FREDERIKUS GEBZE : KABUPATEN MERAUKE BERJAYA MENYABET PENGHARGAAN BERGENGSI NASIONAL 2019

FREDERIKUS GEBZE : KABUPATEN MERAUKE BERJAYA MENYABET PENGHARGAAN BERGENGSI NASIONAL 2019

FREDERIKUS GEBZE : KABUPATEN MERAUKE BERJAYA MENYABET PENGHARGAAN BERGENGSI NASIONAL 2019

Kabupaten Merauke berjaya menyabet salah satu penghargaan bergengsi Nasional, yaitu TOP DIGITAL AWARD 2019.Pesatnya perkembangan IT dan Telco yang bertransformasi menjadi teknologi digital saat ini, mendorong PT Madani Solusi Internasional (MSI) untuk melakukan penyempurnaan kegiatan award TI Telco sebelumnya, yang sudah diselenggarakan setiap tahun sejak 2014-2018, menjadi Top Digital Awards mulai tahun 2019 ini.

Tema yang diangkat tahun ini adalah digital transformation for national economic competitiveness. Artinya, dengan terus menerapkan transformasi digital dan optimalisasi teknologi informatika, maka akan dapat meningkatkan daya saing (competitiveness) ekonomi nasional.

Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2019, M. Lutfi Handayani dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (27/11/2019) siang menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan semata, namun ada aspek pembelajarannya bagi peserta.

“Dewan juri memberikan masukan dan saran/rekomendasi kepada para peserta mengenai  pengembangan solusi TI dan transformasi digital yang perlu mereka lakukan. Saran yang diberikan meliputi tata kelola TI, infrastruktur TI untuk mendukung teknologi digital, dan implementasi TI dan teknologi digital dalam bentuk solusi atau aplikasi,” jelasnya.

Menurutnya, dalam gelaran Top Digital Awards kali ini, kegiatan penilaian melibatkan lebih dari 500 perusahaan dan instansi pemerintahan. Berdasarkan rekomendasi para pakar, konsultan, dan asosiasi TI Telco kemudian ditetapkan 200 finalis.

Dari 200 finalis, sebanyak 129 finalis mengikuti tahapan penilaian secara lengkap, termasuk mengikuti wawancara penjurian, dan 21 instansi yang menjadi pemenang berdasar kuesioner rekomendasi dan market research. Sehingga, total kegiatan ini dihadiri sekitar 150 finalis, termasuk kementerian, lembaga, dan perusahaan.

Sementara itu, Prof. Dr-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., atau yang akrab dipanggil Prof. Muli, Ketua Dewan Juri menyampaikan sejumlah temuan penting terkait implementasi TI dan transformasi digital yang diperoleh dewan juri dari para peserta ajang ini.

Temuan tersebut mencakup, di antaranya:

IT security

IT Security masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistem keamanan IT yang masih lemah.

Data center

Sebagian peserta masih fokus pada pengembangan aplikasi dan hanya menyediakan server room. Belum semuanya didukung Data Center. Padahal, di era digital ini, kebutuhan Data Center, mutlak diperlukan. Apalagi jika sudah masuk ke sistem industri 4.0, tentu Big Data dan Data Analytic akan memerlukan Data Center yang andal.

Sinkronisasi dan integrasi

Pentingnya sinkronisasi dan integrasi aplikasi yang digunakan oleh Pemerintahan Pusat (Kementerian dan Lembaga), dengan aplikasi yang digunakan oleh Dinas-dinas di Pemerintahan Daerah. Kebijakan “Satu Data”, memang sudah tepat, namun implementasinya masih terkendala banyak hal.

Sinergi dan kolaborasi

Masing-masing instansi cenderung mengembangkan sendiri aplikasi dan solusi digitalnya. Oleh karenanya, sering terjadi permasalahan ketika dilakukan integrasi dari banyak solusi.

Rating kepuasan pengguna solusi

Sebagian peserta masih belum memberikan fasilitas penilaian atas solusi/aplikasi yang digunakan. Jika masing-masing pengguna solusi/layanan selalu diberikan opsi pemberian rating nilai atas sebuah layanan, seperti kepuasan bintang 5 atau 1, maka unit terkait akan terpacu untuk terus meningkatkan layanannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap