Pra Peradilan Oknum Sipir Lapas Terkait Pil Extaci Hakim Tolak

Pra Peradilan Oknum Sipir Lapas Terkait Pil Extaci Hakim Tolak

Kuasa hukum tersangka oknum sipir lapas yang jadi kurir napi lapas II B Toli toli sulteng tuding Majelis Hakim PN Tolitoli tidak netral, sesaat selesai di bacakan putusan yang diperbaiki bahan gugatan pra peradilan Kuasa Hukum oknum sipir lapas Dwi Cahyono (DW) (25 thn) selaku pemohon

“Kecewa dengan putusan Majelis Hakim yang tidak netral karena putusannya dibatalkan fakta persidangan,” Ujar Dicky Patadjenu SH, pada sore hari, di kamis kemaren di gedung PN Tolitoli (11/4/2020)

Menurut Dicky Patadjenu SH, dalam fakta-fakta persidangan telah jelas menjelaskan tentang pemohon saat di tangkap menerima Narkoba jenis pil extacy lima butir Termohon tidak menunjuk pada surat penunjuk dan saat penembakan dapat dilakukan penodongan senjata larpen (Laras Pendek) serta pemicu untuk dicoba oleh orang yang mengalami luka di kepala, bahkan pada fakta persidangan yang merupakan pemilik barang bukti tidak di hadirkan, bahkan yang di hadirkan hanya dua orang dari polisi

Yang membuat kekecewaan KH Dicky Patadjenu bertambah, katanya dalam persidangan untuk menerima kunci pas Eby selaku orang yang menjemput barang di agen lorena dalam perkara yang dimintanya tidak diamini febriawan yang menjemput extacy atas perintah tersangka DW

Kasat NARKOBA Polres Tolitoli AKP Kim.S Saleh saat d temui katakan jika dalam persidangan semua kami sudah jawab selaku termohon di katakannya terkait dengan Penodongan senjata dan pemukulan itu hanya keterangan isteri dari Tersangka DW dan ibu tersangka DW yang beri kesaksian tidak di bawah sumpah,dalam persidangan saksi atas nama madang tetangga dari tersangka DW beri keterangan jika senjata Larpen di arahkan ke tanah saat itu DW berontak dan menunjukkan perlawanan.

Dalam persidangan seperti itu ungkapan saksi jika ada tudingan menodongkan senjata,dan kalau pun ada senjata saya kira wajar karena kami ketahui sipir lapas itu miliki senpi “Tambah Kim Saleh

Kasat Terlarang Polis Tolitoli juga menjelaskankan jika 2 saksi tidak dihadirkan dalam persidangan menjelaskan alasan yurudis dan menyiapkan KUHAP, jika pemohon meminta kesaksian tanpa dasar hukum di majelis tidak setujui.

Ini untuk yang kesekian kali nya kami di gugat lewat praperadilan dan belum pernah melewati yang yang di atur tapi hal ini menjadi pemicu dan pemacu bagi anggota satnarkoba polres untuk bergerak melawan Narkoba di wilayah hukum polres Tolitoli “Tutup Perwira senior di Mapolres Tolitoli.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap