FREDERIKUS GEBZE, KERJA MENGEMBANGKAN SAGU MERAUKE

FREDERIKUS GEBZE, KERJA MENGEMBANGKAN SAGU MERAUKE

FREDERIKUS GEBZE, KERJA MENGEMBANGKAN SAGU MERAUKE

Pemerintah Kabupaten Merauke berencana akan kembali mengembangkan sagu sebagai  salah satu keunggulan Kabupaten Merauke dari sektor pangan, dan menjadikannya sebagai hutan sagu. Hal itu, seiring dengan kondisi belakangan ini dimana pohon sagu sudah jarang dijumpai karena selain adanya kebakaran lahan dan hutan beberapa waktu lalu termasuk dengan adanya perluasan areal  persawahan.

Sagu merupakan salah satu makanan lokal yang menjadi primadona bagi masyarakat termasuk masyarakat di Kabupaten Merauke. Sagu memiliki gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya dan memiliki keunggulan lainnya, sehingga sagu banyak di cari untuk di jadikan bahan pangan pengganti beras. Salah satu sentra produksi sagu yang ada di kabupaten Merauke, yakni di Kampung Tambat Distrik Tanah Miring, dikelola oleh putra asli Merauke yakni Jakobus, sejak tahun 2003. Jakobus  menjelaskan, awal mula memulai usaha Sagu hanya dilakukan secara manual, sehingga hasilnya tidak maksimal. Namun berkat ketekunannya secara bertahap usaha yang dikelola meningkat seiring dengan pemberian bantuan dari Pemerintah.
Menurut Jakobus, saat ini produksi sagunya bisa mencapai kurang lebih satu ton per hari, dengan kualitas yang baik. Jakobus menambahkan, saat ini ia tergabung dalam kelompok Tani Dwitrap dengan anggota 25 orang pengelola sagu. Menyinggung pemasaran, Jakobus mengemukakan, rata rata mencapai 3 ton per bulan dan masih sebatas dalam wilayah Merauke dan sekitarnya, sehingga diharapkan Pemda Merauke dapat mencari terobosan pemasaran hingga ke daerah lain.

Pada Hari Pangan sedunia yang digelar di Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Bupati Merauke  Frederikus Gebze, SE, M.Si mengungkapkan bahwa saat ini pengelolaan sagu terbesar ada di Kalimantan. Dimana bibit dari sagu tersebut berasal dari Sentani.

‘’Makanya Sentani sekarang dibuat  jadi hutan sagu. Begitu juga Merauke harus jadi hutan sagu. Makanya kita harus buat cadangan  makanan yang banyak,’’ ( FREDERIKUS GEBZE )

Pengembangan sagu ini, karena selain kaya nutrisi yang terkandung di dalamnya, juga karena sagu dapat dibuat berbagai jenis makanan dan olahannya sampai lebih dari 300 jenis. Papua  adalah tanah yang kaya dengan alamnya. Seperti patahan surga atau surga kecil yang jatuh ke bumi. Kendati demikian, harus terus mengoptimalkan dengan inovasi dan daya saing. Sebagaimana tema hari pangan sedunia tersebut teknologi industri pertanian dan pangan menuju Indonesia lumbung pangan dunia 2045.

Menurut Bupati Frederikus Gebze, memanfaatkan teknologi adalah memanfaatkan sumber pengetahuan untuk dikelola sebesar- besarnya untuk kemakmuran rakyat dan dikuasai oleh negara untuk hajat hidup orang  banyak. Pada hari pangan sedunia tersebut, bupati Frederikus Gebze juga meresmikan pabrik pengolahan sagu kelompok Dwitrap yang ada di Kampung Tambat.

Pengolahan Sagu dengan  menggunakan mesin ini merupakan yang pertama di Merauke yang menggunakan teknologi. Sedangkan pengolahan sagu lainnya masih dilakukan secara manual. Selain itu, bupati Merauke juga melakukan penanaman 1.000 pohon sagu, pengukuhan kelompok peternak sapi, kambing dan babi.

Ketua Masyarakat Sagu Indonesia Prof. Bintoro mengungkapkan, bahwa ada 359 jenis makanan yang dihasilkan dari Sagu. Menurutnya, Merauke yang memiliki hutan Sagu harus benar-benar bisa dimanfaatkan. Karena Jepang, Korea dan China ingin membeli sagu dalam jumlah yang besar.

‘’Kalau ini kita bisa sediakan secara kontinyu dalam jumlah yang besar, sebenarnya ini menjadi sumber pendapatan kita. Harusnya, Merauke tidak menjadi daerah tertinggal karena tersedia bahan makanan yang sangat cukup,’’ ( Prof, Bintoro )

Ditambahkan, bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar diskusi soal sagu ini di Jayapura dengan mendatangkan para pembeli dari luar.  Bintoro  berharap Merauke dapat merebut pasar tersebut apalagi Merauke telah didukung pelabuhan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap