Max Abner Ohee : Dana Abadi Kebudayaan Rp5 T Rintisan Jokowi Bisa Dipakai 2021

Max Abner Ohee : Dana Abadi Kebudayaan Rp5 T Rintisan Jokowi Bisa Dipakai 2021

Jakarta, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid mengatakan penanaman anggaran untuk dana abadi kebudayaan sebesar Rp5 triliun dimulai pada tahun ini. Nantinya, dana tersebut baru bisa digunakan untuk kepentingan kegiatan kebudayaan pada 2021.

“Dana ini akan dikelola. Kemudian, hasil dari pengelolaan itu, bunganya sebesar kurang lebih 6 persen yang akan digunakan mulai 2021,” ujar Hilman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/3).

Hilman menjelaskan proses dana abadi kebudayaan itu hingga bisa digunakan. Dia mengatakan dana abadi kebudayaan akan dimasukkan sebesar Rp5 Triliun dalam anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2020 pada Oktober mendatang.

Setelah itu, dana abadi kebudayaan akan dikelola sepanjang 2020. Hilmar mengatakan keuntungan dari pengelolaan dana abadi kebudayaan sudah bisa terlihat pada akhir 2020.

“Sehingga di akhir 2020 dapat bunganya. Bunganya ini yang kemudian masuk di 2021 dan bisa digunakan,” kata Hilmar.

Sejauh ini, baru dua kementerian yang terlibat langsung dalam proses penanaman dana abadi kebudayaan, yaitu Kemendikbud dan Kementerian Keuangan. Hilmar mengatakan nantinya akan ada semacam badan layanan umum yang khusus mengelola dana tersebut. Dia menyebut Kemenkeu akan jauh lebih berperan mengenai hal itu.

“Kemenkeu yang lebih punya kompetensi. Kita lebih banyak pengelolaan hasilnya nanti,” ucap Hilmar.

Hilmar mengatakan dana abadi kebudayaan bakal dialokasikan untuk membiayai kegiatan kegiatan kebudayaan di berbagai daerah.

Menurutnya, selama ini begitu banyak komunitas yang kesulitan memperoleh dana untuk mengadakan kegiatan. Padahal , menurut Hilmar, komunitas tersebut sangat berperan dalam melestarikan kebudayaan Indonesia.

“Peran mereka begitu esensial. Jadi kita ingin ke depan , ketika dana abadi kebudayaan ini, ya seperti ini justru kita bisa cover lebih banyak,” kata Hilmar.

Hilmar berharap dana abadi kebudayaan nanti bisa lebih banyak membantu kegiatan komunitas. Terutama di luar Jawa.

“Juga untuk mendukung kegiatan kegiatan di taman budaya. Problem di institusi kita ini kan, seperti taman budaya, kekurangan program. Jadi bisa kita gunakan untuk itu,” kata Hilmar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via