BANGSA YANG SEDANG SAKIT MINDSET DAN PERJUANGAN JENDERAL(PURN) RYAMIZARD RYACUDU

BANGSA YANG SEDANG SAKIT MINDSET DAN PERJUANGAN JENDERAL(PURN) RYAMIZARD RYACUDU

*BANGSA YANG SEDANG SAKIT MINDSET DAN PERJUANGAN JENDERAL(Purn) RYAMIZARD RYACUDU *
By : Adrian Indra

Sambil ngopi sore dan sebatang rokok saya agak termenung, ada apa dengan bangsa ini ? Bangsa ini begitu gampang marah dan meledak apabila ada sedikit persoalan yang dirasa tidak sesuai dengan kondisi yang ada saat ini. Dari berbagai kerusuhan dan demo yang terjadi saat ini, dan bertepatan dengan 1 bulan menjelang pelantikan Presiden dan wakil Presiden, kita patut bertanya ada apa ? dan apa penyebabnya.

Berbagai demo terjadi mulai dari Papua, Jakarta, Medan, Palembang, Makasar, Semarang, Bandung. Bangsa ini, sepertinya tidak mengenal rasa capek dan bosan untuk berdemo terus dan jika tidak rusuh atau anarkis seolah-olah demo tersebut nggak ramai dan nggak berkelas. Well…okelah, anggaplah demo-demo itu, suatu ekspresi demokrasi dalam kebebasan berdemokrasi.

Tapi demokrasi yang bebas tanpa batas sudah merupakan suatu wujud dari bentuk anarkisme. Inti utama atau alasan utama dari timbulnya berbagai demo tersebut, baik yang terjadi di Papua maupun yang terjadi di kota lainnya di Indonesia ialah, karena Mindset.

Dalam buku “The secret Of Mindset”, Adi W Gunawan, mengutip dari kamus elektronika menyebutkan mind-set terdiri dari dua kata : Mind dan set. Kata “mind” berarti “sumber pikiran dan memori; pusat kesadaran yang menghasilkan pikiran, perasaan , ide, dan persepsi, dan menyimpan pengetahuan dan memory”. Kata “Set” berarti ” mendahulukan peningkatan kemampuan dalam suatu kegiatan, keadaan utuh/solid”.

Jadi, arti Mindset ialah : ” kepercayaan-kepercayaan yang mempengaruhi sikap seseorang; sekumpulan kepercayaan atau suatu cara berpikir yang menentukan perilaku dan pandangan, sikap, dan masa depan” atau “ Sikap mental tertentu atau watak yang menentukan respons dan pemaknaan seseorang terhadap situasi”.

Mindset sebenarnya kepercayaan (belief), atau sekumpulan kepercayaan (set of beliefs), atau cara berfikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Pemikiran yang mendalam sehingga mencapai level yang di sebut dengan keyakinan. Mindset ini di bentuk dari apa yang masuk ke dalam diri seseoarang selama bertahun-tahun.

Hasil gambar untuk papua merdeka

Demo dan bahkan gerakan perlawanan bersenjata di Papua, penyebabnya adalah karena adalah suatu Mindset yang kuat tentang kemerdekaan Papua. Dan ditambah dengan faktor pendukung seperti rasa marah dari kasus pelanggaran HAM masa lalu dan juga rasa kecewa dengan kondisi perekonomian yang ada.

Demo yang terjadi diluar Papua bisa dikatakan sebahagian besar karena faktor Mindset faham negara Khilafah dan ISIS. Dan juga ada karena faktor Mindset barisan yang sakit hati atau kecewa dengan Pemerintahan yang saat ini ada.

Hasil gambar untuk ideologi khilafah

Didalam memainkan pergerakan demo ini, ada yang berperan sebagai aktor utama, aktor pendukung serta aktor lapangan. Permasalahannya, aktor lapangan ini ada yang sadar dan ada yang yang tidak sadar bahwa pergerakan mereka ini dimotivasi oleh mindset-mindset tersebut.

Hasil gambar untuk ideologi isis

Pemerintah biasanya melihat berbagai fenomena demonstrasi yang terjadi ini hanya dari permukaannya saja. Dan langkah-langkah yang diambilpun selama ini hanya bersifat kuratif saja. Keadaan seperti ini terjadi karena salah siapa ? ya jelas karena salah Pemerintah ! Ya, sebahagian anak bangsa Indonesia telah lama terserang oleh Mindset yang keliru yang tanpa berhasil dicegah ( Preventif ) oleh Pemerintah.

Pemerintah seakan tidak berdaya menahan serang perang mindset yang menerpa anak bangsa ini, serangan yang datang bertubi-tubi melalui berbagai media sosial dan juga berita-berita hoaxs. Dan berbagai demo yang terjadi seperti saat ini, adalah merupakan suatu Ouput, dari kegagalan pemerintah membangun Mindset Bangsa yang positif.

Negara Jepang dan Korea Selatan adalah suatu contoh bagaimana mindset bangsa bisa dijaga dan dibangun oleh Pemerintah secara positif. Kedepannya, persoalan menjaga Mindset anak bangsa ini harus benar-benar menjadi titik perhatian yang utama dan fokus oleh pemerintah. Percuma saja pembangunan berbagai infrastruktur phisik yang berkembang namun infrastruktur non phisik yaitu mindset Sumber Daya Manusianya tidak dibangun.

Apabila kita membuka Google, kita akan mengetahui bahwa Menteri Pertahanan RI sudah sejak lama mengetahui akan berbagai serangan dan ancaman kepada masyarakat Indonesia ini. Dengan gigih, Jenderal ( Purm ) Ryamizard Ryacudu terus mensosialisasikan hal ini dan berupaya dengan keras untuk bisa menangkalnya, salah satunya adalah melalui program Bela Negara. Namun, sepertinya terlihat………… perjuangan Sang Jenderal Besar ini belum terlalu didukung sepenuhnya oleh Kementerian yang lainnya.

Berkaca dari maraknya berbagai demontrasi anarkis yang terjadi dimana-mana sudah selayaknya Presiden Joko Widodo memperhatikan lebih serius tentang apa yang telah disampaiakan oleh Menteri Pertahanan RI, bahwa Indonesia saat ini, sedang dalam ancaman yang S E R I U S…..! yaitu SERANGAN MINDSET…..

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan Indonesia sedang menghadapi perang terhadap mindset atau pola pikir yang mengancam ideologi Pancasila.

“Saat ini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang menghadapi tiga ancaman, yaitu ancaman belum nyata, ancaman nyata, dan ancaman non-fisik terhadap mindset seluruh rakyat Indonesia,” tutur Ryamizard saat simposium bertajuk Perang Mindset Pada Era Keterbukaan Informasi di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019). Ryamizard menjelaskan, ancaman nyata yang dihadapi saat ini adalah terorisme, radikalisme, separatisme dan pemberontakan bersenjata.

Selain itu, ancaman bencana alam dan lingkungan, pelanggaran wilayah perbatasan, perompakan serta pencurian sumber daya alam. Termasuk juga wabah penyakit, perang siber, intelijen, peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Ancaman non-fisik yang paling berbahaya yaitu ancaman terhadap mindset bangsa Indonesia yang berupaya mengubah ideologi negara Pancasila. Pancasila itu alat pemersatu, kalau pemersatu pecah, ya pecah negara ini,” ( Ryamizard Ryacudu )

Ancaman mindset ini, kata Ryamizard, bersifat masif, sistematis dan terstruktur yang terus berupaya memengaruhi dan merusak Indonesia melalui ideologi-ideologi asing yang tidak sesuai budaya bangsa Indonesia.

“Kita menghadapi ancaman ideologi yang memaksakan kehendak untuk merubah Pancasila, yaitu paham khilafah. Ancaman khilafah ini sudah terang-terangan ingin mengganti ideologi negara Pancasila,” ( Ryamizard Ryacudu )

Metode perang ini dilakukan melalui infiltrasi ke dalam intelijen, militer, pendidikan, ekonomi, ideologi, politik, sosial budaya dan agama serta media informasi.  Setelah infiltrasi berhasil, kata dia, dilanjutkan dengan mengeksploitasi dan melemahkan central of gravity kekuatan suatu negara melalui politik adu domba untuk menimbulkan kekacauan dalam bentuk konflik horisontal bersifat SARA. Ryamizard menyebut ada beberapa negara yang hancur karena idelogi dan simbol persatuannya telah dirusak oleh pengaruh ideologi lain seperti Yugoslavia, Uni Soviet yang sekarang berubah menjadi Rusia serta beberapa negara di Timur Tengah.

“Ancaman terhadap ideologi negara inilah yang sering saya sebut sebagai perang modern, yaitu perang yang relatif murah meriah, karena tanpa mengeluarkan satu letusan peluru pun, pihak musuh sudah dapat menghancurkan pilar dan sendi-sendi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” ( Ryamizard Ryacudu )

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menilai, untuk menghadapi perang ideologis ini perlu pengimplementasian nilai-nilai Pancasila sebagai basis kekuatan ideologi bangsa dan negara.

“Pancasila ini merupakan ideologi yang berbasiskan filsafat idealisme. Pancasila merupakan landasan fundamental kekuatan bangsa dalam menjaga tetap utuh dan tegaknya NKRI serta menjamin keselamatan bangsa dari berbagai tantangan dan ancaman,” ( Ryamizard Ryacudu )

Ryamizard mengaku telah mengumpulkan sejumlah stakeholders seperti Mendikbud dan Menristekdikti untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada para siswa sejak dini.

“Untuk menghadapi ancaman ideologis tersebut perlu penanaman wawasan kebangsaan yang kuat kepada seluruh rakyat Indonesia sejak dini agar tidak mudah dipengaruhi dan terprovokasi pemikiran-pemikiran bersifat materialis yang hendak menghancurkan Pancasila,” ( Ryamizard Ryacudu )

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengklaim telah mendesain strategi pertahanan Negara Republik Indonesia dengan konsep Smart Power.  Menhan menjelaskan bahwa Smart Power merupakan sistem perang kombinasi antara hard power dengan soft power. Hard power terdiri atas‎ kekuatan rakyat, TNI dan kesiapan Alutsista. Sementara soft power berupa mempengaruhi mindset atau pikiran dan diplomasi pertahanan kawasan.

Menhan juga menyampaikan negara telah melakukan upaya-upaya untuk menghadapi segala bentuk ancaman dengan cara yang pertama adalah Strategi Pertahanan Smart Power yaitu gabungan antara pembangunan konsep hard power dan soft power. Yang kedua Strategi Pertahanan Hard Power yaitu pembangunan komponen utama, komponen cadangan dan pendukung secara fisik yang digabung dengan penguatan alutsista TNI yang mengacu pada ancaman yang akan dihadapi.

Sedangkan yang ketiga Strategi Pertahanan Soft Power telah diatur melalui kekuatan mindset (bela negara yang juga merupakan suatu konsep pertahanan negara yang diatur dalam UUD 1945 pasal 30, UU 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU No.34 tahun 2004 tentang TNI).

DPR RI MENYAMBUT POSITIF dan MENDUKUNG KONSEP STRATEGI MENHAN RYAMIZARD RYACUDU

DPR Sebut Strategi 'Smart Power' Pemerintah Efektif Tangkal Isu Negatif di Papua

Wakil Ketua Komisi I DPR yang membidangi masalah pertahanan, Hanafi Rais menilai strategi smart power yang dilakukan pemerintah melalui TNI efektif menangkal isu-isu negatif di Papua.  Hanafi menyampaikan hal tersebut setelah melakukan rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018). Smart power yang dimaksud Hanafi, adalah strategi berupa bantuan kemanusiaan. Menurut Hanafi, cara itu efektif sampai saat ini. Sebab, tidak ada kelompok separatis yang memanfaatkan hal tersebut untuk menyalahkan pemerintah Indonesia. Dia menegaskan, Kemenhan dan TNI tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk stabilitas Papua.

Hasil gambar untuk Hanafi Rais Ryamizard Ryacudu

“Kalau dari Menhan atau Panglima TNI yang dilakukan tentu tidak menjadikan opsi kekuatan militer. Tetapi smart power. Jadi menggunakan bantuan kemanusiaan. Kemudian setiap kali ada masalah seperti kasus kemanusiaan di Asmat, TNI langsung mengirim bantuan serta sumber daya tentara maupun para dokternya,” kata Hanafi kepada KBR, Senin (29/1/2018).

Hasil gambar untuk Hanafi Rais Ryamizard Ryacudu

Selama ini, kata Hanafi, DPR selalu mengingatkan ke Kementerian Pertahanan dan TNI untuk menganggap permasalahan di Papua sebagai hal yang serius. Sebab, masalah-masalah di Papua sudah sampai ke dunia internasional, seperti Selandia Baru dan Australia. Bila tidak ditangani secara serius, kata Hanafi, pembangunan infrastruktur yang sudah terjadi di sana akan menjadi sia-sia.

