Frederikus Gebze, Belajar Pertanian Pertanian Terpadu di Kampung Wapeko, Merauke

Frederikus Gebze, Belajar Pertanian Pertanian Terpadu di Kampung Wapeko, Merauke

Frederikus Gebze, Belajar Pertanian Pertanian Terpadu di Kampung Wapeko, Merauke

Siang yang begitu menyengat di akhir bulan Agustus lalu tak menyurutkan semangat warga Wapeko, Kabupaten Merauke, Papua. Hari itu, di sebuah gazebo milik Dinas Pertanian Kabupaten Merauke yang ada di kampung tersebut,  sekitar 25 orang warga mengikuti pelatihan pertanian terpadu.

Dibantu para fasilitator, mereka saling bertanya dan berdiskusi. Antusiasme terus berlanjut saat berbagai materi mengenai demplot sayuran organik dan cara beternak ayam mereka peragakan.  Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu berlangsung dengan meriah.

Pelatihan pertanian terpadu di Kampung Wapeko digagas Yayasan Santo Antonius (Yasanto) bekerja sama dengan Medco Foundation. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan memperluas pengetahuan warga mengenai pertanian terpadu dan pertanian berkelanjutan. Selain untuk menambah wawasan, pelatihan tersebut diharapkan juga untuk meningkatkan keahlian warga di bidang pertanian.

“Ini dilaksanakan agar warga, terutama warga asli Papua, meningkat ketrampilannya di bidang pertanian. Kalau ada ketrampilan diharapkan nantinya pendapatan masyarakat juga akan meningkat,” kata Jago Bukit dari Yasanto yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini.

Menurut Jago, sebagai wilayah yang terletak di daerah pengembangan pertanian di Merauke, warga Kampung Wapeko  perlu mendapatkan berbagai pengetahuan serta ketrampilan dalam bidang pertanian. Hal ini agar mereka tidak menjadi pasif dan menjadi penonton.  Selain itu, dengan adanya pengetahuan dan ketrampilan mengenai pertanian berkelanjutan,  warga diharapkan bisa menjadi petani produktif yang mampu menangkap peluang sekaligus memajukan daerah.

Pelatihan pertanian terpadu merupakan salah satu kegiatan dalam program Smart Village atau Kampung Mandiri yang dilaksanakan Yasanto bekerja sama dengan Medco Foundation. Sebelumnya juga telah diadakan pelatihan mengenai penguatan kapasitas pemerintah kampung. Rizky Aliakbar, Koordinator Program Social Empowerment di Medco Foundation, mengungkapkan bahwa kegiatan-kegiatan dalam Program Kampung Mandiri dirancang agar warga Kampung Wapeko meningkat kemampuan serta kesejahteraannya .

“Melalui berbagai kegiatan ini nantinya kita harapkan ada dampak positif yang menyertainya, terutama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Senin (3/10) pagi, wakil Bupati Kabupaten Merauke melepaskan keberangkatan siswa-siswi sekaligus meluncurkan fasilitas belajar pertanian di Wapeko sebagai tanda dimulainya program kerjasama pendampingan praktek kerja industri (Prakerin) bagi empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang pertanian di daerah itu.

Peresmian pendampingan Prakerin ini juga diikuti penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Medco Papua dengan empat sekolah kejuruan bidang pertanian di Merauke, masing-masing SMKN 1 Jagebob, SMKN 1 Tanah Miring, SMKN 1 Kumbe, dan SMK Antonius.

Pendampingan Prakerin SMK Pertanian di Merauke oleh Medco merupakan bagian dari kerjasama perusahaan ini dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke, Direktorat Pembinaan SMK di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, SMK pertanian di Merauke dan mitra perusahaan pertanian PT. Bayer Indonesia divisi Crop Science.

Sebanyak 59 pelajar dari empat sekolah itu, dengan konsentrasi studi pertanian, konservasi kehutanan dan administrasi perkantoran, akan mengikuti praktek kerja industri di fasilitas belajar yang dipusatkan di Wapeko. Dalam program ini, Medco dan pihak sekolah bersinergi memfasilitasi dan mendampingi para pelajar dalam kegiatan magang, praktik kerja lapangan, dan pelatihan. Untuk mendukung kegiatan ini, Medco menyediakan lahan pertanian terintegrasi di Wapeko sebagai “laboratorium” tempat para pelajar SMK mempraktekkan ilmu pertanian.

Laksmi Prasvita, Head of Communications and Public Affairs PT. Bayer Indonesia, mengatakan “Bayer aktif berkontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) untuk memenuhi kebutuhan pangan dan inovasi industri, karena itu Bayer turut aktif berperan menyumbangkan ilmu pengetahuan dan mendukung praktik pertanian yang baik di sekolah kejuruan di Merauke agar para pelajar menjadi petani modern sehingga dapat meningkatkan produksi pangan di Indonesia. Inisiatif ini akan kami replikasi dan kami kembangkan di berbagai kawasan di Indonesia”. Selain terlibat dalam menyusun modul pertanian, Bayer juga turut menyumbangkan fasilitas komputer untuk membantu proses belajar mengajar dan memberikan pelatihan intensif bagi para pengajar untuk program ini.

Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan di Merauke, Marthen Rummar, di sela pertemuan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua pada Mei lalu, mengatakan kerjasama dalam Prakerin dengan Medco akan meningkatkan kapabilitas SMK dalam mencetak petani muda berkualitas di masa mendatang.

“Dengan adanya praktek kerja ini, para siswa bisa benar-benar memahami secara mendalam tentang pertanian. Mulai dari cara mengolah tanah hingga panen. Jadi, tidak lagi sekadar teori,” kata Marthen. ( Sri Rejeki )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap