Berbincang Bersama Frederikus Gebze, S.E., M.Si,

Berbincang Bersama Frederikus Gebze, S.E., M.Si,

Berbincang Bersama Frederikus Gebze, S.E., M.Si

                                               Oleh : Adrian Indra

Suatu senja diawal Bulan November 2019 di Jakarta, ada pesan WA masuk ke HP saya, saya lihat oooh ternyata dari Bp. Frederikus Gebze. Hanya kata-kata singkat di WA itu, ” kita ngopi yuk malam ini di Restaurant Hotel Novotel Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat “.   Saya bergegas berangkat dan segera menemui beliau yang sudah menunggu di restauran tersebut. Setelah bertemu kami membuka cerita masalalu ketika Bp. Lukas Enembe dan Bp. Klement Tinal akan maju sebagai Pilgub Papua untuk Periode yang kedua. Karena tadinya saya dan Pak Frederikus Gebze, berada dalam 1 group WA, team Pemenangan LE- KT.

Pembicaraan berikutnya, saya sampaikan kepada Bp. Frederikus Gebze, “ Pak…saya bukan memuji, saya mengamati bahwa Bapak cukup sukses dan berprestasi didalam memimpin Merauke pada tahun I Periode Kepimpinan Bapak kali ini ” Bp. Frederikus Gebze hanya tersenyum mendengar kata-kata saya itu, lalu beliau balik bertanya ” Apa dasarnya ko bilang saya berhasil dan berprestasi ?”

yes-4-5dfb8ebed541df19270831f2.jpg

Mendengar pertanyaan Bp. Frederikus Gebze itu, dalam hati saya menerka, mungkin beliau ini sedang mencoba untuk mendengarkan sudut pandang saya dan wawasan saya tentang kepemimpin beliau yang sudah 4 tahun lebih ini memimpin Kabupaten Merauke.

Saya jawab, keberhasilan seseorang Kepala Daerah itu kan ada Standarnya Pak, yaitu : Situasi Keamanan Sosial dan Politik Daerah, Indeks Pembangunan Manusia ( IPM)  dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD )  dan Pertumbuhan ekonomi. Standar ini adalah standar baku yang berdasarkan keilmuan dan juga sudah diterapkan diseluruh pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah kota diseluruh Indonesia.

20160608092054-5dfb8ed3097f3648a70e7f52.jpg

Bp. Frederikus Gebze menjawab,” Iya itu benar.….” lalu saya teruskan, jadi dengan demikian, apabila seumpamanya ada seseorang yang mengatakan Bapak gagal tau tidak berhasil memimpin kabupaten Merauke didalam periode pertama ini. kita akan tanyakan, apa ukuran yang dia pakai untuk menyatakan ketidak berhasilan tersebut ? Untuk menilai keberhasilan seorang Pemimpin daerah tidak bisa hanya berdasarkan Omongan saja, harus ada Data dan fakta yang valid.

Lalu Bapak Frederikus Gebze, kembali bertanya kepada saya, ” bagaimana menurut pandangan ko, akan pencapaian Kabupaten Merauke terhadap 4 poit ukuran keberhasilan pembangunan daerah itu “

Begini Pak Bup, saya harus jawab satu persatu, PERTAMA, Sejak 19 Agustus 2019 sd akhir Bulan September 2019, terjadi unjuk rasa hampir diseluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua dan Papua Barat, Indonesia, yang sebagian disertai dengan kerusuhan. Hanya Kabupaten Meraukelah, satu-satunya yang tidak terjadi gejolak demo kerusuhan.

Aksi demo terjadi beberapa kali,  namun tidak pernah sekalipun aksi unjuk rasa berujung kerusuhan atau bentrokan. Polisi juga tampak berjaga di beberapa akses vital. Ada demo tapi tidak rusuh, aksi damai saja beberapa kali. Setelah demo, bubar tertib. Aktivitas masyarakat di Merauke pun berjalan seperti biasa. Semua toko, kantor dan bank menjalankan aktivitasnya dengan normal. Tidak ada gejolak.

Kondisi seperti ini luar biasa, Pak Bup, masyarakat bisa menilai dalam hatinya, artinya dibawah kepemimpinan Pak Bup, Pak berhasil menjaga dan melindungi masyarakat yang hidup di Merauke ini. Kerjasama dan koordinasi Pak Bup bersama pihak keamanan TNI dan Polri sangat baik sekali.

Bukan hanya masyarakat Papua dari Kabupaten lain yang salut atas kondisi keamanan di Merauke ini. Pemerintah Pusat Mendagri dan Bahkan Presiden Joko Widodo juga salut dan angkat Topi.

Mendengar jawaban saya itu, Bp. Frederikus Gebze kembali tersenyum dan menjawab ” Iyo, itu sudah, coba ko teruskan, ko pu pandangan berikutnya

Saya jawab, Bapak, KEDUA. Soal Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ), tidak banyak orang yang faham, untuk bisa menaikan IPM atau bisa mencapai IPM pada tingkatan ” sedang ” atau  “Tinggi ” ini sungguh susah setengah mati Bapak. IPM adalah salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan kualitas hidup manusia. IPM menjelaskan bagaimana penduduk bisa mengakses pembangunan untuk memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan lain-lain.  Saat ini secara rata-rata IPM Indonesia mencapai 71,39 (2018).

yes-bb-5dfbb893097f3653ef6c61b4.jpg

Secara Internasional berlaku ketentuan, bahwa IPM disebut sangat tinggi bila lebih dari 80, kategori tinggi itu 70-80, kategori sedang 60-70, dan di bawah 60 tergolong rendah. IPM Provinsi Papua pada 2018 tercatat 60,06, masuk ke katagori sedang, setelah mengalami kenaikan 0,97 poin dari 2017. Dari 29 kabupaten kota di sana, hanya  4 yang masuk IPM tinggi ( Kota Jayapura, Kab. Mimika, Kab.Jayapura dan Kab. Biak Numpor.

Yang tergolong IPM sedang ada 8 kabupaten, termasuk Merauke (69,38) IPM dengan nilai sedang yang tertinggi, yang dalam tahun 2019 ini masuk golongan IPM tinggi.  Selebihya, 17 kabupaten tergolong daerah ber-IPM rendah. Bahkan, beberapa sangat rendah (di bawah 50) seperti di Deiyai (49,53), Pegunungan Bintang (44,22), Puncak Jaya (47,39), bahkan Kabupaten Nduga sangat tertinggal dengan IPM 29,42.

Jadi, IPM Kabupaten Merauke Itu ada no. 5 tetinggi dari dari 29 kabupaten/kota di Jayapura, mendekati Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabuapten Mimika dan Kabupaten Biak Numpor, itu luar biasa Pak Bup……..kelas kabupaten Merauke itu sudah hampir bisa mendekati kelas Provinsi Papua dalam hal IPMnya.

d3d0ll3uwaewodb-5dfbac96097f3653d51fe832.jpg

Kembali, Bupati Frederikus Gebze, senyum-senyum mendengar penjelasan saya itu. Lalu beliau menarik nafas panjang, sambil beliau bercerita ” Adrian…itu memang mimpi dan tekad saya, yang membangun Merauke menuju kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya. Saya menyadari bahwa dengan APBD Kabupaten Merauke yang sebesar sekitar 2,3 triliun, tidak akan cukup untuk bisa membawa Merauke dalam suatu pembangunan yang berlarinya agak cepat. Saya melihat peluang, satu-satunya jalan untuk ikut bisa mendongkrak pembangunan Merauke adalah dengan menarik Dana-dana dari Pusat dan Program dari Pemerintah agar bisa dibangun di Merauke “

” Ko kan tau Adrian, bahwa ada ratusan Kabupaten di seluruh Indonesia yang antri untuk bisa mendapatkan Program-program dari Pemerintah Pusat itu agar bisa direalisasikan di daerahnya. Oleh karena itu, saya harus berjuang untuk meyakinkan Pemerintah Pusat dan Kementerian terkait agar di Merauke bisa mendapatkan program-program pembangunan itu. Makanya saya sering di Jakarta, sebenarnya di Jkt cuma 2 hari saja tetapi karena perjalanan dari Jkt-Jayapura-Merauke yang memakan waktu 1 hari, banyak orang yang bilang ada di Jakarta sampai 3 atau 4 hari apabila saya sedang melakukan dinas ke Jakarta ” Tapi saya jalan terus, saya sudah bagi tugas dengan Wakil Bupati, dan  semua kita lihat, semuanya berjalan lancar dan banyak hasil secara nyata dari beberapa proyek Pusat yang berhasil saya usulkan tersebut. Seperti, Sentra Perikanan Terpadu, Kapsul Waktu, PLBN Sota, Saluran Transmisi Pertanian, Bandara udara Mopah.”

181121053253-532-5dfbacef097f36254323a0b2.jpg

Iya Pak Bup, saya kan pernah tugas di Setneg, jadi sangat faham untuk bisa mendapatkan suatu proyek yang berasal dari Program Pusat, harus perlu uapaya yang keras dalam menyakinkan para pejabat di Kementerian, maupun DPR RI. Bisa berkali-kali dan bahkan bisa berpuluh kali pertemuan baru bisa disetujui program tersebut dibangun di daerah. Dan yang lebih menyedihkan. ketika program tersebut berhasil dibawa ke daerah kita, masyarakat yang cara pandangnya masih negatif thinking, akan mengatakan bahwa program dari Pusat itu seperti turun begitu saja.

Tidak pernah ada suatu program Pusat yang bisa terealisasi tanpa ada kerjasama dengan Pemerintaha Daerah Kabupaten. Dan suatu program yang bernilai ratusan Milyar itu, kajian dan Detail Engineering Design ( DED ) cukup lengkap dan memakan waktu yang cukup lama.

Tapi begini Pak Bup, mungkin kurang sosialisasi, jadi masyarakat banyak yang tidak paham bagaimana proses dan kerja didalam menarik atau mengusahakan suatu program Pusat tersebut bisa berhasil dibawah ke daerah. Mungkin dengan adanya tulisan ini sedikit akan memberikan informasi pada masyarakat Merauke.

4864260p-5dfbab9ad541df56cb631442.jpg

Bupati Frederikus Gebze, agak terdiam mendengar jawaban saya itu. lalu beliau bilang, ” mungkin juga adrian, saya selama ini memang kurang terlalu suka memberitakan tentang Kinerja dan Pencapaian maupun Prestasi yang telah saya raih, saya ingin biarlah masyarakat yang menilainya saja, apa apa yang telah saya lakukan “

Saya berfikir, ada benarnya juga apa yang disampaikan oleh Bp. Frederikus Gebze ini, karena beliau memang typikal pemimpin yang rendah hati dan dengan jiwa sebagai seorang pekerja keras. Namun, dalam hati saya, jika ada kesempatan berikutnya saya akan sampaikan ke beliau, bahwa masyarakat perlu diberikan informasi yang sebenarnya untuk menghindari jika ada yang memainkan isue-isue seolah-olah Bupati Merauke tidak berhasil dalam bekerja memimpin Merauke.

Saya lalu lanjutkan dalam hal RPJMD Kabupaten Merauke juga bagus Pak….bahkan saat ini susah direvisi RPJMD Kabupaten Merauke 2016-2021 dan sudah disesuaikan OPDnya.  RPJMD Kabupaten Merauke disesuaikan dengan rencana kinerja pemerintahan daerah yang dilakukan secara demokratif, tranparan, akuntabel dan aspirasi dari masyarakat di akomodir. Bahkan ukurannya nanti adalah indikator dari pencapaian kinerja setiap tahunnya yang akan dilihat berapa persen yang dicapai dengan daya dukung yang ada, SDM, anggaran dan daya dukung lainnya.

96kapal-ikan-5dfbacde097f36517d10abc2.jpg

Sasaran programnya, adalah 4 pilar yang diterjemahkan dalam Visi Misi Bupati adalah pertanian dalam arti luas, kelautan dan perikanan, ekonomi kerakyatan dan  budaya pariwisata dan olahraga.

Bp. Frederikus Gebze lalu menambahkan ” Iya, benar, khususnya karena ada OPD baru yang digabung dan ada OPD baru lahir karena pemekaran. Termasuk didalamnya intruksi dari pemerintah pusat yakni Permendagri nomor 140 tahun 2017 tentang pembentukan Badan Pengelola Perbatasan

yes-10-5dfbad10097f3653885ce172.jpg

Tepat Pak Bup, koreksi dan perubahan RPJMD itu menang sangat penting untuk cepat dapat dilakukan karena dari sanalah segala program pembangunan dan bidang-bidang prioritasnya dijabarkan dan diukur keberhasilan pencapaiannya. Dan tentang pertumbuhan ekonomi, saat ini Merauke masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada angka sebesar 7 % ditahun 2019.  Dan jika bisa saya katakan, Pak Bup sudah lebih dari sekedar berhasil didalam memimpin Kabupaten Merauke di Periode I, yaitu berhasil menciptakan sejarah baru dalam pembangunan pertanian, perikanan, pariwisata dan insfrastruktur di Merauke. Sejarah baru atau terobosan itu keberhasilan merauke menjadi sebagai lumbung pangan, ikan dan daging serta telur.

Merauke mulai bisa memenuhi 4 dan 9 kebutuhan bahan pokok yang selama ini di datangkan dari Surabaya atau Makasar. Bahkan Merauke bisa dan sanggup untuk memenuhi kebutuhan daging, beras, telur dan sayur untuk kebutuhan PON 2020 di Jayapura. Bukan itu saja, berkat kerja keras Bapak sebagai Bupati, Merauke juga sudah bisa mengekspor minyak CPO, Gaharu, Plywood, kepiting Bakau, beras ke berbagai negara. Infrastruktur jalan dan bangunan dan pra sarana infrastruktur seperti drainase, fasilitas air minum, pasar, puskesmas juga dibangun dengan baik di  kota dan kampung-kampung di Merauke., begitu juga dengan kerukunan kehidupan umat beragama maupun seni dan kebudayaan cukup berkembang dengan baik.

untitled-5dfbb356d541df699554b3f2.png
untitled-5dfbb356d541df699554b3f2.png

Izin, Pak Bup……yang terakhir ingin saya sampaikan juga, keberhasilan Pak Bup hal bisa meyakinkan Bp. Tito Karnavian ( Mendagri ) dan Presiden Jokowi, dalam hal menyetujui Pembentukan Propinsi Papua Selatan, itu yang sangat paling luar biasa. Sudah lebih dari 17 tahun para Bupati sebelumnya di Kabupaten Merauke ini memperjuangkan barang itu, tetapi ketika Bapak Frederikus Gebze menjadi Bupatilah, hal itu bisa terwujud. Sejarah akan mencatat semua ini Pak…….Sekali lagi saya katakan, bahwa Propinsi Papua itu, mustahil akan diizinkan oleh Pemerintah Pusat, jika pembangunan di Kota Merauke tidak berkembang, suasana kehidupan beragama, sosial, masyarakat tidak terjaga dengan baik.

Bupati Frederikus Gebze lalu menyampaikan” Untuk pembentukan Propinsi Papua Selatan, ada juga beberapa kelompok masyarakat yang kuarang menyetujui. pro dan kontra itu biasa, menjelang adanya suatu perubahan yang sangat besar di Merauke ini. Tapi, ini adalah jalan untuk mempercepat pembangunan Merauke dan juga untuk mempecepat kesejahteraan masyarakat. 

untitled777-5dfbb698097f36349f715013.png
untitled777-5dfbb698097f36349f715013.png

Coba bayangkan, nantinya sebagai Propinsi Papua selatan, kita akan mendapatkan Dana OTSUS Khusus dan tersendiri, yang bisa diapakai untuk meningkatkan, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat Asli Papua Selatan.  Karena dana OTSUS Peruntukannya memang untuk itu, untuk seluruh masyarakat Asli Papua Selatan. Berbagai bidang pembangunan akan berkembang pesat nanti di Merauke. Semua kabupaten di seluruh Indonesia, bermimpin bagaimana mereka bisa untuk ditingkatkan menjadi Propinsi.

Dari 123 Daerah yang mengajukan pemekaran menjadi Propinsi, kita harus bangga, bahwa baru Papua Selatan yang sudah jelas akan disetetujui oleh DPR-RI. Mendagri dan Presiden “

Lalu saya jawabitu sudah Pak Bup…..saya sependapat dengan apa yang pak Bup sampaikan. Kerja keras dan kerja cerdas Pak Bup. sudah jelas memperlihatkan banyak bukti yang nyata. Jika masih ada suara-suara yang mungkin dari lawan politik Pak Bup yang mengatakan bahwa Pak Bup tidak berhasil membangun Merauke, mungkin bisa kita ajak duduk bersama. Atas dasar apa atau atas dasar data apa dong berbicara seperti itu. 

Di dunia ini, tidak ada pemimpin yang sempurna, apalagi seperti Pak Bup, yang hanya baru 1 periode memimpin Merauke. Dengan keterbatasan dana dan waktu. tetapi Pak Bup sudah berhasil mencapai pembangunan Merauke seperti sekarang ini, itu sudah sangat hebat Pak. Itu artinya kepemimpinan Pak Bup sudah teruji, dan malahan berhasil membawa Merauke sebagai Ibukota Propinsi Papua Selatan. Mari Kita buka mata sama-sama, Kabupaten lainnya, mana ada yang bisa melaksanakan eksport hasil pertanian, perkebunan dan perikanannya.

Wuuih Pak Bup…..tanpa terasa, hari sudah malam. Pak Bup harus istirahat dulu. nanti jika kesempatan kita sambung perbincangan kita ini. Banyak hal yang harus kita informasikan kepada masyarakat Merauke, seperti penghargaan-penghargaan yang telah Pak Bup Raih, Award-Award dan saya juga mendengar Merauke akan mendapatkan ADIPURA.

Melalui perbincangan seperti ini, akan ada komunikasi dua arah Pak, tidak statis hanya berupa selalu komunikasi 1 arah saja. Hormat Bapak Bup….

( BERSAMBUNG )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link