“Percuma kalau Presiden sudah banyak mengeluarkan inisiatif pembangunan di Papua, misalnya infrastruktur, pendidikan, kesehatan, tapi kemudian pesan ini tidak bisa meng-counter internasionalisasi yang dilakukan oleh kelompok separatis itu,” (Hanafi Rais)

Hanafi mengatakan, Organisasi Papua Merdeka (OPM) cenderung diam di dalam negeri. Namun, OPM membawa isu di Papua ke luar negeri. Itu sebabnya, kata Hanafi, cara smart power perlu dilakukan sebagai penyeimbang informasi buruk yang tersebar. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan pemerintah Indonesia menolak campur tangan luar negeri terkait permasalahan di Papua. Dia mengatakan pernah bicara dengan pemerintah Australia dan Kepulauan Solomon untuk tidak mengganggu urusan dalam negeri.

“Saya dulu ngomong di Australia, kepada Australia, kepada Kepulauan Solomon, ‘Saya tidak pernah mengganggu atau ikut campur urusan negara lain. Kalau negara-negara lain ikut campur negara saya, saya tidak mau’. Saya bilang begitu. Keras saya itu,” kata Ryamizard Ryacudu, singkat.

Tidaklah salah, jika ada penilaian seorang  penyelanggara Pemerintahan RI yang berpikiran Visioner dan Peduli pada bangsa Ini, maka layak disematkan salah satunya ke Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Bukan sekadar mampu memanajerial institusi, cakap dalam kepemimpinan serta tegas dengan kebijakan. Dibalik itu juga terkandung karakter penggagas dari Menteri Ryamizard. Soal konseptor, berpikir visioner, bukan hanya baru sekarang ditunjukkan oleh Menteri Ryamizard. Namun sejak dulu: ketika Menteri Ryamizard masih aktif sebagai prajurit TNI. Dulu, saat Menteri Ryamizard masih memimpin prajurit, langsung turun tangan sendiri menyusun pola latihan pasukan Raider TNI AD dan Batalion Intai Tempur (Tontaipur) TNI AD.

Modelnya dibuat berbeda dari cara latihan sebelumnya. Dengan begitu, Menteri Ryamizard ingin pasukan Raider TNI AD dan Tontaipur TNI AD punya juga keahlian khusus. Bahkan, Menteri Ryamizard juga yang secara sendiri mendesain brevet TNI AD. Pemikiran yang brilian itu semua akhirnya menjadikan Menteri Ryamizard kala itu dikukuhkan sebagai Bapak Raider dan Tontaipur TNI AD. Sebab kontribusi berharganya.

Lalu begitu juga ketika Menteri Ryamizard mempersiapkan prajurit TNI AD di semua Kodam di Indonesia agar punya spesifikasi khusus ala Raider TNI AD. Menteri Ryamizard ingin setiap Kodam memiliki pasukan elitnya. Misalnya saja, konsepsi yang dibentuk Menteri Ryamizard, 10 prajurit TNI AD reguler punya kemampuan Raider. Hebat dalam penanggulangan anti-teror, pertempuran jarak dekat, perang gerilya dan lannya.

Untuk saat ini, telah banyak mengemuka di ruang publik, mengenai desain Menteri Ryamizard soal Smart Power. Yakni kolaborasi antara kekuatan pertahanan ideologi dan fisik. Dengan begitu Indonesia makin kuat. Memperkuat pertahanan cara pikir dan ideologi masyarakat bakal menjadi tameng membendung semua pandangan hidup yang berbenturan dengan Pancasila. Sedangkan meningkatkan kekuatan fisik, untuk sewaktu-waktu jika terjadi pertempuran.

Dan itu dahsyat! Menggabungkan dua kekuatan utama dalam satu jati diri masyarakat dan kehidupan berbangsa Indonesia. Logikanya, memiliki satu tameng saja sulit ditembus, apalagi bergabungnya dua perisai. Hebat Menteri Ryamizard. Harus diakui. Konsepsi, gagasan, idenya, untuk Indonesia dan pertahanan amat menarik. Dan inilah syarat membuat Indonesia maju melesat di masa depan. Punya karakter Negarawan berpikir unggul.

Kopi sudah tinggal ampasnya, dan rokokpun sudah sampai pada sisa hisapan yang terakhir. Bagi seorang penulis, itu menandakan berakhirnya suatu inspirasi yang ada difikirannya untuk menuangkan ke dalam bentuk tulisannya.

SALAM PEDULI ANAK BANGSA……!!!!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link