seperti Pendiri Partai Masyumi Mohammad Natsir dan Presiden RI Keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam hal toleransi. Hal itu disampaikannya dalam sambutan Perayaan Natal Nasional 2019 di Sentul International Convention Center (SICC) Sentul, Jawa Barat pada Jumat (27/12/2019) malam. “Tokoh bangsa telah berikan banyak keteladanan tentang indahnya dan berharganya persaudaraan. Kita tahu pendiri Masyumi, tokoh Islam terkemuka Mohammad Natsir bersahabat kental dengan Bapak Ignatius Joseph Kasimo, sebagai seorang tokoh Katolik,” ujar Jokowi. Jokowi menceritakan keteladanan Natsir ditunjukkan saat perayaan Natal, Natsir selalu berkunjung ke rumah IJ Kasimo. Begitu pula sebaliknya, saat Hari Raya Idul Fitri, IJ Kasimo juga mengunjungi rumah Natsir.

“Inilah indahnya persahabatan di antara dua tokoh bangsa. Persahabatan hadir dengan mungkin juga bisa jadi inspirasi,” ucapnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mencontohkan persahabatan antara Gus Dur dengan Yusuf Bilyarta (YB) Mangunwijaya atau yang dikenal Romo Mangun. Karena itu, Jokowi menyebut Pancasila diwujudkan dalam persahabatan para tokoh bangsa yang berbeda agama.

Baca Juga :  Luar Biasa Ditengah Badai Virus Corona, Merauke Mengirimkan 3.000 Ton Beras Ke Jayapura dan Timika

“Bagaimana Pancasila diwujudkan dalam persahabatan yang nyata. Mereka tidak persoalkan perbedaan. Mereka berbeda agama namun tetap bersahabat. Namun saya ingatkan dalam perjalanan sejarah kita sering diuji apakah kita mampu menjaga kebersamaan di antara kita,” katanya.

( Report By : SRI REJEKI )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy link
Powered by Social Snap