Frederikus Gebze : Kabupaten Merauke Meraih Penghargaan Nasional Sebagai Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD 2019

Frederikus Gebze : Kabupaten Merauke Meraih Penghargaan Nasional Sebagai Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD 2019

Frederikus Gebze : Kabupaten Merauke Meraih Penghargaan Nasional Sebagai Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD 2019

Hasil riset Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan ada 64 kabupaten dan kota di Indonesia yang unggul dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sehingga layak mendapatkan penghargaan Indek Kelola 2019. Ke-64 kota tersebut masuk dalam empat kategori yang dipilih oleh KIC, yaitu pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi.

Selain itu ada dua sub-kategori di bidang pendidikan dan kesehatan.

Penilaian tersebut berdasarkan tiga komponen, yaitu administratif, kuantitatif, dan kualitatif. Komponen administratif meliputi opini minimal Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas hasil audit APBD oleh BPK, sedangkan aspek kualitatif meliputi inovasi dan terobosan kebijakan. Sedangkan, penilaian aspek kuantitatif dibagi menjadi dua komponen yaitu komponen ketepatan dan pencapaian pertumbuhan sektoral. Adapun penilaiannya berdasarkan analisis data yang dimulai dengan mengelompokkan 508 kabupaten dan kota di Indonesia ke dalam empat kelompok menurut besarnya APBD per kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hingga akhirnya didapatkan 64 Pemda dengan indeks kelola tertinggi.

“Daerah-daerah tersebut memang melakukan banyak inovasi dan layak mendapatkan apresiasi,” kata Heri Susanto, Chief Content Officer Katadata pada saat penganugerahan Indek Kelola 2019, di Djakarta Theatre XXI Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (28/11). Dari 64 kota yang memiliki keunggulan dalam mengelola APBD, sembilan daerah mampu meraih dua penghargaan, yaitu Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Sumbawa Barat Daya, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Sumbawa, Kota Sibolga, dan Kabupaten Merauke.

Dalam melakukan penilaian KIC melibatkan tim ahli yang terdiri dari Kepala Pokja Pemantauan dan Evaluasi Tim Nasonal Percepatan Pemberantasan Kemiskinan (TNP2K) Dr. Elan Satriawan, M.Ec yang juga merupakan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM dan sejumlah dosen di FEB UGM lainnya, yakni Dr. Rimawan Pradiptyo, M. Sc, dan Dr. Gumilang Aryo Sahadewo, M.A. Heri mengatakan, ke depan dari penghargaan Indeks Kelola ini diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin daerah yang berprestasi dari seluruh pelosok Nusantara dan maju bersaing ke pentas nasional.

“Bukan hanya Joko Widodo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, atau Ganjar Pranowo,” ujarnya. Salah satu panel ahli, Dr. Rimawan Pradiptyo, M.Sc, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan di suatu negara tidak ditentukan oleh jumlah kekayaan alam yang dimiliki. Banyak negara berhasil menjadi negara maju dan sejahtera meskipun sumber daya alamnya sangat terbatas.

Baca Juga :  RAPAT TINGKAT MENTERI MEMBAHAS PERSIAPAN PON XX dan PEPARNAS XVI PAPUA 2020

Sebagai informasi Indeks Kelola merupakan metode untuk mengukur kinerja dan efektivitas pengelolaan APBD untuk pembangunan daerah. Metode pengkuran Indeks Kelola ini merupakan hasil kerja sama KIC dengan panel ahli ekonomi independen.

Pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perbaikan aspek kelembagaan merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan di berbagai negara. “Indeks Kelola mungkin bukanlah indikator yang sempurna, tapi pendekatan perbaikan kualitas secara terus menerus bertujuan untuk menyempurnakan indeks ini dari waktu ke waktu,” kata Rimawan. Dia berharap keberadaan Indeks Kelola ini akan mendorong pemerintah daerah untuk selalu berupaya mengoptimalkan alokasi anggarannya dan fokus pada pencapaian hasil pembangunan.

Sebagai informasi Katadata Insight Center (KIC) adalah unit bisnis dari Katadata, dengan spesialisasi riset dan data analisis. Didukung oleh tim yang berpengalaman dalam pembuatan dan penulisan produk-produk riset berkualitas dalam beragam bentuk, KIC menyajikan ulasan mendalam untuk membantu dalam membuat keputusan bisnis.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap