Bupati Frederikus Gebze Membangun Infrastruktur Jalan Merauke.

Bupati Frederikus Gebze Membangun Infrastruktur Jalan Merauke.

Frederikus Gebze Kerja Membangun Merauke

Frederikus Gebze Membangun Merauke

Frederikus Gebze. Kota Merauke terus berbenah diri untuk mempersiapkan segala hal menjelang ditetapkannya sebagi Ibukota Propinsi Papua Selatan. Dibawah kepemimpinan Frederikus Gebze, S.E., M.Si secara nyata berdasarkan fakta dan data, bahwa insfrstruktur jalan yang ada di kota Merauke sudah sangat baik dan merata diberbagai kelurahan dan kampung. Dengan jumlah anggaran APBD yang sama seperti tahun sebelumnya, hasil yang dicapai oleh Bupati Frederikus Gebze didalam pembangunan jalan 90% lebih baik kualitas dan lebih merata kuantitasnya. Dalam periode I masa jabatannya ( 2016-2021, dengan keterbatasan APBD Kabupaten Merauke, Bupati Frederikus Gebze berupa untuk meletakan LANDASAN DASAR Pembangunan Merauke yang kokoh, sehingga nantinya bisa menjadi layak untuk ditunjuk sebagai ibukota Propinsi Papua Selatan.

Bidang-Bidang Prioritas Yang Dibangun Pada Periode Awal Jabatan Bupati Frederikus Gebze

Sesuai dengan VISI KERJA sebagai Bupati Merauke periode 2016-2021 yaitu ” TERWUJUDNYA MERAUKE SEBAGAI KAWASAN EKONOMI PERBATASAN BERBASIS PERTANIAN YANG STRATEGIS DAN PRODUKTIF “ Bupati Frederikus Gebze berupaya sekuat tenaga untuk bisa mewujudkan VISInya tersebut. Pertanian yang dimaksud dalam Visinya ini ialah Pertanian dalam arti luas, yang juga mencakup bidang Perikanan dan Perkebunan. Pada tahun 2020 ini, hasilnya bisa dilihat secara nyata, bahwa kemajuan Pertanian, Perkebunan serta Perikanan Kabupaten Merauke sudah benar-benar menjadi motor penggerak roda perekonomian Kabupaten Merauke. Bahkan Merauke mampu mengekspor beras, Gaharu, Plywod, Minyak Sawit dan kepiting bakau serta ikan ke berbagai negara. Merauke juga mampu untuk mensuplai sayur, telurm daging, beras bagi kebutuhan kontingen dan atlit peserta PON XX Papua. Dengan ditunuknya Kabupaten Merauke sebagai salah satu daerah penyelenggara beberapa pertandingan PON XX Papua, Sektor pariwisata juga ikut dibenahi dan dikembangkan.

MEMPERSIAPKAN KOTA MERAUKE SEBAGAI CALON IBUKOTA PROPINSI PAPUA SELATAN

Dari sejak awal menjabat di tahun 2016, Bupati Frederikus Gebze sudah mencanangkan bahwa pada tahun 2021 atau 2022 Kota Merauke harus bisa memenuhi persyaratan sebagai ibukota Propinsi Papua Selatan. Oleh karena itu kondisi Insfrastruktur kota Merauke ditata dan dibangun dengan baik. Sarana ketersedian listrik, air, jaringan Internet serta kenyamanan dan keamanan kota diprioritaskan pembangunannya. Berbagai akses jalan dan jembatan yang dari kampung atau distrik menuju kota Merauke juga dibangun dan ditingkatkan. Dan pada akhir tahun 2019, kerja keras itu terbukti, Kota Merauke memuhi persyaratan untuk bisa ditunjuk sebagai Ibukota Propinsi Papua Selatan. Keberadaan Monument Kapsul Waktu, PLBN Sota, Stadion Kapaltal, ikut menunjang kemajuan Kota Merauke, karena telah mempunyai ikon baru dalam hal sebagai sarana wisatanya. Ditambah lagi dengan dibangunnya Sentra Perikanan Terpadu yang sangat membantu para nelayan Merauke didalam menjual hasil tangkapan ikannya.

Baca Juga :  FREDERIKUS GEBZE QOUTES 30: MERAUKE SALAH SATU PENYELENGGARA PON XX

MERAUKE SEBAGAI KAWASAN EKONOMI PERBATASAN YANG STRATEGIS dan PRODUKTIF

Visi Bupati Merauke Frederikus Gebze yang ingin mewujudkan Kabupaten Merauke sebagai kawasan Ekonomi Perbatasan Yang Strategis dan Produktif, terbukti secara nyata telah berhasil diwujudkan. Dengan ditetapkannya Merauke sebagai lumbung pangan Nasional, Merauke sudah mampu menjawab perannya sebagai suatu daerah yang terletak di ufuk timur Indonesia yang langsung berbatasan dengan negara Papua Nugini tersebut.

MERAUKE SUDAH MENJADI DAERAH YANG CUKUP DISEGANI dan HARUM NAMANYA DITINGKAT NASIONAL

Dibawah kepemimpinan Bupati Frederikus Gebze, banyak pembenahan layanan kepada masyarakat yang telah berhasil ditingkatkan. Makanya tidak heran berbagai AWARD dan PENGHARGAAN Tingkat Nasional berhasil diraih oleh Frederikus Gebze. Ada lebih dari 10 Award dan penghargaan yang diberikan oleh Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah dari Jakarta untuk pengakuan akan berbagai kemajuan yang berhasil dicapai oleh Bupati frederikus Gebze.

MASA DEPAN PEMBANGUNAN MERAUKE

Kedepannya, pembangunan dan perputaran roda ekonomi di Merauke akan jauh lebih meningkat setelah ditetapkannya Kota Merauke sebagai Ibukota Propinsi Papua Selatan. Banyak bidang dan industri yang akan dibangun di Kabupten Merauke dan juga sebagai Propinsi, Propinsi Papua Selatan akan memiliki dana Otsus tersendiri yang tentunya jumlahnya jauh lebih besar dari jumlah yang saat ini diterima kabupaten Merauke dari Propinsi Papua. Arah pembangunan dan Stretegi pembangunan Kabupaten Merauke pada saat ini sudah berada pada jalur yang tepat. Frederikus Gebzem adalah sosok seorang pemimpin yang akan membawa merauke menuju ke Gemilangan, Berbudaya dan Sejahtera masyarakatnya.

PEMBANGUNAN JALAN DI DISTRIKDISTRIK JUGA DIBANGUN OLEH BUPATI FREDERIKUS GEBZE.

  1. Kampung Welbuti, Distrik Tubang

Bukan hanya di dalam kota Merauke, Bupati Frederikus Gebze juga membangun jalan yang menuju ke distrik-distrik juga dibuka dan dibangun serta ditingkatkan kualitas jalannya, seperti contohnya pada rahun 2019 ini dibangun perbaikan jalan di kampung Welbuti, distrik Tubang dengan anggran APBD Kab. Merauke sebesar Rp 6.4 Milyar.

Baca Juga :  Frederikus Gebze : KABUPATEN MERAUKE MERAIH PENGHARGAAN TOP 99
Frederikus Gebze
Membangun Jalan

2. Kampung Baad, Distrik Animha

Di Kampung Baad, Distrik Animha

Bupati Frederikus Gebze, mengelontorkan dana APBD Kabupaten Merauke 2019 sebesar rp 9 Milyar, untuk membangun peningkatan jalan yang ada di Kampung Baad, Distrik Animha. Dengan demikian, Bupati Frederikus Gebze berharap proses lalulintas dan kegiatan perputaran roda ekonomi masyarakat Merauke yang menghubungkan antara Kampung, Distrik serta Kota Merauke dapat lebih lancar.

3. Distrik Ngguti

Distrik Ngguti juga diadakan peningkatan jalan pada tahun 2019, sebesar rp 3,7 Milyar.

4. Distrik Semangga

Di Distrik Semangga ( Semangga III ) juga digelontorkan dana sebesar Rp 2 Milyar dari APBD Kabupaten Merauke 2019.

5. Distrik Animha

Di Kampung Wayau, Distrik Animha juga dikerjakan proyek peningkatan jalan dari APBD Kab. Merauke rahun 2019 dengan nilai sebesar rp 2, 5 Milyar.

6. Distrik Elikobel

Pekerjaan peningkatan jalan juga dilaksanakan pada tahun 2019 dengan nilai pekerjaan sebesar 2 Milyar, yaitu jalan di Sp. Tanas – Tanas (Bupul kampung )

7. Distrik Merauke

Di Distrik Merauke, pekerjaan peningkatan jalan yang dilaksanakan adalah jalan Missi-Biak sebesar Rp 1,5 Milyar yang dananya digelontorkan dari APBD Merauke 2019.

Bupati Frederikus Gebze juga membangun beberapa Infrastruktur Fisik lainnya di Merauke pada tahun 2019 inisebagai berikut :

  1. Pembangunan Jembatan kali Kumb Belbeland ( Muting IX) Ulilin Tahap I Rp 8.000.000.000,00
  2. PENINGKATAN JALAN JAWA – KAMPUNG TIMUR Distrik Merauke Rp 7.000.000.000
  3. PENINGKATAN JALAN SP. JALAN PEMBANGUNAN – JALAN PETERNAKAN Rp 2.700.000.000
  4. PENINGKATAN JALAN KAMPUNG MARGA MULYA . Distrik ANIMHA Rp 4.000.000.000
  5. Pengadaan Sarana dan Prasarana Penangkapan Ikan Bagi Nelayan di Kampung Wanam, Wogikel, Bibikem, Padua Distrik Ilwayab Rp 4.100.000.000
  6. Pengadaan Perahu/Kapal Penangkap Ikan berukuran <3GT beserta mesin, alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkap ikan Rp 1.100.000.000

Secara fisik, karakter permukaan tanah di Kota Rusa ini sangat mudah dipengaruhi musim. Bila musim kemarau, struktur jalan keras, mudah retak, namun lebih mudah dilalui. Bila musim hujan, struktur jalan menjadi padat tapi tidak stabil. Pembangunan jalan beraspal jenis latasir (lapis tipis aspal pasir), dipastikan Frederikus, hanya bertahan dua tahun saja, setelah itu rusak lagi.

Baca Juga :  FREDERIKUS GEBZE : TEKAD DAN SEMANGAT SAYA MEMBANGUN MERAUKE DARI SEJAK TAHUN 2016

Untuk lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke, dia mengatakan sudah ada perbaikan jalan, dari latasir menjadi hotmix (aspal beton) alias jenis yang lebih kuat. Sebenarnya, karakteristik tanah di Merauke memang tidak bisa sekadar diaspal.

“Ini membutuhkan teknologi jalan bertulang, harus dicor, dan sebagainya. Kalau ini tidak dilakukan, setiap dua tahun pasti mengalami kerusakan, hujan-panas, hujan-panas,” ujarnya.

Soal anggaran, Frederikus Gebze mengatakan pihaknya kekurangan dana untuk membangun jalan. Total APBD Kabupaten Merauke pada 2017 sebesar Rp 2,1 triliun. Namun anggaran kabupaten banyak terserap untuk menggaji pegawai. Dia berencana memangkas alokasi belanja pegawai ini demi membiayai pembangunan infrastruktur jalan.

“Kita itu habiskan anggaran kita lebih banyak kepada belanja modal. Yaitu belanja pegawai, kurang-lebih Rp 600 miliar. Habis saja untuk belanja orang yang kerjaannya administrasi thok. Jadi juga ini yang mau diperbaharui. Supaya anggarannya bisa dipakai untuk infrastruktur jalan,” tuturnya.

Citra Indonesia di mata negara tetangga dapat dilihat, salah satunya lewat kondisi kawasan terdepan. Apalagi, kata Frederikus, masyarakat Papua Nugini dan Merauke sering saling mengunjungi. Mobilitas masyarakat sering terjadi karena masih ada hubungan kekerabatan. Citra antarnegara mudah didapat masyarakat kedua belah pihak

Dan masih banyak pembangunan lainnya yang dapat dilihat dan diawasi oleh masyarakat, yang mana datanya dapat di lihat di http://lpse.merauke.go.id/eproc4/lelang

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy link
Powered by Social Snap